KEDIRI, JP Radar Kediri — Hujan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang diperkirakan masih akan berlangsung selama sepekan ke depan. Karena itu, Badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar waspada. Bersiap-siap menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi yang menyertai.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Nganjuk Sumber Harto, melalui Forecaster Setiyaris, mengatakan bahwa pola hujan tahun ini cenderung berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. Hal itu disebabkan dampak El Nino. Pola hujan jadi cenderung tinggi intensitasnya namun hanya dalam waktu yang singkat.
“Kalau dulu misal hujan dalam sehari 50 milimeter itu bisa terjadi sepanjang hari dari siang sampai sore. Tapi kalau saat ini, 50 milimeter itu bisa terjadi hanya dalam waktu satu jam,” ungkap pria yang biasa disapa Yaris.
Dengan anomali itu, menurutnya, juga meningkatkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Seperti banjir dan tanah longsor untuk di wilayah dataran tinggi.
“Adanya hujan yang deras dalam waktu yang singkat ini biasanya lingkungan tidak siap menerima limpahan air hujan yang begitu banyak. Itu yang berpotensi menyebabkan banjir kalau di perkotaan. Apalagi kalau drainasenya tidak bagus,” sambungnya.
Dia menambahkan, potensi cuaca ekstrem dalam satu pekan ke depan ini disebabkan beberapa fenomena. Di antaranya fenomena Munson Asia yang intens. Menyebabkan peningkatan intensitas hujan. Fenomena itu juga diperkuat dengan indikasi seruak dingin. Yakni, mengalirnya massa udara dingin dari Asia menuju wilayah Indonesia.
“Selain itu ada fenomena gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang melintas di wilayah kita. Itu menyebabkan pergerakan awan-awan hujan dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik dan sebaliknya,” urainya.
Yaris menambahkan kondisi itu diperkirakan akan mencapai puncaknya bulan ini. Dengan begitu, masyarakat diimbau tetap waspada dengan bencana hidrometeorologi yang menyertai hujan lebat. Di antaranya banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah