MALANG, JP Radar Kediri- Persik Kediri gagal mencuri poin di kandang Arema FC (11/1). Saat melalui mixed zone, para pemain Macan Putih hanya tertunduk lesu. Ekspresinya penuh kekecewaan.
Bagaimana tidak, anak asuh Marcos Reina Torres sejatinya sudah mengantongi kemenangan hingga menit ke-90. Namun tiga poin lepas begitu saja saat memasuki injury time.
“Kami minta maaf kepada suporter,” kata Wigi Pratama, pemain Macan Putih yang turut turun di laga kontra Arema FC (11/1).
Saat laga kontra Singo Edan, pemain muda Persik Kediri itu mengaku telah berusaha semaksimal mungkin. Tak hanya dirinya. Begitu juga dengan penggawa lainnya.
Para pemain telah bekerja keras untuk mengeksekusi skema permainan dari tim pelatih dengan baik. Hanya saja, fakta di lapangan berkata lain.
“Kami bermain bagus sebenarnya. Kami ikutin apa yang sudah dirancang di latihan cuman kami tidak bisa meraih poin maksimal. Harusnya kami mendapatkan tiga poin,” kata pemain yang akrab disapa Wigi itu.
Nahasnya, kekalahan atas Arema FC ini telah membuat skuad Macan Putih harus turun tangga. Dari peringkat 11 menjadi 12.
Artinya, perjalanan Persik Kediri di putaran kedua kompetisi akan semakin berat. Selisih poin dengan tim papan atas pun kian sulit dikejar.
Di sisi lain, performa Persik Kediri juga masih belum konsisten. Selama putaran pertama kompetisi, skuad Macan Putih hanya mampu mencatatkan lima kemenangan.
Sementara, kekalahan yang dialami ada sebanyak delapan kali. Empat pertandingan sisanya berakhir dengan hasil imbang.
Tentu saja fakta ini harus menjadi catatan manajemen. Sebab, target yang digaungkan adalah meraih prestasi yang lebih baik dibanding musim lalu.
“Kami bakal berjuang lagi di pertandingan selanjutnya,” janji Wigi. (em/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita