Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Striker Persik Kediri Jose Enrique Menanti Duet dengan Sergio Castel

E
Penulis: Emilia Susanti❯

Advertisement

Pemain Persik Kediri Jose Enrique. (FOTO: Persik Kediri)
Pemain Persik Kediri Jose Enrique. (FOTO: Persik Kediri)

Jose Enrique wajib kerja ekstra untuk mempertahankan posisi utamanya. Sebab, pesaingnya, Sergio Castel, telah kembali pulih dari cedera.

Bahkan telah ditugaskan untuk menggantikan dirinya dalam tiga laga terakhir. Ya walaupun berstatus pemain pengganti.

Advertisement

Dengan kata lain, Jose berada dalam situasi terancam. Pasalnya, perebutan posisi striker utama Macan Putih menjadi makin ketat.

Mau tak mau, dia harus kerja keras. Apalagi, sejak brace-nya di laga kontra Garudayaksa FC, dirinya masih belum bisa mencetak gol lagi.

Tak hanya berpotensi tersingkir dari striker utama, gelar top scorer-nya di Persik Kediri juga berpotensi melayang.

Advertisement

Itu karena pemain lini depan juga aktif mecetak gol. Adalah sang gelandang serang Eduardo Barbosa dan penyerang sayap Ernesto Gomez. Keduanya saat ini sama-sama berhasil mencatatkan dua gol di Persik Kediri.

Nyatanya, semua situasi itu tak membuat Jose merasa kecewa. Sebaliknya, dia mengaku senang rekan setimnya bisa mencetak gol untuk Macan Putih. Terlebih lagi bila gol itu memberikan tiga poin untuk tim.

“Tetapi sebagai striker sangat penting untuk mencetak gol, saya berharap bisa mencetak lebih banyak gol,” katanya.

Saat melanjutkan jawabannya, ada momen unik yang terjadi di sesi press conference usai laga kontra PSS Sleman pada Kamis sore itu (22/10). Ada satu kata menarik yang diucapkannya. Inshallah.

Siapa sangka, dia mengucap Inshallah sebelum mengakhiri kalimatnya. Inshaallah merupakan kata yang biasanya digunakan orang muslim saat ingin menyampaikan rencana atau janji atau harapannya di masa depan.

“Aku akan terus bekerja keras, berlatih, Inshaallah,” ujarnya.

Terlepas dari momen unik itu, Jose tak merasa keberatan jika pemain Macan Putih lainnya mencetak gol.

Bahkan, jika pelatih nantinya memasang dua striker, dia tak akan protes. Tak terkecuali bila diduetkan dengan Sergio Castel.

“Tentu saja saya bersedia (diduetkan, Red), kenapa tidak. Dia pemain yang sangat bagus,” tandasnya. (em/fud)

Advertisement

Artikel Terkait

Tak Mudah Ikuti Gaya Main Persik, Park Junheong Belajar Banyak Hal di Skuad  Macan Putih

Tak Mudah Ikuti Gaya Main Persik, Park Junheong Belajar Banyak Hal di Skuad Macan Putih

Park Junheong menjadi salah satu tembok kokoh Persik Kediri. Namun begitu, mengawal lini bertahan skuad Macan Putih bukanlah perkara mudah.

Bergabung ke Persik Kediri, Park Junheong Rasakan Sensasi menjadi Idola

Bergabung ke Persik Kediri, Park Junheong Rasakan Sensasi menjadi Idola

Laiknya pria Asia Timur, Park Junheong berkulit kuning langsat terang. Matanya pun lebih sipit dibanding orang Indonesia.

Persik Kediri vs PSS Sleman: Brace Ernesto Gomez Sukses Amankan Tiga Poin Macan Putih

Persik Kediri vs PSS Sleman: Brace Ernesto Gomez Sukses Amankan Tiga Poin Macan Putih

Gol cepat pemain nomor punggung 7 itu dicetak pada menit ke-8 lewat titik putih. Tertinggal di babak pertama, tim tamu berusaha mengejar defisit gol.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer