25.3 C
Kediri
Saturday, January 28, 2023

Warga Terdampak Tol Kediri-Tulungagung Harus Aktif Beri Data

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Warga terdampak proyek pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung di Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan berkumpul di balai desa kemarin (24/1). Mereka mendengarkan paparan terkait proses pembebasan lahan yang diawali pengumpulan data oleh satuan tugas (satgas) A dan satgas B.

Saat tim satgas turun ke lokasi untuk melakukan inventarisasi dan identifikasi serta pendataan, masyarakat yang terdampak proyek tol harus aktif. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan hasil akhir yang nanti akan dikeluarkan appraisal. Karena hasil penilaian appraisal sudah final maka pemilik tanah terdampak tol harus menyampaikan semua data tanahnya kepada satgas.

“Pemilik tanahlah yang tahu tentang lahannya,” kata Sukadi selaku Ketua Tim Pendamping Pengadaan Tanah Pemkab Kediri.

Jika di lahan yang terdampak proyek tol itu ada sumur maka harus disampaikan ke satgas. Termasuk tanaman yang terkandung didalamnya. Sukadi memastikan tim pengadaan tanah tidak akan merugikan masyarakat yang tanahnya terkepras jalan tol.

Baca Juga :  Candirejo-Guyangan Retak-Retak

Dia mencontohkan, lahan yang lokasinya berada di tempat yang sama di tepi jalan raya. Yang satu ada tambahan material tanah uruk dan satunya lagi lahan kosong. Secara nilai, kedua lahan itu pasti akan berbeda.

- Advertisement -

Yang ada tambahan material, lanjut Sukadi, tanah uruknya pasti lebih tinggi. “Nanti tim appraisal yang menentukannya,” ujar pria yang menjabat asisten administrasi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat pemkab ini.

Dari beberapa pengalaman yang terjadi selama ini, Sukadi mengaku, nilai pengganti lahan terdampak pembangunan proyek strategis nasional (PSN) tidak akan lebih rendah dari harga pasar. Jika ada yang nilainya lebih rendah dari harga pasar, nanti bisa disertakan dengan dokumen jual beli bukan kuitansi.

Sebab itu, sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Manyaran kemarin juga menyampaikan waktu pelaksanaan Satgas A dan B turun ke lapangan. “Tim satgas A dan B akan mulai ke lapangan Kamis (26/1),” paparnya.

Baca Juga :  Dicari, Pemain Muda Bermental Baja!

Sukadi mengimbau, pemilik tanah mendampingi tim satgas untuk membantu pendataan. Sehingga saat semuanya selesai, tidak ada yang datanya kurang. Penyampaian sosialisasi itu tidak hanya di Desa Manyaran. Kegiatan serupa dilanjutkan di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, tadi malam (24/1). Acara dimulai sekitar pukul 19.00.

Selain Sukadi, sosialisasi itu dihadiri pula Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri, Camat Banyakan Harry Utomo, dan perwakilan dari Koramil TNI Banyakan.

Sekretaris BPN Kabupaten Kediri Sapto Warsi yang hadir dipertemuan kemarin, mengamini semua yang disampaikan Sukadi. Ia berharap, pembebasan lahan bisa berlangsung lancar.

“Tim satgas A dan satgas B untuk tol Kediri-Tulungagung sudah dibentuk. Kni tinggal melaksanakan identifikasi dan pendataan di lapangan,” tutupnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.






Reporter: rekian
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Warga terdampak proyek pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung di Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan berkumpul di balai desa kemarin (24/1). Mereka mendengarkan paparan terkait proses pembebasan lahan yang diawali pengumpulan data oleh satuan tugas (satgas) A dan satgas B.

Saat tim satgas turun ke lokasi untuk melakukan inventarisasi dan identifikasi serta pendataan, masyarakat yang terdampak proyek tol harus aktif. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan hasil akhir yang nanti akan dikeluarkan appraisal. Karena hasil penilaian appraisal sudah final maka pemilik tanah terdampak tol harus menyampaikan semua data tanahnya kepada satgas.

“Pemilik tanahlah yang tahu tentang lahannya,” kata Sukadi selaku Ketua Tim Pendamping Pengadaan Tanah Pemkab Kediri.

Jika di lahan yang terdampak proyek tol itu ada sumur maka harus disampaikan ke satgas. Termasuk tanaman yang terkandung didalamnya. Sukadi memastikan tim pengadaan tanah tidak akan merugikan masyarakat yang tanahnya terkepras jalan tol.

Baca Juga :  Candirejo-Guyangan Retak-Retak

Dia mencontohkan, lahan yang lokasinya berada di tempat yang sama di tepi jalan raya. Yang satu ada tambahan material tanah uruk dan satunya lagi lahan kosong. Secara nilai, kedua lahan itu pasti akan berbeda.

Yang ada tambahan material, lanjut Sukadi, tanah uruknya pasti lebih tinggi. “Nanti tim appraisal yang menentukannya,” ujar pria yang menjabat asisten administrasi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat pemkab ini.

Dari beberapa pengalaman yang terjadi selama ini, Sukadi mengaku, nilai pengganti lahan terdampak pembangunan proyek strategis nasional (PSN) tidak akan lebih rendah dari harga pasar. Jika ada yang nilainya lebih rendah dari harga pasar, nanti bisa disertakan dengan dokumen jual beli bukan kuitansi.

Sebab itu, sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Manyaran kemarin juga menyampaikan waktu pelaksanaan Satgas A dan B turun ke lapangan. “Tim satgas A dan B akan mulai ke lapangan Kamis (26/1),” paparnya.

Baca Juga :  Kolaborasi untuk Hadang Kemarau Panjang

Sukadi mengimbau, pemilik tanah mendampingi tim satgas untuk membantu pendataan. Sehingga saat semuanya selesai, tidak ada yang datanya kurang. Penyampaian sosialisasi itu tidak hanya di Desa Manyaran. Kegiatan serupa dilanjutkan di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, tadi malam (24/1). Acara dimulai sekitar pukul 19.00.

Selain Sukadi, sosialisasi itu dihadiri pula Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri, Camat Banyakan Harry Utomo, dan perwakilan dari Koramil TNI Banyakan.

Sekretaris BPN Kabupaten Kediri Sapto Warsi yang hadir dipertemuan kemarin, mengamini semua yang disampaikan Sukadi. Ia berharap, pembebasan lahan bisa berlangsung lancar.

“Tim satgas A dan satgas B untuk tol Kediri-Tulungagung sudah dibentuk. Kni tinggal melaksanakan identifikasi dan pendataan di lapangan,” tutupnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.






Reporter: rekian

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/