Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Petugas BKSDA dan Warga Tangkap Burung Merak Hijau sampai Naik Genting di Kayenkidul Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 12 Mei 2024 | 14:33 WIB
LANGKA : Staf BKSDA Sakroni menunjukkan burung merak hijua yang berhasil ditangkap setelah sempat berkeliaran di Desa Padangan, Kayenkidul, Kabupaten Kediri.
LANGKA : Staf BKSDA Sakroni menunjukkan burung merak hijua yang berhasil ditangkap setelah sempat berkeliaran di Desa Padangan, Kayenkidul, Kabupaten Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Burung merak hijau yang tergolong langka dan dilindungi, ditemukan tengah berkeliaran di perkampungan.

Hal itu membuat petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah I Kediri harus bersusah payah melakukan penangkapan. Kemudian diamankan dan dirawat di Resort Konservasi yang ada di Desa Banyakan, Kecamatan Banyakan.

“Alhamdulillah berhasil ditangkap, walau dengan sedikit dramatis,” sebut Kepala Resort Konservasi Wilayah I Kediri-BKSDA Jatim Dafid Fathur Rohman, Sabtu (11/5).

Proses penangkapan burung langka dan dilindungi itu memang dramatis. Petugas BKSDA dengan dibantu warga harus bersusah payah terlebih dulu.

Mereka berlarian untuk menangkap merak berjenis kelamin betina itu. Sampai harus naik atap dan mengendap-endap. Sebab, burung merak ini sempat nangkring di genting rumah warga.

Sudah seminggu terakhir merak hijau tersebut berkeliaran di Desa Padangan, Kecamatan Kayenkidul. Namun, upaya penangkapan yang dilakukan warga tak pernah berhasil. Mereka juga sangat berhati-hati karena takut justru membuat terluka hewan dilindungi tersebut.

“Damkar (petugas pemadam kebakaran, Red) sudah mencoba menangkapnya dua kali. Namun masih belum tertangkap,” terang Sakroni, staf seksi keamanan konservasi BKSDA Wilayah 1 Kediri.

Warga akhirnya melaporkan keberadaan merak hijau tersebut ke BKSDA. Petugas pun datang Jumat pagi, sekitar pukul 09.00. Saat hendak ditangkap burung tersebut sempat beberapa kali kabur.

Petugas yang dibantu warga melakukan beberapa upaya. Seperti memancing dengan umpan pakan, menjaring, hingga menjebak burung tersebut.

Namun berbagai upaya itu gagal. Hingga akhirnya, ketika burung berada di atap rumah warga, petugas mengendap-endap serta berhasil menangkap.

“Ketika burung sudah kelelahan, kami berhasil menangkapnya saat di atap,” terang Dafid.

Saat tertangkap, kondisi ekor merak yang diperkirakan berumur satu tahun itu sudah habis. Diperkirakan karena mengalami stres. Walau demikian, secara umum kondisinya sehat.

“Secara umum kondisi satwa terlihat sehat, baik. Hanya saja terlihat sedikit stres dan kelelahan. Juga kami jumpai temuan pada bulu area ekor telah hilang sehingga memang perlu dilakukan penanganan dan upaya lebih lanjut,” jelasnya.

Pihak BKSDA sudah menyiapkan proses rehabilitasi dan perawatan pada merak itu.

Agar kondisinya bisa lebih stabil dan tidak stres. Selain itu juga dilakukan pelatihan agar ketika dilepaskan ke alam liar, burung tersebut bisa bertahan.

“Tujuannya agar bisa bertahan hidup di habitatnya. Ke depan ketika sudah dingaap memungkinkan bisa dilepasliarkan, akan dilepas ke habitat alamnya,” terangnya.

Terkait siapa pemilik merak itu, diperkirakan merupakan milik warga sekitar dan dipelihara tanpa memiliki izin. Pasalnya di daerah itu bukanlah habitat asli dari merak hijau.

Selain itu, pada bank data di Resort Konservasi Wilayah 1 Kediri - BKSDA Jatim tidak ditemukan catatan terkait pemeliharaan merak tersebut.

Walau demikian, saat dilakukan sweaping, belum ditemukan siapa pemilik burung itu. Pun hingga kemarin, tidak ada warga yang datang ke BKSDA dan mengaku bahwa burung itu adalah miliknya.

“Spekulasi menguatkan pada pemeliharaan (burung) tanpa izin oleh warga yang terlepas. Sebab di sistem kantor kami belum ditemukan pelaporan terkait pemeliharaan satwa jenis burung merak hijau tersebut. Dan di tempat tersebut kami tidak melihat potensi sebagai sebaran habitat satwa jenis burung merak hijau,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#satwa langka #bksda #dilindungi #Merak Hijau #burung