Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kediri Raya, ini Penyebabnya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 21 Desember 2025 | 17:50 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri-Hujan deras dengan intensitas tinggi, Kamis(18/12) sore lalu membuat ratusan rumah di Kabupaten dan Kota Kediri terendam.

Air yang menggenangi jalan juga membuat puluhan motor mogok.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, hujan mulai mengguyur Kediri Raya pukul 14.30 Kamis laluHujan masih terus terjadi hingga pukul 17.30.

Hujannya dua sampai sekitar tiga jam,” kata Maskur, 65, warga RT 21, RW 03, Gang Cendana, Dusun Dlopo, Desa Karangrejo, Ngasemyang rumahnya terendam air bah.

Intensitas hujan mulai turun sekitar pukul 17.30. Namun, saat itu air di pelataran dan jalan semakin tinggiBeberapa saat kemudian, air masuk kedalam rumah.

“Masuk ke kos-kosan saya juga,” keluhnya sembari menyebutbeberapa alat dapur yang mengapung di dalam rumah setelah terendam air.

Baca Juga: Demi Cari Uang, Pedagang di Kediri Tetap Berjualan Walau Lapak Tergenang Banjir

Tidak hanya itu, listrik di rumahnya juga korsletMaskur hanya bisapasrah melihat air setinggi mata kaki hingga lutut orang dewasa di rumahnyaDemikian juga saat air setinggi 30 sentimeter menggenangi rumahnya.

Suwandi, ketua RT 22, RW 3, Dusun Dlopo, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem mengatakan, di RT-nya total ada 20 rumah di lingkungannya yang terendam.

“Ada juga laporan dari RT 17 dan RT 21 (yang rumahnya terendam),” terangnya tentang bencana akibat luberan air dari sungaidi Desa Sukorejo, Ngasem ini.

Meski lingkungannya sering tergenang, menurut Suwandi bencana banjir Kamis malam lalu yang paling parah.

Sebab, biasanya air tidak sampai masuk ke dalam rumah. Melainkan hanya menggenangi halaman saja.

“Aktivitas warga mau nggak mau harus tetap normal,” tutur pria yang baru saja mengikuti yasinan di rumah tetangganya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, hingga Jumat (19/12) siang air bah masih menggenangi rumah warga di Desa Kwadungan, Ngasem.

Di antaranya di perumahan Kwadungan Permai, Yura Land, dan sekitarnya.

Air setinggi 20 sentimeter hingga 70 sentimeter menggenangi puluhan rumah di sana.

“Air masuk sejak pukul 23.00. Ketinggian sampai 15 sentimeter,” ungkap Kasmiati, 53, warga blok B4, Perumahan Kwadungan Permai yang sekitar pukul 11.00 kemarin harus bergulat dengan air.

Genangan yang belum surut hingga kemarin siang itu membuat Kasmiati harus tidur di teras.

Sebab, teras rumahnya lebih tinggi dari bagian dalam rumahnya. “Beras yang saya taruh di timba sampai hanyut. Untungnya beras di timba,” jelasnya.

Terpisah, Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno melalui Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan (Pusdalops) Arif Ridwan mengatakan, dari hasil asesmen sementara di Kwadungan Permai ada 400 rumah yang rumahnya kemasukan air.

Baca Juga: Alot! UMK Kabupaten Kediri Diusulkan Rp 2,64 Juta, Disepakati Naik Enam Persen

“Dari blok B, C, D, E dan F,” jelasnyaSelanjutnya, di Perumahan Yura Land ada 60 rumah di blok D yang kebanjiran. Ketinggiannya bervariasi.

Mulai 50 sentimeter hingga 70 sentimeterKhusus air bah di dua perumahan itu, merupakan luapan dari Sungai Bagendo, Sambirejo, serta luapan dari Sungai Sesek di wilayah yang sama.

Tadi malam (18/12) di Dlopo dan Tepus ada 44 rumah. Itu kiriman dariarea persawahan,” tandasnya ditemui saat asesmen di Desa Kwadungan, Ngasem kemarin.

Sementara itu, selain di Kabupaten Kediri, luapan air juga menggenangiberbagai lokasi di Kota Kediri.

Di antaranya di perempatan Semampir, Jl Hasanudin, hingga area di Kelurahan Dandangan, Kota Kediri yang tergenang.

Warga terpaksa menghentikan kendaraan yang lewat karena tidak sedikit yang mogok.

Bahkan, beberapa penumpang ojek online terpaksa jalan kaki karena motor yang mereka tumpangi mogok. Banjir juga menggenangi perumahan Permata Biru, Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri.

Kepala Dinas PUPR Kota Kediri Endang Kartika Sari mengatakan, banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi.

Hujan mengguyur Kota Kediri dan sekitarnya selama sekitar dua jam. Akibatnya, terjadi genangan di beberapa titikdalam kota.

Rencana ke depan kita evaluasi masterplan drainase untuk mengetahuidimensi saluran yang dibutuhkan,” ujar Endang, terkait upaya menanggulangi banjir genangan yang terjadi setiap hujan intensitas tinggi.

Baca Juga: Polsek Ngasem Ungkap Kasus Penggelapan Mobil Rental, Begini Kronologinya

Selain itu, evaluasi masterplan juga dibutuhkan untuk mengetahui arah aliran saluran drainase secara utuh dan menyeluruh.

Sehingga, penyebab terjadinya genangan skala kawasan yang kerap terjadi juga bisa segera ditelusuri dan dimitigasi.

Adapun pihaknya juga akan melakukan observasi untuk mencaritahu penyebab banjir di titik tertentu. Seperti di simpang empat Semampir yang disebut-sebut baru pertama kali ini terjadi banjir.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#banjir #genangan #cuaca esktrem