24.1 C
Kediri
Saturday, January 28, 2023

Tagih Simpanan Rp 153 Miliar

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Puluhan anggota Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) kembali menggeruduk kantor di Jl Letjend S. Parman kemarin pagi. Seperti aksi demo pada November tahun lalu, mereka menuntut agar dana simpanan yang mencapai ratusan miliar segera dicairkan.

Sekitar 50 anggota KSB mendatangi kantor sekitar pukul 10.00. Sekitar 90 menit berada di lokasi, anggota yang mayoritas merupakan warga Kediri dan Tulungagung itu menagih pencairan uang yang sudah mereka simpan selama bertahun-tahun di sana. Hal tersebut dilakukan setelah imbal jasa sebesar 12 persen per tahun yang dijanjikan tak kunjung cair. Belakangan, simpanan pokok mereka juga tidak bisa dicairkan.

Dalam aksinya, anggota koperasi membawa beragam tulisan. Mulai “Pergerakan para korban KSB gagal bayar menuntut uang kembali”, “Pak Saiful, Bu Indrawati, balekno duitku” yang ditujukan kepada petinggi di KSB Cabang Kediri itu.

Koordinator Aksi Sigid Pribadi mengungkapkan, tujuan aksi kemarin masih sama dengan aksi pada November 2022 lalu. Yakni, meminta uang simpanan senilai ratusan miliar segera dicairkan. Mereka juga meminta KSB Cabang Kediri memenuhi janji-janji yang tidak ditepati. “Data yang kami terima ada total nasabah simpan sebesar Rp 153 miliar dari ratusan anggota,” tuturnya.

Baca Juga :  ATCS di Kediri: Cukup di Kota, Kabupaten Minim

Warga Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini menyebut sebelumnya pengurus juga berjanji untuk mencicil pembayaran Rp 500 ribu per bulan. Tetapi, hal tersebut tidak bisa ditepati keseluruhan. “Nyatanya hanya sebagian, saya saja belum menerima sampai sekarang,” keluhnya.

- Advertisement -

Karenanya, selain menuntut simpanan mereka dikembalikan, puluhan nasabah itu juga meminta pengurus KSB untuk transparan kepada anggota. Yaitu, memberi penjelasan kepada anggota tentang siapa saja yang sudah mendapat cicilan Rp 500 ribu per bulan. “Ternyata mereka tidak bisa memenuhi berarti kan ada yang disembunyikan,” sesalnya.

Apalagi, berdasar penuturan anggota, ada yang baru menerima cicilan sekali. Selebihnya, mereka tidak menerima lagi uang yang dijanjikan tiap bulan tersebut. Selain itu, puluhan nasabah yang rata-rata menyimpan uang senilai ratusan juta rupiah ini juga menuntut pihak KSB untuk menghadirkan pengurus pusat. Mereka diminta menjelaskan langsung permasalahan di koperasi yang berpusat di Bogor, Jawa Barat itu. “Desember lalu ditagih mereka janji menghadirkan Januari. Tetapi belum terealisasi hingga sekarang,” protes Sigid meminta kepastian kesiapan pengurus.

Baca Juga :  Rawan Tercemar, Perhutani Tutup Sumber Klewer

Terpisah, Branch Manager KSB Indrawati mengaku tidak bisa berbuat banyak selain menunggu pergerakan dari pengurus pusat. Seperti saat demo November 2022 lalu, Indrawati kembali mengaku kesulitan mengembalikan uang anggota karena pinjaman anggota juga macet. Karenanya, yang bisa dilakukan adalah mencicil uang anggota simpan.

“Semua tuntutan yang diberikan sudah kami teruskan kepada pihak pusat, kami juga menunggu karena di sana juga sedang ada masalah. Jadi kami tidak bisa janji kapan kesiapan untuk menghadirkan pihak pusat,” tuturnya pasrah.

Terkait transparansi yang diminta oleh para nasabah tentang kriteria anggota yang mendapat cicilan, Indrawati juga berdalih hal tersebut kewenangan dari pihak pusat. Karenanya, dia juga tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Puluhan anggota Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) kembali menggeruduk kantor di Jl Letjend S. Parman kemarin pagi. Seperti aksi demo pada November tahun lalu, mereka menuntut agar dana simpanan yang mencapai ratusan miliar segera dicairkan.

Sekitar 50 anggota KSB mendatangi kantor sekitar pukul 10.00. Sekitar 90 menit berada di lokasi, anggota yang mayoritas merupakan warga Kediri dan Tulungagung itu menagih pencairan uang yang sudah mereka simpan selama bertahun-tahun di sana. Hal tersebut dilakukan setelah imbal jasa sebesar 12 persen per tahun yang dijanjikan tak kunjung cair. Belakangan, simpanan pokok mereka juga tidak bisa dicairkan.

Dalam aksinya, anggota koperasi membawa beragam tulisan. Mulai “Pergerakan para korban KSB gagal bayar menuntut uang kembali”, “Pak Saiful, Bu Indrawati, balekno duitku” yang ditujukan kepada petinggi di KSB Cabang Kediri itu.

Koordinator Aksi Sigid Pribadi mengungkapkan, tujuan aksi kemarin masih sama dengan aksi pada November 2022 lalu. Yakni, meminta uang simpanan senilai ratusan miliar segera dicairkan. Mereka juga meminta KSB Cabang Kediri memenuhi janji-janji yang tidak ditepati. “Data yang kami terima ada total nasabah simpan sebesar Rp 153 miliar dari ratusan anggota,” tuturnya.

Baca Juga :  Tenaga Fungsional Tak Dapatkan TPP

Warga Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini menyebut sebelumnya pengurus juga berjanji untuk mencicil pembayaran Rp 500 ribu per bulan. Tetapi, hal tersebut tidak bisa ditepati keseluruhan. “Nyatanya hanya sebagian, saya saja belum menerima sampai sekarang,” keluhnya.

Karenanya, selain menuntut simpanan mereka dikembalikan, puluhan nasabah itu juga meminta pengurus KSB untuk transparan kepada anggota. Yaitu, memberi penjelasan kepada anggota tentang siapa saja yang sudah mendapat cicilan Rp 500 ribu per bulan. “Ternyata mereka tidak bisa memenuhi berarti kan ada yang disembunyikan,” sesalnya.

Apalagi, berdasar penuturan anggota, ada yang baru menerima cicilan sekali. Selebihnya, mereka tidak menerima lagi uang yang dijanjikan tiap bulan tersebut. Selain itu, puluhan nasabah yang rata-rata menyimpan uang senilai ratusan juta rupiah ini juga menuntut pihak KSB untuk menghadirkan pengurus pusat. Mereka diminta menjelaskan langsung permasalahan di koperasi yang berpusat di Bogor, Jawa Barat itu. “Desember lalu ditagih mereka janji menghadirkan Januari. Tetapi belum terealisasi hingga sekarang,” protes Sigid meminta kepastian kesiapan pengurus.

Baca Juga :  Proyek Pasar Wates Baru Capai 60 Persen

Terpisah, Branch Manager KSB Indrawati mengaku tidak bisa berbuat banyak selain menunggu pergerakan dari pengurus pusat. Seperti saat demo November 2022 lalu, Indrawati kembali mengaku kesulitan mengembalikan uang anggota karena pinjaman anggota juga macet. Karenanya, yang bisa dilakukan adalah mencicil uang anggota simpan.

“Semua tuntutan yang diberikan sudah kami teruskan kepada pihak pusat, kami juga menunggu karena di sana juga sedang ada masalah. Jadi kami tidak bisa janji kapan kesiapan untuk menghadirkan pihak pusat,” tuturnya pasrah.

Terkait transparansi yang diminta oleh para nasabah tentang kriteria anggota yang mendapat cicilan, Indrawati juga berdalih hal tersebut kewenangan dari pihak pusat. Karenanya, dia juga tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/