KOTA, JP Radar Kediri – Pasar-pasar tradisional di Kota Kediri mulai bersiap untuk penerapan new normal. Beberapa di antaranya mulai menerapkan beberapa aturan dalam masa transisi menuju tatanan hidup baru tersebut. Selain tetap memberlakukan physical distancing aturan bakal ditambah dengan penerapan ganjil genap untuk pengunjung pasar.
“Untuk pelaksanaan physical distancing sudah bagus. Kemarin sudah kami terapkan di Pasar Bandar,” aku Kepala Bidang Indag Dinas Perdagangan dan Perindustrian Anik Sumartini.
Bila pedagang dikenakan aturan jaga jarak, disperdagin juga menyiapkan aturan lain untuk pengunjung. Yaitu menerapkan aturan ganjil genap. Nanti pengunjung pasar akan di-thermo gun terlebih dulu sebelum diperbolehkan masuk pasar. Setelah dilihat suhu tubuhnya mereka akan diminta memperlihatkan kartu tanda penduduk (KTP). Mereka baru boleh berbelanja bila nomor KTP-nya sama dengan ketetapan ganjil genap yang diterapkan saat itu.
Hanya saja, aturan ganjil genap untuk pengunjung itu belum diketahui kapan akan diterapkan. Disperdagin masih akan melakukan uji coba terlebih dulu. Kapan dan di mana uji coba itu akan diterapkan masih belum dipastikan.
Selain dua hal di atas, saat penerapan new normal nanti setiap pengunjung juga wajib bermasker. Serta mencuci tangan sebelum dan sesudah bertransaksi.
“Yang tidak memakai masker tidak boleh masuk ke dalam pasar,” imbuhnya.
Sementara itu, peningkatan kuantitas pengunjung pasar mulai terlihat kemarin. Dibanding hari-hari sebelumnya pasar terlihat lebih ramai. Meskipun tidak sepadat seperti sebelum terjadi pandemi korona.
Selain itu, mayoritas pengunjung dan pedagang sudah mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan. Seperti menggunakan masker dan mencuci tangan.
“Mulai adanya peningkatan (jumlah pengunjungnya) meski tidak begitu ramai,” kata Yudi, salah satu pedagang di Pasar Setonobetek.
Meningkatnya jumlah pengunjung itu ikut memengaruhi penjualan Yudi. Menurutnya, dalam satu hari ia dapat menjual sekitar lima kuintal sayur-sayuran. Mulai dari wortel, tomat, kubis, brokoli, sawi putih, atau buncis. Sebelum pasar kembali ramai seperti saat ini ia hanya dapat menjual setengahnya.
Meskipun ada peningkatan penjualan namun tidak berpengaruh dengan harga sayuran yang dia jual. “Untuk harga sayur cenderung stabil. Hanya saja harga bawang merah memang mengalami kanaikan harga,” terangnya.
Di lapak Yudi harga bawang merah masih tinggi. Untuk satu kilogramnya dijual dengan harga Rp 40 ribu. Sementara untuk harga sayur lainnya seperti sawi putih dijual dengan harga Rp 1.000 per ons. Begitu pula dengan harga kubis yang dijual dengan harga sama dengan sawi putih.
“Meski adanya PSBB (di beberapa daerah) untuk stok sayuran masih ada,” aku Yuli.
Terkait lancarnya pasokan sayur ke Kota Kediri itu dibenarkan oleh Anik. Menurutnya, untuk stok sayur masih aman. Karena untuk pengiriman bahan makanan masih diperbolehkan. Sedangkan untuk harga cenderung normal.
“Yang mengalami kenaikan adalah bawang merah,” jelasnya.
Editor : adi nugroho