KEDIRI, JP Radar Kediri - Teka-teki Agus Komarudin, 38, yang absen mengajar sejak Rabu (04/12) lalu hingga kemarin, akhirnya terjawab.
Bersama Kristina, 34, istrinya, serta Christian Agusta Wiratmaja Putra, 12, anak sulungnya, guru SDN Babadan 1 yang tinggal di Dusun Gondanglegi, Desa Pandantoyo, Ngancar itu ditemukan tewas bersimbah darah.
Sebelum insiden tragis akibat perampokan itu, salah satu tetangga sempat mendengar suara gaduh jelang Subuh, Rabu lalu.
“Ada suara ribut-ribut dari arah rumah Pak Agus, tapi saya tidak menyangka kalau seperti ini (Agus bersama istri dan anak sulungnya tewas, Red),” kata Yan, salah satu tetangga guru kelas IV SD itu.
Saat mendengar suara gaduh dari rumah tetangganya, perempuan berambut panjang itu sedang bersiap untuk menunaikan salat Subuh.
Karenanya, dia tidak sempat mengecek kondisi rumah tetangganya itu. Apalagi, menurut Yan, Kristina yang sehari-hari mengajar di salah satu SD negeri di Tulungagung itu memang terbiasa bangun Subuh untuk memasak.
Diduga, kawanan perampok memang beraksi saat Kristina tengah beraktivitas di dapur.
Hal itu diperkuat dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) Polres Kediri yang tidak menemukan kerusakan di pintu depan dan pintu belakang rumah Agus.
“Pelaku masuk lewat pintu belakang (dapur, Red). Tapi tidak ada kerusakan (di pintu, Red),” ungkap sumber koran ini di kepolisian.
Untuk diketahui, jenazah Agus dan Kristina kali pertama diketahui oleh Ilham dan Sarmuji, dua kolega Agus di SDN Babadan 1 yang sekitar pukul 08.00 kemarin mengecek kondisi rumahnya.
Mereka curiga karena bapak dua anak itu tidak menghadiri jadwal presentasi di acara ASN Day pada Rabu (04/12) lalu.
Padahal, agenda yang digelar oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri itu sangat penting bagi karirnya sebagai guru.
Baca Juga: Pembunuhan Satu Keluarga di Ngancar Kediri Korban Perampokan
“Rabu siang sudah berusaha dihubungi tidak bisa. Malam tidak bisa. Ternyata hari ini (05/12) juga kembali tidak masuk. Makanya saya minta untuk mengecek,” kata Putut, kepala SDN Babadan 1.
Terbiasa datang ke rumah Agus, Ilham dan Sarmuji langsung masuk lewat rumah bagian belakang. Dari sela-sela dapur yang terbuat dari kayu, Ilham melihat tangan yang tergeletak di lantai.
“Itu tangan perempuan. Bu Kristina,” lanjut Putut yang sekitar pukul 08.15 langsung mendatangi rumah Agus setelah ditelepon oleh Ilham.
Selanjutnya, mereka menghubungi kerabat Agus yang tinggal di belakang rumahnya. Dari sana, mereka melongok lewat jendela yang memang tidak dikunci.
Saat itulah, tubuh Agus dan Kristina tergeletak di dapur dalam kondisi bersimbah darah dan meninggal.
Setelah pintu dibuka, diketahui jika tubuh Christian Agusta Wiratmaja Putra, yang merupakan siswa kelas VII SMPN 2 Wates itu tergeletak di ruang keluarga dalam kondisi bersimbah darah dan meninggal.
Sedangkan Samuel Putra Yordaniel, 10, yang dalam kondisi luka parah tergeletak di dalam kamar.
“Setelah polisi datang, jenazah langsung dievakuasi,” papar Putut.
Minatun, 55, tukang pijat yang Selasa malam lalu sempat memijat Kristina membeberkan kondisi jenazah tetangganya itu.
Menurutnya, Kristina, Agus, dan Christian menderita luka parah di bagian kepala dan wajah yang bersimbah darah.
“Yang Kristina luka di wajah seperti remuk. Bapaknya juga,” aku perempuan yang kemarin pagi sempat membuatkan botok pokak dan ditaruh di pintu belakang rumah Kristina itu.
Pantauan koran ini, Polres Kediri langsung melakukan olah TKP hingga kemarin siang. Selanjutnya, Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto mengecek kondisi rumah Agus sekitar pukul 17.00.
Perwira dengan pangkat dua melati di Pundak itu memastikan jika Agus bersama Kristina, dan anak sulungnya meninggal karena ulah para perampok yang menyasar rumahnya.
"Ini merupakan kasus 365 (perampokan) yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata Bimo.
Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, diketahui bahwa mobil Toyota Avanza warna silver milik Agus hilang. Hal itu pula yang memperkuat dugaan ketiga korban meninggal karena aksi perampokan.
"Untuk barang lainnya yang hilang masih kami selidiki," terang Bimo.
Hingga kemarin sore, menurut Bimo tim Satreskrim Polres Kediri masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.
Demikian pula alat yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa tiga korban tersebut.
"Tim gabungan sudah bergerak, mohon doanya semoga pelaku bisa segera tertangkap," tuturnya.
Sementara itu, peristiwa tragis yang menimpa Agus dan keluarga jadi perhatian luas masyarakat. Sejak kemarin siang, puluhan orang menyemut di sekitar rumah pendidik itu.
Selain warga sekitar, teman-teman Christian di SMPN 2 Wates mendatangi lokasi kejadian. Demikian juga teman-teman Samuel di SDN Pandantoyo 1.
Hingga pukul 17.00 kemarin masih banyak warga yang berkerumun di sana.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah