Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengeluh Sesak, Penjual Bebek Goreng Meninggal

adi nugroho • Jumat, 15 Januari 2021 | 19:22 WIB
mengeluh-sesak-penjual-bebek-goreng-meninggal
mengeluh-sesak-penjual-bebek-goreng-meninggal


NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Unggahan Bambang, 26, di status WhatsApp Rabu (13/1) lalu yang mengeluh sesak jadi pesan terakhirnya. Penjual bebek goreng asal Tuban yang ngontrak di Desa Pelem, Kertosono itu ditemukan tewas sekitar pukul 16.00. Diduga, dia meninggal karena penyakitnya tersebut.


Kasubbag Humas Polres Nganjuk AKP Rony Yunimantara mengungkapkan, kematian Bambang baru dilaporkan sekitar pukul 18.00 Rabu lalu. “Sebelum meninggal korban sempat curhat di WA (WhatsApp, Red),” ujar Rony.


Dalam unggahan statusnya, Bambang mengeluhkan sesak napas dan badannya terasa nyeri. Dia juga memohon kepada Alloh SWT agar segera menyembuhkan penyakitnya.


Tak dinyana, kurang dari 24 jam usai mengunggah status, Bambang ditemukan meninggal dunia. “Keluarga korban baru datang ke Nganjuk pukul 21.30 dan dia dimakamkan di Tuban,” jelas Rony memastikan tidak ada indikasi kriminalitas dalam kasus kematian Bambang.


Terpisah, Arfan Priyantoko, 35, tetangga kontrakan Bambang membeberkan kronologi meninggalnya pria asal Tuban tersebut. Menurutnya, kematian Bambang kali pertama diketahui oleh Sutarjan, 42, teman korban.


Sekitar pukul 16.00 Rabu lalu, Sutarjan hendak mengirim makanan kepada Bambang. “Temannya itu tidak bisa masuk ke dalam rumah. Sudah digedor beberapa kali,” tutur Arfan.


Sutarjan semakin curiga setelah mengetahui pintu rumah terkunci dari dalam. Hal tersebut menunjukkan Bambang berada di dalam rumah dan tidak menyahut.


Setelah beberapa kali memanggil dan menggedor pintu tetap tak ada jawaban, Sutarjan memutuskanmemanggil satu temannya. Dibantu beberapa perangkat desa, Sutarjan mendobrak pintu rumah berwarna hijau tersebut.


Saat itu, warga sekitar sudah mulai berkumpul di dekat rumah. Setelah pintu terbuka, diketahui Bambang tergeletak dan dalam kondisi meninggal dunia.


Usai memastikan Bambang meninggal, perangkat desa langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kertosono. Polisi lantas berkoordinasi dengan Puskesmas Kertosono untuk mengantisipasi kematian Bambang akibat Covid-19.


Koordinasi antara Polsek Kertosono dan Puskesmas Kertosono ini juga dibenarkan oleh Rony. Menurutnya, tenaga kesehatan yang memakai alat pelindung diri (APD) lengkap diminta mengecek kondisi Bambang untuk mencegah penularan Covid-19.


Kecurigaan akan penyakit dari Wuhan, Tiongkok itu muncul  akibat keluhan Bambang di status WA. “Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata negatif. Bukan karena Covid-19,” jelasnya.


Untuk diketahui, kedatangan petugas dari Puskesmas Kertosono yang memakai APD lengkap sempat membuat warga yang awalnya berkerumun membubarkan diri. Mereka khawatir terpapar Covid-19. Warga baru kembali mendekat setelah mengetahui hasil tes.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #penjual #radar nganjuk #meninggal