Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Perdebatan Kutukan Kartikea Singha

adi nugroho • Selasa, 6 Oktober 2020 | 00:26 WIB
perdebatan-kutukan-kartikea-singha
perdebatan-kutukan-kartikea-singha

Catatan sejarah tentang Kerajaan Kalingga masih sangat minim. Sejarawan pun mencoba menguak teka-teki tersebut. Yang diketahui Kalingga Utara di Jepara dan Selatan di Kediri


 


Sejarawan Agus Sunyoto memastikan bahwa di kawasan Kali Konto, tepat di utara Gunung Kelud ini memiliki berbagai peradaban masa lalu. Termasuk adanya sejumlah kerajaan yang terus-menerus ada di kawasan yang saat ini menjadi Kecamatan Kepung dan Kecamatan Kandangan tersebut.


Mulai adanya Kerajaan Kalingga pada abad ke-6 hingga Majapahit di abad 15. Cerita adanya kerajaan tersebut dibubuhkannya pada beberapa buku. Atlas Wali Songo, dan Mahapatih Mangkubhumi Majapahit Pu Gajah Mada di antara buku-buku tersebut.


 


Salah satu cerita yang paling terkenal adalah terkait kutukan Kartikea Singha. Yakni suami Ratu Shima yang juga penguasa Kerajaan Kalingga sebelum Mataram Kuno. Kerajaan ini ia sebutkan terletak di Desa Keling, Kecamatan Kepung. Kutukan yang bahkan selama ini masih menjadi banyak perdebatan itu adalah terkait kepala negara yang masuk wilayah Kediri maka ia akan jatuh. Hingga saat ini pun masih banyak yang meyakini perihal tersebut. Kutipan kutukan itu dimuat Agus Sunyoto pada karyanya buku Atlas Walisongo.


 


Yang juga terkenal dari kerajaan ini adalah Kalingga Dharmasashtra. Sebuah kitab susunan di masa Kartikea Singha tentang hukum pidana pertama kali di Nusantara. Terdiri dari 119 pasal. Dalam beberapa forum diskusi, Agus Sunyoto menyebut bahwa Ratu Shima berasal dari Jepara atau yang dikenal dengan nama Kalingga Utara. Sedangkan suaminya Kartikea Singha berasal dari Kediri atau daerah Keling saat ini yang dikenal dengan Kalingga Selatan.


 


Selain pada buku Atlas Walisongo, cerita kejayaan kerajaan di wilayah Keling juga dibahasnya pada buku Mahapatih Mangkubhumi Majapahit Pu Gajah Mada. Pada buku ini lebih mengarah pada cerita di zaman Majapahit. Salah satu versi sejarah Nusantara juga mencatat bahwa pada zaman Majapahit, daerah Keling di Kepung ini tak begitu saja mati. Bahkan pernah jaya sebagai negara bagian Majapahit yakni Bhre Keling. Dengan pimpinan Girindrawardhana Dyah Ranawijaya. Pada tahun 1486 M, nama kerajaannya adalah Wilwatikta Daha Jenggala Kadiri. Itu disebutkan dalam Prasasti Jiu.


Sementara di wilayah sekitar Desa Keling, bukti peninggalan kuno masih sangat minim. Banyak yang berpendapat bahwa selain terkena bencana dan terkubur material vulkanik, masuknya Islam di abad 15 membuat umat Hindu di kawasan ini berpindah ke lereng-lereng gunung. Tempat-tempat suci pun banyak yang ditinggalkan. Kemudian tak jarang adanya perusakan pada bangunan-bangunan peninggalan tersebut. (din/bersambung/dea)

Editor : adi nugroho
#radarkediri #kediri #kelud