Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekskavasi Lagi, Adan-Adan Bisa Dikunjungi

A
DIBUKA: Disparbud bersama BRIN melakukan ekskavasi di Situs Cagar Budaya Adan-Adan kemarin (12/11). (Foto: Rekian)
DIBUKA: Disparbud bersama BRIN melakukan ekskavasi di Situs Cagar Budaya Adan-Adan kemarin (12/11). (Foto: Rekian)
KABUPATEN, JP Radar Kediri- Situs Cagar Budaya Adan-Adan kembali diekskavasi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penggalian kali ini bertujuan untuk membuka masterpiece situs Adan-Adan. Yaitu tiga benda yang terdiri dari makara dan satu dwarapala. Benda itu yang ditampilkan ke muka umum.

Tim dari badan riset dan inovasi nasional (BRIN) menjelaskan, ekskavasi dilakukan sesuai dengan hasil penelitian tahun sebelumnya. “Kami memilih tiga benda ini karena memiliki keindahan yang luar biasa termasuk ukiran dan ketinggiannya,” aku Ketua Tim Peneliti Situs Adan-Adan Sukowati Sulistyo  kemarin (12/11).

Ia mengatakan, dwarapala dan makara ini bisa menjadi inspirasi bagi para pelaku seni, termasuk pembatik. Karena ukiran tiga benda itu tergolong sempurna.

Selain itu, ketinggiannya yang mencapai 2,3 meter juga menjadi daya tarik tersendiri. Sebagai arkeolog, dia baru pertama kali menemukan benda yang tingginya lebih dari dua meter. “Ini yang tertinggi,” ungkapnya takjub.

Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Eko Priyatno mengatakan, ekskavasi kali ini bukan lagi untuk penelitian arkeologi seperti sebelumnya. Sekarang, tiga benda itu dibuka dengan tujuan untuk pengembangan dan pemanfaatan.

“Sudah saatnya situs adan-adan ditampilkan ke masyarakat,” kata Eko.

Salah satu manfaatnya bisa menjadi inspirasi pakaian khas Kabupaten Kediri. Eko menjelaskan, motif lidah api di udeng khas kabupaten terinspirasi dari benda di situs Adan-Adan. Karena itu, pemerintah desa bisa memanfaatkan situs tersebut untuk kepentingan warga.

“Benda ini bisa menjadi ikon atau membuat kegiatan berbasis cagar budaya,” ucapnya.

Yang paling penting, situs Adan-Adan ini bisa menjadi sarana edukasi. Siapa pun yang berkunjung akan mendapatkan informasi dan pengetahuan baru.

Apakah benda-benda yang sudah tersingkap akan dipindah? Eko memastikan bila semua benda yang ada di situs Adan-Adan tidak akan dipindah. Baginya nilai penting dari situs adalah konteks. Jika dipindah maka konteksnya akan hilang.

Agar tetap terlindungi, benda itu nantinya akan dibuatkan cungkup. “Doakan saja pelaksanaan (pembuatan cungkup, Red) segera bisa direalisasi,” beber Eko.

Keputusan membuka situs untuk umum disambut gembira warga. Seperti yang disuarakan Juwanaji, 64, yang diangkat menjadi juru pelihara. Dengan tersingkapnya situs tersebut, dia berharap ekonomi masyarakat di desanya bisa tumbuh dan berkembang.

“Kalau sekarang yang datang untuk semedi sudah berkurang. Dulu banyak,” akunya.

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Sinergi yang dibangun dengan Jawa Pos Radar Kediri diharapkan bisa membuka jalan organisasi pengusaha muda ini untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Kediri.

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Antusiasme menyambut School Contest XVIII – GENZVERSE Digital Roots Local Soul semakin terasa. Kemarin (21/10), peserta dari empat kategori lomba bersemangat

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Atmosfer persaingan di antara para peserta School Contest  2026 mulai terasa. Setidaknya terlihat dalam technical meeting (TM) hari pertama-dari rencana tiga hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer