Seleksi ulang jasa konsultasi itu dimulai pada Kamis (1/12) lalu. Hingga kemarin, prosesnya baru di tahap download dokumen. “Ini sudah akhir tahun. Kalau seleksi ulang apa cukup waktunya?” tanya Ketua Fraksi Demokrat Persatuan Pembangunan Taufik Chavifudin khawatir tahap pembangunan akan ikut molor.
Jika dilakukan seleksi ulang, menurut Taufik prosesnya harus diulang dari awal. Mulai pendaftaran, download dokumen, hingga evaluasi penawaran. Proses tersebut panjang dan hampir dipastikan tidak cukup dalam waktu sebulan.
Padahal, jika jasa konsultasi manajemen kontruksi pembangunannya baru dilakukan awal tahun depan, proyeknya tidak akan bisa dilaksanakan pada tahun yang sama. Jika dipaksakan, menurut politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu dikhawatirkan tidak akan maksimal. “Jangan sampai nanti pembangunan proyek stadion ini dikebut tapi tidak mempertimbangkan kualitas,” lanjutnya mewanti-wanti.
Sejak awal dicanangkan, politisi asal Grogol ini mengaku sudah memberi banyak masukan terkait dengan pembangunan stadion yang rencananya di Desa Bulusari, Tarokan tersebut. Dia menganjurkan untuk meniru konsep stadion di Kabupaten Boyolali. Yakni, tetap megah namun tidak tidak meninggalkan identitas daerahnya.
Anggaran yang digelontorkan nilainya sama dengan stadion Kediri yang akan dibangun di lahan seluas 10 hektare. Yaitu, Rp 150 miliar. “Rencana stadion Kediri nanti mengikuti manahan tapi konsepnya mini,” tegasnya.
Ia pun berpesan agar di stadion tersebut ada lintasan atletiknya. Sarana itu menurutnya sangat penting untuk latihan penunjang atlet-atlet Kabupaten Kediri.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Kediri Agus Sugiarto yang dikonfirmasi tentang lelang ulang proyek jasa konsultasi mengaku tidak mengetahui detailnya. “Untuk detailnya hubungi Kabag Pembangunan. UKPBJ(Unit kerja pengadaan barang dan jasa, Red) yang memutuskan seleksi ulangnya bukan dari kami perkim (DPKP),” papar Agus.
Untuk diketahui, tender jasa konsultasi manajemen kontruksi pembangunan Stadion Kediri ini pertama kali dibuka pada 18 Oktober lalu. Setelah proses lelang berlangsung, pada Kamis (1/12) lalu muncul jadwal lelang ulang. Tidak dijelaskan lebih jauh penyebabnya hingga UKPBJ harus melakukan lelang kembali. Editor : Anwar Bahar Basalamah