Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ibu Muda yang Hendak Bunuh Diri di Jembatan Alun-Alun Bandarngalim Kota Kediri Itu Kini Menghilang

Novanda Nirwana • Jumat, 21 Juni 2024 | 17:28 WIB
AYO PULANG: Polisi sedang membujuk YU asal Mrican yang ingin terjun ke Sungai Brantas dari Jembatan Semampir pada Selasa (18/6).
AYO PULANG: Polisi sedang membujuk YU asal Mrican yang ingin terjun ke Sungai Brantas dari Jembatan Semampir pada Selasa (18/6).

KEDIRI, JP Radar Kediri – Kasus percobaan bunuh diri di Jembatan Alun-Alun Bandarngalim (AAB) sempat menggemparkan warga Kota Kediri. Pelaku yang merupakan ibu muda berinisial KL, 23, asal Kecamatan Pesantren kini menghilang. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kota Kediri pun kesulitan untuk melakukan pengawasan dan pendampingan.   

Mirisnya tindakan KL itu mengajak anaknya yang masih balita. Kepala Dinas PPKBPPPA, Agus Suharyanto melalui Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas PPKBPPPA Siti Nurlaila Istiqomah mengungkapkan, tim satgas PPA dari kecamatan dan kelurahan sudah mendatangi alamat rumahnya di Kecamatan Pesantren. “KL tidak ada di tempat. Hingga saat ini, belum diketahui keberadaannya,” aku Nurlaila.

Pendampingan pada KL itu dianggap penting agar yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatan yang tidak patut dicontoh. Upaya untuk meredam keinginan KL itu sudah dilakukan sejak 2021 lalu. Saat itu, dia sempat melakukan percobaan bunuh diri dan gagal. 

Mulai saat itu, dia mendapat pendampingan dari satgas PPA kecamatan dan kelurahan. “Kami telah melakukan pendampingan psikolog. Dan sudah melakukan penguatan mentalnya,” jelasnya.

Sempat membaik pada Februari 2024, KL mengalami permasalahan yang sama. Yakni masalah rumah tangga yang tidak kondusif. “Psikisnya terganggu. Dia (KL, Red) punya dua anak balita,” bebernya.

Sehari setelah kejadian KL. Tindakan yang tidak patut dicontoh juga dilakukan seorang berinisial YU, 33, asal Nganjuk. Dia berupaya terjun ke Sungai Brantas dari Jembatan Semampir, Jalan Sultan Iskandar, Kota Kediri pada Selasa (18/6) sore hari. 

Beruntung, tindakan YU berhasil digagalkan warga yang tengah lewat bersama-sama polisi. Aiptu Agung Broto, polisi yang ikut menyelamatkan YU mengatakan,  jika dia mendapat laporan dari masyarakat yang datang ke Pos Polisi Semampir. 

“Ada sepasang muda mudi datang kesini (Pos Polisi Semampir, Red), laporan ke kami ada yang mau bunuh diri,” jelasnya. Saat itu, YU sedang sendirian mondar mandir di pinggir Jembatan Semampir dan berhasil dibujuk anggota polisi. Dia sempat dibawa ke Polres Kediri Kota untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari situlah diketahui jika, YU mengungkapkan ada permasalahan keluarga. Dia mengaku sudah pisah dengan suaminya namun belum ada surat perceraian secara resmi. Setelah diberi penjelasan, YU akhirnya menyesali keinginannya untuk terjun dari atas Jembatan Semampir. Polisi lalu mengantarkan YU ke rumahnya di Mrican.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#jembatan semampir #bunuh diri #cerai #kota kediri