Setelah berdiskusi dengan ahli waris di Desa Sumberbendo, jasad Imam akhirnya dimakamkan di sana. Adanya kabar itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri Ibnu Imad. Ibnu mengatakan, bahwa Imam ditemukan meninggal dunia di Jalan Jerudong, Brunei.
Mendapatkan kabar tersebut, Disnaker langsung berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). “Ahli waris nyuwun jenazah dimakamkan di Brunei. Surat permohonan dari ahli waris sudah dikirimkan ke KBRI dan jenazah sudah dimakamkan,” jelasnya.
Untuk diketahui, Imam tinggal di Brunei sudah sejak lama. Di sana dia bekerja dengan istrinya. Sejatinya, Imam berniat pulang ke Indonesia bersama sang istri. Namun bukti kependudukannya itu tidak ada. Berkasnya tidak ada akhirnya tidak jadi pulang. “Saat ditinggal pulang itu kondisinya sakit-sakitan,” jelas Ibnu.
Sebelumnya, Imam sempat menikah di dengan warga Desa Sumberbendo, Pare. Namun, akhirnya cerai dan nikah lagi dengan warga Pasuruan. Setelah itu, dia memilih untuk pergi ke Brunei.
Karena itu, tidak ada catatan terkait keberangkatan Imam ke Brunei di Kabupaten Kediri. Ibnu menduga bahwa Imam berangkat ke luar negeri dari Pasuruan. “Makanya kami masih koordinasi tentang status kependudukan masuk mana. Karena di data kami tidak ada,” tuturnya.
Saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran. Jika memang Imam merupakan warga Kabupaten Kediri, maka ada bantuan sosial senilai Rp 3 juta untuk ahli waris yang meninggal.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian