KEDIRI, JP Radar Kediri– Kebakaran yang melanda toko bangunan Jaya Abadi Pare, Sabtu sore (20/12) benar-benar hebat.
Api membakar habis bangunan toko sekaligus barang-barang di dalamnya. Kerugiannya juga tak main-main, diperkirakan mencapai Rp 2,5 miliar!
“Kerugian (memang) belum bisa dihitung secara pasti. Namun kalau dilihat dari existing yang ada, kenyataan, ini perkiraan sekitar Rp 2,5 miliar,” terang Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono, kemarin.
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.00. Menimpa toko bangunan yang berada di Jalan Mastrip, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare.
Api menjalar dengan cepat. Bangunan berukuran sekitar 8 x 10 meter tersebut langsung diselimuti si jago merah.
Sontak, kejadian ini langsung menjadi pusat perhatian warga. Terutama toko-toko di sekitarnya yang khawatir api akan menjalar ke bangunan lain.
Proses pemadaman juga tak mudah. Satpol PP menerjunkan empat mobil pemadam kebakaran. Dua unit dari Pos Pare serta dua unit lainnya dari Pos Grogol dan Ngadiluwih.
Butuh waktu lama untuk menjinakkan si jago merah. Lebih dari lima jam petugas harus berjibaku memadamkan api. Mulai pukul 15.15 hingga 21.00.
"Selesai pembasahan itu di pukul 21.00. Jadi memang memakan waktu yang cukup panjang karena mengingat objek yang terbakar adalah bahan-bahan yang mudah terbakar," aku Kaleb.
Pantauan JP Radar Kediri, api memang sulit dijinakkan. Pasalnya, di dalam toko tersebut berisi dengan barang-barang yang mudah terbakar.
Contohnya seperti pipa paralon, triplek, tinner, cat, karbit, dan sebagainya. Karenanya, petugas pemadam tak bisa langsung meninggalkan lokasi kebakaran meskipun sudah tidak terlihat adanya api yang menyala.
"Dugaan sementara (penyebab kebakaran) kemungkinan besar adalah korsleting atau hubungan pendek arus listrik yang diakibatkan karena hujan. Karena api berasal dari lantai dua. Tetapi itu nanti akan lebih lanjut dari pihak kepolisian," ungkap Kaleb.
Untungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden kebakaran tersebut. Saat kebakaran itu terjadi, Sugiarto-pemilik toko- dan tiga karyawannya berhasil menyelamatkan diri. Mereka keluar sebelum api membesar.
Sementara itu, insiden kebakaran tersebut membuat panik para pemilik toko yang ada di sekitar lokasi kebakaran.
Informasi yang dihimpun, toko-toko yang ada di sekitar lokasi kebakaran langsung tutup lantaran khawatir api akan merembet. Terlebih lagi, aliran listrik di sekitar lokasi kebakaran juga terputus.
Meski begitu, banyak warga yang berbondong-bondong menyaksikan kebakaran tersebut. Situasi ini pun menghambat kerja petugas pemadam.
"Tentunya biasa situasi seperti ini pasti ada kerumunan masyarakat yang akan menolong maupun menonton. Itu mungkin agak mempersulit kendaraan kami untuk melakukan pertolongan," tandasnya.
Terpisah, Kapolsek Pare AKP Rudi Darmawan mengatakan pihak kepolisian tengah mendalami penyebab kebakaran.
Usai proses pembasahan, tim Inafis Polres Kediri tampak masuk ke dalam toko yang sudah mengarang tersebut. Kemudian, mereka mengambil beberapa foto dan barang untuk diamankan.
"Sementara yang diamankan ya termasuk kayu bakar, pipa, tabung gas, itu sudah diamankan sebagai bahan awal untuk penyelidikan. Bukan diamankan tetapi diambil untuk proses selanjutnya," jelasnya.
Polisi juga melakukan pengalihan arus lalu lintas. Sebagai upaya membantu mempercepat kerja petugas pemadam kebakaran.
Mobil pemadam kebakaran masih standby hingga pukul 21.00 WIB. Meskipun api sudah terlihat padam. Sementara, masyarakat yang sebelumnya berkerumun berangsur sepi saat hari mulai gelap.
Editor : Andhika Attar Anindita