KEDIRI, JP Radar Kediri–Warga Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, gempar.
Ini setelah mereka menemukan mayat laki-laki tanpa identitas yang mengambang di aliran Sungai Brantas, kemarin pagi.
Jasad laki-laki yang memakai jam tangan itu ditemukan dalam kondisi berpakaian lengkap. Yakni memakai celana hitam dan baju batik warna cokelat.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, jenazah pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.30.
Salah seorang operator perahu penyeberangan yang melihat mayat itu langsung melapor ke perangkat Desa Banggle.
Kapolsek Ngadiluwih AKP Budi Winariyanto mengatakan, timnya langsung turun ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan dari warga.
“Kami lakukan olah TKP dengan tim Inafis berikutnya kami evakuasi,” ungkap Budi ditemui di lokasi kejadian kemarin.
Evakuasi mayat tersebut berhasil dilakukan sekitar pukul 10.30. Dari hasil pemeriksaan awal, laki-laki tersebut diperkirakan berusia 40 tahun.
Tangan kirinya masih memakai jam tangan warna kuning keemasan.
“Dari hasil pemeriksaan juga tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” lanjut Budi memperkirakan korban belum tenggelam dalam waktu lama di sungai.
Selain baju korban yang masih lengkap, juga belum tercium bau menyengat dari tubuhnya.
“Kondisi kulit masih utuh, belum mengelupas,” terang perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.
Terkait penelusuran identitas korban, Budi menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian sektor jajaran.
Hingga pukul 11.00 kemarin masih belum ada laporan warga yang kehilangan anggota keluarga. Baik dari Desa Banggle maupun wilayah Kecamatan Ngadiluwih lainnya.
“Kami masih terus berupaya mengidentifikasi identitas korban,” papar Budi sembari menyebut jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk identifikasi melalui sidik jari.
Polisi juga membuka peluang bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke Polsek Ngadiluwih atau perangkat desa terdekat.
“Informasi terkait ciri-ciri korban akan disebarluaskan guna membantu proses identifikasi,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita