Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Fungsi Terminal Lama Tidak Berubah  

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 28 Juni 2022 | 17:37 WIB
Ilustrasi Afrizal/JPRK
Ilustrasi Afrizal/JPRK
KOTA, JP Radar Kediri– Terminal lama di Jalan Kapten Tendean, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren dimanfaatkan untuk terminal bayangan. Itu selama proyek pelebaran Jembatan Bandarngalim, Bandarkidul, Mojoroto berlangsung. Meski begitu, fungsi terminal lama sebagai tempat bongkar muat angkutan besar tidak akan beralih.

“Tidak akan berpengaruh. Bongkar muat tetap di sana,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri Didik Catur melalui Kabid Manajemen Lalu Lintas Yoga Nofinta Eka kemarin.

Dia mengungkapkan, pihaknya sudah mengatur strategi pengaturan rekayasa lalu lintas (lalin) sementara. Setidaknya selama 10 bulan jembatan yang diperlebar dari 7 jadi 13 meter itu dikerjakan hingga tuntas.

“Selama itu, Terminal Tamanan akan dikosongkan. Kendaraan dialihkan ke terminal lama,” ujar Yoga.

Hal itu, menurutnya, tidak mempengaruhi fungsi terminal lama sebagai bongkar muat. Pasalnya, pemberhentian maupun pemberangkatan nanti dilakukan di area depan terminal. "Jadi tidak sampai masuk ke dalam," terang Yoga.

Selain pemberhentian dan pemberangkatan bus, sambung dia, di terminal lama nantinya juga dibangun posko sementara. Di sana petugas dishub akan mendata bus maupun penumpang yang turun dan naik dari terminal lama.  “Nanti akan dibangun posko sementara. Waktunya ya kalau mendekati pembangunan jembatan,” jelas Yoga.

Rekayasa lalu lintas akan dilakukan beberapa hari menjelang pembongkaran jembatan. Sebab, pihak proyek juga memerlukan waktu untuk memindah atau menempatkan alat berat di area jembatan yang panjangnya 142 meter itu.

Sebelumnya, PT Bukaka Inti Utama sebagai penggarap proyek memastikan mulai membongkar jembatan 2 Oktober nanti. Pembangunan membutuhkan waktu sekitar 10 bulan. Proyek ditarget selesai pada 5 Agustus 2023.

Sesuai rencana, rekanan akan mengubah konstruksi jembatan. Yang semula tipe callender hamilton (CH) menjadi konstruksi steel box girder (SBG). Konstruksi yang baru diklaim lebih kuat dan tidak akan menimbulkan guncangan saat dilewati.

Selain itu, jembatan juga akan diperlebar. Jika saat ini hanya selebar tujuh meter, ke depan jadi 13 meter. Jembatan di sebelah barat alun-alun itu juga akan diubah menjadi empat lajur, tanpa sekat di bagian tengahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kanit Keamanan dan Keselamatan Satlantas Polres Kediri Kota Iptu Isdiyat mengatakan, telah merancang rekayasa lalu lintas sementara bersama dishub. Untuk angkutan besar, seperti bus dan truk, rutenya dibedakan dengan kendaraan pribadi. Ini demi meminimalkan kemacetan. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #info kediri #dinas perhubungan #dishub #kota kediri