Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Penyebab Damkar Kesulitan Jinakkan Api yang Membakar Toko di Jalan Dhoho, Terkait soal Hydrant

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 17 Oktober 2025 | 16:27 WIB

 

Petugas Damkar memadamkan api yang melalap Toko Mulia atau Toko Solo di Jl Dhoho pada Rabu (15/10) malam.
Petugas Damkar memadamkan api yang melalap Toko Mulia atau Toko Solo di Jl Dhoho pada Rabu (15/10) malam.

JP Radar Kediri-Amukan si jago merah di Toko Mulia pada Rabu (15/10) malam lalu sekaligus jadi cermin akan rapuhnya sistem penanganan kebakaran di Kota Kediri. Sarana hydrant atau sumber air bertekanan tinggi untuk pemadaman api di Jl Dhoho ternyata tidak berfungsi!

Kondisi itu pula yang ikut menghambat pemadaman api di pusat bisnis tersebut.  Petugas pemadam kebarakan harus mendapatkan air dari tempat yang lebih jauh.

Pengamatan Jawa Pos Radar Kediri, sarana hydrant ada di beberapa titik di dekat Toko Mulia atau Toko Solo yang Rabu malam lalu terbakar. Misalnya, di simpang empat Aries Motor, di pertigaan Jl Stasiun.

Selebihnya, hydrant juga ada di beberapa titik lainnya di Jl Dhoho. Namun, keberadaan sarana vital itu seolah hanya pajangan karena tidak ada yang berfungsi.

“Pemadaman kebakaran tadi malam (15/10) menggunakan air dari Bundaran Sekartaji,” kata Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Kediri Dhany Adi Projo dikonfirmasi terkait sumber air yang digunakan untuk pemadaman kebakaran.

Ditanya tentang keberadaan beberapa hydrant di Jl Dhoho, Dhany menyebut tim PMK sudah berusaha memanfaatkannya. Namun, diakui Dhany jika tidak berfungsi. Hal tersebut jadi salah satu faktor yang menghambat pemadaman.

Kebakaran yang terjadi sejak pukul 20.00 itu baru bisa dipadamkan sekitar pukul 02.30 dini hari kemarin atau lebih dari enam jam. Dengan peristiwa kebakaran Rabu malam lalu, Dhany berharap sarana hydrant di jantung Kota Kediri itu bisa segera diperbaiki. 

“Selain air dari Bundaran Sekartaji, ada support dari rekan-rekan DLHKP (dinas lingkungan hidup, kebersihan dan pertamanan). Plus hydrant dari Hotel Grand Surya yang sangat membantu,” lanjutnya.

Tidak berfungsinya hydrant di area padat bangunan seperti Jl Dhoho juga dibenarkan oleh Paguyuban Pedagang Jl Dhoho. Darmoro, pemilik toko Sarina FS mengatakan, titik-titik hydrant di Jl Dhoho memang tidak aktif.

“Saran dan masukannya untuk mengaktifkan titik-titik hydrant yang pernah ada dilokasi perdagangan atau kawasan bisnis. Jangan lupa maintenance-nya,” pinta Darmoro.

Untuk mencegah kebakaran, dia juga meminta agar ratusan pedagang di Jl Dhoho diberi sosialiasi. Terutama terkait pengecekan instalasi listrik. Sebab, di musim kemarau seperti sekarang ada beberapa benda yang mudah meleleh dan menimbulkan percikan api. 

“Terutama pada bangunan lama semi permanen,” imbuhnya sembari menyebut pedagang perlu peragaan atau cara penanggulangan ketika menghadapi awal kebakaran.(*)

Editor : Mahfud
#jalan dhoho #hydrant