Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BBM Non Subsidi Naik, Pemkot Kediri Cek Berkala SPBU. Ini Pengawasan Yang Dilakukan!

Hilda Nurmala Risani • Jumat, 6 Maret 2026 | 15:49 WIB

 

 

TELITI : Disperdagin Kota Kediri melakukan pengecekan di salah satu SPBU di Kota Tahu.
TELITI : Disperdagin Kota Kediri melakukan pengecekan di salah satu SPBU di Kota Tahu.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang mengalami kenaikan sejak Minggu (1/3) lalu tak hanya menyita perhatian masyarakat. Melainkan, juga pemerintah daerah setempat.

Dalam hal ini adalah Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri.  Alhasil, dilakukan pemantauan dan pengawasan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

pengawasan dilakukan untuk memastikan bahwasannya BBM yang dibeli oleh masyarakat benar-benar sesuai dengan harga dan kualitasnya.

“Pengawasan dilakukan dengan sasaran 14 SPBU yang tersebar di wilayah Kota Kediri. Seperti yang dilakukan kemarin Senin hingga Rabu,” ujar Kepala Disperdagin Kota Kediri M. Ridwan.

Pengawasan dipusatkan pada ketepatan takaran bahan bakar di setiap nozzle dan selang pengisian.

Itu mencakup seluruh produk BBM yang tersedia. Baik subsidi seperti Pertalite. Maupun non subsidi, Pertamax dan Pertamax Turbo.

Baca Juga: BBM Non Subsidi Merangkak Naik, Ini Daftar Harganya Saat Ini!

Diakuinya pengawasan ini untuk menjaga harga dan takaran yang sampai kepada masyarakat memang benar-benar sesuai. Sehingga tidak menimbulkan kerugian salah satu pihak.

“Setiap nozzle kita uji sebanyak tiga kali menggunakan bejana ukur berkapasitas 20 liter untuk memastikan ketepatan takaran,” imbuhnya.

Nantinya pengawasan serupa akan dilakukan secara rutin dan masif. Terutama menjelang hari besar keagamaan.

Itu dilakukan untuk memberikan rasa aman. Sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap akurasi takaran dan kualitas BBM di seluruh SPBU Kota Kediri.

“Langkah ini menjadi sinyal tegas bahwa takaran Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak boleh dipermainkan,” tandasnya sembari menyebut jika stok saat ini dipastikan aman.

Baca Juga: Harga BBM Terbaru Mulai Maret 2026, Pertalite dan Pertamax Kini Berapa?

Di lain sisi, masyarakat juga menyambut baik langkah yang diambil oleh pemerintah. Itu mengingat dengan harga yang mengalami kenaikan tentu membuat biaya operasional semakin bertambah.

“Kalau untuk kami yang tiap hari berkegiatan dengan menggunakan sepeda motor tentu kerasa kenaikannya. Jangan sampai harga naik tapi kualitas dan takaran dipermainkan,” tutur Adi, 28, warga Kecamatan Kota, Kota Kediri.

Oleh karenanya, perlu peran pemerintah dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Salah satunya dengan mengawasi dan memantau rutin takaran dan harga BBM di SPBU.

Editor : Andhika Attar Anindita
#disperdagin #Takaran #non subsidi #bbm naik #harga #kota kediri