Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Blimbing Gurah Kediri Beri Perhatian Khusus di Sektor Pertanian

Diana Yunita Sari • Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:09 WIB

Petani melakukan pengecekan sumur sibel yamg baru saja dibangun (Diana Yunita)
Petani melakukan pengecekan sumur sibel yamg baru saja dibangun (Diana Yunita)

JP Radar Kediri - Pemdes Blimbing telah merampungkan sejumlah proyek fisik hingga tahun 2026 ini. Fokus pembangunan kali ini diarahkan pada sektor pertanian.

Mulai dari pemasangan sumur submersible hingga pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) guna memangkas biaya operasional petani setempat.

sumur submersible dipasang di dua titik di Dusun Blimbing Barat. Proyek bersumber dari Dana Desa (DD) dan bantuan keuangan khusus (BKK) yang bertujuan untuk memudahkan akses dan menghemat biaya petani.

“Sebelum ada sible (submersible, red), kalau kemarau warga memakai mesin disel dengan bahan bakar solar atau bensin. Itu biayanya mahal. Dengan sible yang terpasang sejak Desember lalu, targetnya biaya operasional petani bisa lebih ringan,” ujar Agus.

Dia menjelaskan jika menggunakan mesin disel bensin rata-rata biaya petani sekitar Rp 30 ribu per jam. Namun dengan submersible, biayanya diperkirakan hanya Rp 15 ribu per jam.

Nantinya, sumur ini akan dikelola oleh kelompok tani dengan mekanisme pembayaran layaknya pengisian token listrik.

Selain meringankan petani, sistem ini diproyeksikan mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Saat ini kegunaannya belum maksimal karena masih musim hujan dan air sungai masih cukup. Tapi nanti saat bulan sembilan (September, red) ketika air sedikit, sible ini akan sangat membantu. Airnya akan dialirkan lewat saluran irigasi yang sudah terbangun sepanjang satu kilometer,” tambahnya.

Selain sumur submersible, Pemdes Blimbing juga memudahkan akses petani melalui Pembangunan TPT yang dilakukan di Blok Gadu, Blimbing Timur.

Pembangunan membuat jalan yang dulunya tidak bisa dilalui menjadi jalan tembus pertanian.

“Sebelumnya petani kesulitan lewat karena tidak ada jalan. Sekarang sudah ada jalan tembus, harapan kami proses angkut hasil panen jadi jauh lebih mudah dan cepat,” tegas Agus.

Adapun rincian pembangunan TPT tersebut terdiri dari sepanjang 57 meter yang dibiayai dari bantuan BKK. Serta 170 meter yang bersumber dari Dana Desa.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #sibel #proyek fisik #kediri #TPT #desa blimbing #sibel pertanian #Pemdes #Blimbing #kecamatan gurah #gurah