"Biasanya anak-anak mulai bermain sepak bola pukul 15.00 hingga 18.00. Kalau asyik, namanya anak-anak lupa waktu ibadah. Karena itu nanti akan disediakan musala," terang Kepala Desa Pagu Moch. Joko Luhur.
Realisasi program ini berlangsung bertahap, karena menggunakan dana desa. Mulai tahun ini, 2024, dan selesai tahun depan.
Terkait kapan mulai pelaksanaan pembangunannya, Joko mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu dana desa keluar. Setelah dana desa turun, baru bisa melaksanaan pembangunan fasilitas penunjang itu. Yang pasti, pihak pemdes sudah menentukan gambar tekniknya. Sarpars tersebut akan memiliki luas 12,20 meter x 7, 20 meter.
Meski saat ini lapangan masih minim sarpras, namun lapangan bola tersebut tetap terawat. Selain digunakan untuk bermain sepak bola oleh warga, juga digunakan latihan sekolah sepak bola (SSB) yang bernama Putra Panjalu. Sehingga meski saat ini hanya berupa lapangan dengan fasilitas yang masih minim, namun sangat dijaga kualitas rumputnya. “Selain digunakan untuk sepak bola sebenarnya bisa digunakan untuk joging. Hanya saja belum dibuatkan jogging track,” kata Joko.
Baca Juga: BRI Berikan Rp 1 Miliar kepada Juara Umum Nugraha Karya Desa BRILiaN
Editor : Anwar Bahar Basalamah