24.4 C
Kediri
Sunday, December 4, 2022

Pemkab Kediri Dorong Potensi Wisata Desa

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Pemkab mendorong pengembangan potensi wisata di daerah sekitar proyek Bandara Internasional Dhoho Kediri. Untuk mengelola desa wisata itu nanti, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri memberikan pelatihan.

“Untuk pengembangan wisata, dinas telah melakukan pelatihan tentang tata pengelolaan wisata desa,” terang Kabid Pengembangan Disparbud Kabupaten Kediri Sabila Rosad.

Tepatnya sudah ada enam desa di barat Sungai Brantas yang mengikuti pelatihan. Yaitu Desa Tiron dan Jatirejo di Kecamatan Banyakan. Lalu, Kalipang, Sonorejo, dan Grogol di Kecamatan Grogol, serta Desa Tarokan di Kecamatan Tarokan.

Menurut Rosad, setiap peserta pelatihan bertugas menggali potensi wisata di desanya masing-masing. Pihak desa tidak harus membuat sesuatu hal yang baru. Namun dapat mengembangkan potensi budaya, cerita-cerita, hingga alamnya. “Setiap desa memiliki potensi yang berbeda,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dinkes Baru Terima 1.660 Vial Vaksin

Setelah pelatihan, disparbud melakukan pemantauan. Ini karena tidak semua anggota ikut dalam pelatihan. Selain memantau perkembangan hasil pelatihan, tugas mereka juga menerangkan lagi ke kelompok tersebut.

- Advertisement -

Rosad menjelaskan bahwa peserta diberi materi tentang tata kelola desa. Di mana desa wisata nanti tidak menjual tiket. Melainkan menjual paket. Dalam satu paket mengangkat potensi di desa tersebut.

Salah satunya dengan homestay. Pengunjung wisata akan tinggal satu rumah dengan pemiliknya. Agar terhindar dari hal yang negatif, penginap laki-laki dan perempuan dipisah. Kecuali untuk pasangan suami istri.

“Selain tempat tinggal, juga disiapkan makanan,” kata laki-laki asal Tarokan ini. Pemilik rumah bisa menceritakan tentang budaya atau kebiasaan di desanya. Sehingga tamu yang datang merasa ada kedekatan dengan warga di sana.

Baca Juga :  Bupati Kab Kediri Ingatkan Banyakan dan Tarokan Percepat Vaksinasi

Contoh budaya ini salah satunya adalah ritual suroan atau bersih desa. Budaya tersebut tidak ada di kota. Tidak hanya budaya, namun juga keseniannya. Seperti tarian tradisional misalnya.

Karena tempat wisata desa ini nantinya berkelanjutan, pelayanan harus sangat diperhatikan. Sehingga nantinya mereka yang pernah datang tidak merasa menyesal. Namun, bisa menarik wisatawan lain untuk datang.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Pemkab mendorong pengembangan potensi wisata di daerah sekitar proyek Bandara Internasional Dhoho Kediri. Untuk mengelola desa wisata itu nanti, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri memberikan pelatihan.

“Untuk pengembangan wisata, dinas telah melakukan pelatihan tentang tata pengelolaan wisata desa,” terang Kabid Pengembangan Disparbud Kabupaten Kediri Sabila Rosad.

Tepatnya sudah ada enam desa di barat Sungai Brantas yang mengikuti pelatihan. Yaitu Desa Tiron dan Jatirejo di Kecamatan Banyakan. Lalu, Kalipang, Sonorejo, dan Grogol di Kecamatan Grogol, serta Desa Tarokan di Kecamatan Tarokan.

Menurut Rosad, setiap peserta pelatihan bertugas menggali potensi wisata di desanya masing-masing. Pihak desa tidak harus membuat sesuatu hal yang baru. Namun dapat mengembangkan potensi budaya, cerita-cerita, hingga alamnya. “Setiap desa memiliki potensi yang berbeda,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Jembatan Brawijaya yang Menjerat Samsul Ashar Dihentikan

Setelah pelatihan, disparbud melakukan pemantauan. Ini karena tidak semua anggota ikut dalam pelatihan. Selain memantau perkembangan hasil pelatihan, tugas mereka juga menerangkan lagi ke kelompok tersebut.

Rosad menjelaskan bahwa peserta diberi materi tentang tata kelola desa. Di mana desa wisata nanti tidak menjual tiket. Melainkan menjual paket. Dalam satu paket mengangkat potensi di desa tersebut.

Salah satunya dengan homestay. Pengunjung wisata akan tinggal satu rumah dengan pemiliknya. Agar terhindar dari hal yang negatif, penginap laki-laki dan perempuan dipisah. Kecuali untuk pasangan suami istri.

“Selain tempat tinggal, juga disiapkan makanan,” kata laki-laki asal Tarokan ini. Pemilik rumah bisa menceritakan tentang budaya atau kebiasaan di desanya. Sehingga tamu yang datang merasa ada kedekatan dengan warga di sana.

Baca Juga :  Wawancara dengan Sutrisno: Perusahaan Lebih Butuh Eggy

Contoh budaya ini salah satunya adalah ritual suroan atau bersih desa. Budaya tersebut tidak ada di kota. Tidak hanya budaya, namun juga keseniannya. Seperti tarian tradisional misalnya.

Karena tempat wisata desa ini nantinya berkelanjutan, pelayanan harus sangat diperhatikan. Sehingga nantinya mereka yang pernah datang tidak merasa menyesal. Namun, bisa menarik wisatawan lain untuk datang.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/