Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bermain Sendiri, Balita di Mojo Kediri Hilang bak Ditelan Bumi, Ini Kronologinya

Hilda Nurmala Risani • Jumat, 27 Februari 2026 | 19:38 WIB

 

 

Muhamad Sofwan Hasnawi, balita hilang di wilayah Dusun Pelem, Desa Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Muhamad Sofwan Hasnawi, balita hilang di wilayah Dusun Pelem, Desa Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Seorang bocah balita anak warga Dusun Pelem, Desa Maesan, Kecamatan Mojo, dilaporkan hilang sejak Kamis siang (26/2). Hingga kemarin pencarian terus dilakukan. Sayangnya, jejak bocah berusia lima tahun itu tak jua didapat.

Bocah hilang itu bernama Muhamad Sofwan Hasnawi. Anak pasangan Nasori-Fatinatus Yuli. Dia dilaporkan hilang ketika bermain di sekitar rumah tetangganya.

“Sekitar jam dua siang (pukul 14.00, Red) anaknya berlari ke dekat rumah pak Koir itu. Biasanya langsung saya hampiri. Cuma kemarin memang karena ada repot. Baru sepuluh menit berselang dihampiri ke situ (tapi sudah) tidak ada,” ujar Nasori, sang bapak.

Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab Kematian Orang Hilang di Lereng Gunung Kelud

Pria itu mengakui anak bungsunya itu memang hiperaktif. Kerap bermain di rumah tetangganya itu. Biasanya selalu dia dampingi karena di sekitarnya adalah pekarangan yang lebat serta banyak kolam ikan. Juga, banyak gundukan pasir yang berasal dari Sungai Brantas.

Ketika mencari tidak ada, Nasori menunggu hingga petang. Ketika tidak juga kembali dia pun melapor ke perangkat desa.

Mendapat laporan itu, perangkat desa segera menggerakkan warga. Mereka melakukan pencarian. Berlangsung setelah Isya, warga menyusuri seluruh area di sekitar tempat bocah terlihat  terakhir kali.

Baca Juga: Sisir Gunung Kelud untuk Mencari Orang Hilang, Tim SAR Turunkan Anjing Pelacak

Warga juga menjelajahi area yang selama ini jarang dijamah. Meskipun harus ‘membuat jalan’ dengan memotongi tanaman perdu yang tumbuh liar. Sayang, upaya itu sia-sia.

“Dari habis isya sampai pukul 02.00 dini hari ratusan warga melakukan pencarian,” beber bapak dari tiga anak itu.

Saat hilang itu, Nasori menyebut anaknya mengenakan kaus coklat dan bercelana pendek merah. Anak berbadan gemuk dengan rambut lurus agak panjang itu juga memakai diapers.

“Anak saya itu lebih tinggi dibanding anak seusianya. Kulitnya kuning langsat,” ucapnya menjelaskan ciri-ciri sang anak.

Baca Juga: Pencarian Orang Hilang di Lereng Gunung Kelud, Tim SAR Cium Bau Bangkai

Ririn, warga yang ikut pencarian, menjelaskan bahwa upaya menemukan Hasnawi tak hanya secara konvensional. Mereka juga melibatkan paranormal. Alasannya, sekitar lokasi hilang dikelilingi pohon besar yang bernuansa magis.

 “Kemarin malam juga ada paranormal yang turut dihadirkan. Bilangnya hilang juga di sekitar sini (pekarangan, Red),” bebernya.

Pantauan wartawan koran ini, pencarian kembali dilakukan sekira pukul 09.00 hingga 10.46 kemarin. Polisi dan warga menjelajahi area di sekitar kolam ikan milik tetangga korban. Total ada enam kolam yang diperiksa secara teliti. Namun hasilnya masih nihil.

Beberapa warga juga melakukan pencarian di area rumah kosong. Juga pekarangan yang bisa tembus ke Sungai Brantas.

“Beberapa titik lokasi sudah kami lakukan penyisiran. Mulai dari area sekitar rumah, pekarangan hingga kolam warga. Sementara hasilnya masih belum ada tanda-tanda,” ujar Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan.

Baca Juga: Orang Hilang di Lereng Gunung Kelud Ditemukan Sudah Tak Bernyawa, Ini Lokasi Penemuannya

Kapolsek belum bisa memastikan apakah hilangnya korban di pekarangan atau Sungai Brantas. Dugaan sementara korban tak mungkin berlari ke arah sungai karena jaraknya jauh dan medannya terjal.

“Meskipun tidak dimungkinkan berbagai upaya pencarian menuju sana (Sungai Brantas, Red) akan tetap dilakukan. Termasuk apakah nantinya menggandeng BPBD (badan penanggulangan bencana daerah, Red) dan pihak terkait,” pungkas perwira dengan dua balok emas di pundak itu.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #Usia 5 tahun #balita hilang #desa maesan #kecamatan mojo