NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Gedung Juang 45 Nganjuk butuh perbaikan. Pasalnya, kondisi gedung yang jadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Nganjuk itu mengalami kerusakan di beberapa bagian. Yaitu, beberapa titik plafon yang ambrol dan lantai yang retak menganga.
Pantauan koran ini, plafon di lantai 2 Gedung Juang 45 mulai ambrol sejak musim hujan Februari lalu. Hingga kemarin, kerusakan di sana masih belum diperbaiki.
Di bagian lain, lantai gedung juga mulai ambles. Meninggalkan rongga dengan lebar sekitar empat sentimeter. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nganjuk Kartimah yang dikonfirmasi tentang kerusakan di Gedung Juang 45 mengatakan, pihaknya akan mengoordinasikan dengan OPD terkait. “Nanti akan dikoordinasikan agar dilakukan perbaikan,” ujar Kartimah.
Perempuan berjilbab itu mengakui, Gedung Juang 45 merupakan aset Pemkab Nganjuk. Tempat tersebut sering digunakan untuk beragam kegiatan masyarakat. Mulai olahraga danpertunjukan seni.
Sementara, beberapa ruangan di sana, dimanfaatkan untuk base camp olahraga. Meski menjadi bagian dari aset Pemkab Nganjuk, menurutnya gedung di Jl DR Soetomo Kota Nganjuk itu dikelola oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). Karenanya, kerusakan akan dikoordinasikan dengan dinas tersebut.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Nganjuk Gunawan Widagdo yang dikonfirmasi koran ini menyebut, pihaknya masih menunggu laporan dari bidang yang menanganinya. “Bagian yang menangani masih ada ujian di Jogja,” tuturnya.
Ditanya tentang anggaran perbaikan, Gunawan mengaku belum bisa memastikan apakah tahun ini ada alokasi atau tidak. Meski demikian, dia
berjanji tetap akan melakukan perbaikan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. “Kalau tidak diperbaiki bisa tambah rusak,” terangnya.
Apalagi, di lantai atas ada genangan air saat terjadi hujan. Kondisi tersebut dia anggap bisa membahayakan. “Tetap akan diperbaiki nanti agar tidak berbahaya,” tegasnya.
Lebih jauh Gunawan menjelaskan, saat ini dinas PUPR harus membantu dampak banjir di Roro Kuning dan aliran sungai Bodor yang tertutup rumpun bambu. “Setelah dari sana nanti akan kami cek,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono langsung meminta pemkab memperbaiki kerusakan di Gedung Juang 45. “Bangunan itu kan punya nilai sejarah,” katanya meminta OPD terkait menganggarkan biaya pemeliharaan.
Dia mengingatkan ancaman bahaya bila gedung sampai ambruk. Apalagi, gedung sering digunakan untuk kegiatan masyarakat. “Banyak anak-anak di sana,” tegas Tatit sembari mengingatkan potensi PAD yang akan hilang.
Editor : adi nugroho