JP RADAR KEDIRI - Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap arus balik lebaran tahun ini, melalui Kepolisian Republik Indonesia (Polri) khususnya Korlantas menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan arus balik Lebaran 2026. Skema one way nasional akan mulai diberlakukan pada 24 Maret 2026 yang diprediksi menjadi puncak arus balik.
Berdasarkan data Korlantas, distribusi kendaraan diperkirakan mencapai 66% menuju jalur Trans Jawa, sementara 33% lainnya mengarah ke wilayah Jawa Barat. Untuk mendukung kelancaran arus, ruas Tol Japek II Selatan akan difungsikan penuh mulai dari Sadang hingga Setu. Selain itu, sistem one way nasional akan diterapkan mulai dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikarang Utama sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan volume kendaraan.
Disisi lain, Contraflow menjadi salah satu rekayasa lalu lintas yang kerap digunakan untuk mengurai kepadatan di jalan tol selama arus balik Lebaran. Kebijakan ini diberlakukan pemerintah melalui koordinasi Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum, sebagaimana diatur dalam SKB pengaturan lalu lintas selama Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah.
Selain itu, rekayasa lalu lintas lain seperti contraflow dan pengalihan arus juga akan diterapkan, baik di jalan tol maupun jalur arteri. Sistem contraflow diberlakukan mulai KM 70 hingga KM 47 guna memastikan arus kendaraan untuk mengurai kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran perjalanan pemudik.
Saat melintasi jalur contraflow, pengemudi diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi kecepatan dan menjaga emosi selama berkendara. Pengendara juga perlu tetap fokus, menjaga jarak aman, serta memastikan bahan bakar mencukupi karena tidak dapat langsung keluar menuju rest area. Selain itu, dianjurkan menggunakan lajur paling kiri dan menyalakan lampu hazard serta memasang segitiga pengaman jika kendaraan mengalami gangguan. Keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama sepanjang perjalanan.
Baca Juga: Duh, Rumah Warga di Kediri Ludes Terbakar saat Rayakan Lebaran, Ini yang Diduga Jadi Penyebabnya
Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun lalu mencatat perputaran uang dari pusat ke daerah mencapai sekitar Rp137 triliun. Ia berharap, pada tahun ini nilai tersebut dapat meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di berbagai daerah.
Penulis adalah Thalia Angel Kesi, Mahasiswa Politeknik Malang. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita