Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tol Bandara Dhoho Kediri Molor, Pembebasan Lahan Tersendat di Dua Kelurahan!

Ayu Ismawati • Senin, 25 Agustus 2025 | 19:53 WIB
Hingga kini, ruas tol menuju Bandara Dhoho Kediri belum juga selesai.
Hingga kini, ruas tol menuju Bandara Dhoho Kediri belum juga selesai.

JP Radar Kediri- Hingga kini, ruas tol menuju Bandara Dhoho Kediri belum juga selesai. Padahal, keberadaan tol ini sangat penting sebagai penunjang bandara menjadi embarkasi dan debarkasi haji tahun depan.

Beberapa pekerjaan rumah (PR) belum terselesaikan dalam proyek tol bandara ini. Salah satunya adalah masih bermasalahnya pembebasan lahan di dua kelurahan.

Meskipun demikian, perkembangan tersebut masih sesuai dengan tahapan yang telah disusun sebelumnya.

“Kalau kami tetap sesuai target, sesuai penetapan lokasi (penlok, Red). Kami dasarnya tetap dari time line penlok itu,” ujar Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantor Pertanahan Kota Kediri Tutur Pamuji.

Menurutnya,  pihaknya tetap memproses pengadaan tanah sesuai target masing-masing tahapan. Terlepas dari rencana Bandara Dhoho yang akan dijadikan bandara embarkasi mulai tahun depan.

Sejauh ini, pembebasan tanah untuk akses jalan tol ruas Kota Kediri menyisakan Kelurahan Gayam dan Bujel, di Kecamatan Mojoroto. Untuk diketahui, akses bandara di Kota Kediri melintasi empat kelurahan.

Selain dua kelurahan tersebut, tanah terdampak di Kelurahan Mojoroto dan Kelurahan Semampir sudah selesai proses pembebasan lahan.

“Sejauh ini (pembebasan tanah) akses bandara tinggal di Kelurahan Gayam menyisakan beberapa yang memasuki musyawarah ketiga karena belum setuju,” bebernya.

Di kelurahan tersebut tersisa 27 bidang yang belum dibebaskan. Termasuk beberapa bidang yang belum memberikan persetujuan hingga dua kali musyarawah. Terkait alasannya, Tutur mengatakan sebagian karena kendala administrasi.

“Beberapa ada yang meninggal warganya. Sehingga perlu pengganti untuk proses pembayarannya. Termasuk salah satunya milik Pondok Ar Risalah juga belum selesai,” ungkap Tutur.

Sedangkan yang di Kelurahan Bujel menurutnya masih membutuhkan proses persetujuan dari warga untuk beberapa bidang. “Di Bujel ada warga yang belum setuju. (Tahapannya) tinggal musyawarah ketiga,” sambung Tutur, sambil menyebut kurang dari 10 bidang yang memasuki musyawarah ketiga.

Musyawarah ketiga menjadi tahapan terakhir sebelum pembayaran uang ganti rugi (UGR). Jika tetap tidak didapatkan persetujuan dari warga, UGR akan tetap diberikan. Yaitu melalui konsinyasi, dititipkan di pengadilan setempat. Atau, bisa juga pihak yang bersengketa menempuh jalur hukum.

“Di Kelurahan Bujel masih ada beberapa bidang yang masih akan musyawarah pertama sebanyak sekitar 48 bidang. Tetap kami proses sambil menunggu warga yang sudah setuju,” urai Tutur.

Dengan demikian, secara keseluruhan proses pengadaan tanah akses bandara untuk penlok I baru mencapai progres sekitar 70 persen. Sementara 30 persen lainnya, tersebar di Kelurahan Bujel dan Gayam, saat ini terus diproses secara paralel.

Untuk diketahui, proyek fisik jalan tol bandara ruas Kota Kediri terus bergerak. Seperti yang berlokasi di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota dan Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, proyek itu terus dikebut tiap hari.

Salah satunya pada proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan Jalan Mayjend Sungkono, di timur Sungai Brantas dengan Kelurahan Mojoroto di barat sungai. Tempat ini menjadi titik nol proyek pembangunan jalan tol akses bandara ruas Kota Kediri. Dimulai dari Kantor PT GG menuju interchange Bolawen. Sebelum nantinya menuju ke Bandara Dhoho.

Beberapa bangunan yang masuk dalam trase tol di Jalan Mayjend Sungkono dan Jalan Mayor Bismo pun dibongkari. Di antaranya seperti pagar dan gapura Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri yang beberapa hari terakhir sudah dirobohkan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri Ahmad Zamroni mengatakan, area pagar yang terkepras tol sebenarnya tidak semuanya. Melainkan, trase tol hanya mengenai sebagian pagar kemenag. Namun demikian, pembongkaran tetap harus dilakukan di seluruh pagar.

“Sudah sejak Senin (18/8) mulai dibongkar. Tapi nggak banyak (yang terkepras). Dari dinas pertamanan (DLHKP Kota Kediri, Red) itu sekitar satu meter. Terus ke utara itu menyerong sampai di sekitar tulisan kemenag,” ungkap Zamroni.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#tol kediri kertosono #berita kediri hari ini #tol bandara dhoho