Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Disdik Kota Kediri Tunjuk Dua Sekolah Inklusi Baru, Mana Saja?

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 6 Juni 2023 | 16:42 WIB
LOLOS SELEKSI: Pendaftar jalur inklusi mengikuti asesmen di IAIN Kediri. Puluhan pendaftar jalur ini diterima semua. (Foto: Ayu Isma)
LOLOS SELEKSI: Pendaftar jalur inklusi mengikuti asesmen di IAIN Kediri. Puluhan pendaftar jalur ini diterima semua. (Foto: Ayu Isma)
KEDIRI, JP Radar Kediri–Sebanyak 50 anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mendaftar di jalur inklusi SD dan SMP bisa bernapas lega. Pasalnya, semuanya dinyatakan diterima di sekolah yang dituju. Untuk bisa menampung puluhan anak tersebut, dinas pendidikan menambah dua sekolah inklusi baru.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, total ada 20 ABK yang mendaftar inklusi SD dan 30 ABK di inklusi SMP.  “Semuanya diterima,” kata

Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Kediri Marsudi Nugroho.

Hasil tersebut sudah diinformasikan kepada seluruh orang tua pendaftar kemarin. Selanjutnya, mereka bisa daftar ulang mulai hari ini (6/6) dan besok (7/6).

Koordinator PPDB Jalur Pendidikan Khusus Achmad Wartjiantono menambahkan, dinas pendidikan menambah dua SMP inklusi baru untuk bisa  menampung 30 ABK yang mendaftar. Sebelumnya SMP inklusi hanya di empat lembaga, yakni SMP 1, SMP 5, SMP 8, dan SMP 9. Sekarang SMP 3 dan SMP 4 juga ditunjung menjadi sekolah inklusi.

Konsekuensinya, dinas pendidikan harus menyediakan guru pendamping khusus di sana. Setidaknya ada empat siswa ABK yang ditempatkan di SMP 3 dan SMP 4. “Penetapan sekolah (SMP inklusi baru, Red) didasarkan jarak sekolah dan rumah siswa yang lebih dekat,” terang pria yang akrab disapa Anton tersebut.

Disdik, menurut Anton akan segera menugaskan satu guru pendamping khusus di sana. Untuk memenuhi kebutuhan dadakan itu, disdik bisa menempuh dua cara. Yaitu, dengan diperbantukan atau meminjam guru dari sekolah lain. Opsi kedua, melakukan rekrutmen guru baru yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi guru pendamping khusus.

Anton menegaskan, guru pendamping wajib ada di sekolah yang memiliki siswa berkebutuhan khusus. Karenanya, pengadaan guru pendamping akan dilakukan sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Untuk diketahui, sebanyak 30 siswa ABK didistribusikan ke sekolah dengan jumlah yang beragam. Di SMP 1 total ada 8 siswa. Kemudian,

SMP 5 menerima 5 siswa. Selanjutnya,  SMP 8 dan SMP 9 masing-masing menerima 7 siswa dan enam siswa.

Selain di enam SMP tersebut, sebanyak 20 ABK juga tersebar di sembilan SD negeri inklusi. Seperti halnya SMP, SD inklusi juga harus menyediakan guru pendamping ABK.

Sementara itu, selain jalur inklusi yang diumumkan kemarin, sejumlah SMP negeri juga masih melanjutkan verifikasi jalur karakteristik. Sedikitnya ada empat sekolah menggelar verifikasi dokumen di lembaga masing-masing. Yaitu, SMP 2, SMP 5, SMP 6, dan SMP 9. Hari ini giliran SMP 4 dan SMP 7 yang juga akan melakukan verifikasi karakteristik.

Ketua Panitia PPDB SMPN 5 Kediri Sundari mengatakan, verifikasi administrasi di sekolahnya hanya berjalan sehari. Sebanyak 259 pendaftar di sana pun langsung mendatangi sekolah sejak pagi.

“Cuma sehari karena kami cepat selesainya,” terang Sundari sembari menyebut proses verifikasi berlangsung cepat karena mereka menerjunkan 52 petugas untuk proses verifikasi dari awal sampai akhir.

Dikatakan Sundari, pendaftar di SMP 5 paling banyak memiliki bakat sepak bola. Total ada 48 siswa yang mencoba masuk ke sekolah dengan skill tersebut. Selebihnya, banyak juga bakat voli dan seni tari yang masuk ke sana.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita viral #disdik #berita hari ini #ppdb 2023