Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dianggap Jadi Biang Kerusakan Jalan, Warga Margourip di Ngancar Kediri Nekat Hadang Truk Pasir yang Lewat

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 30 Januari 2024 | 16:43 WIB
GERAM: Warga memasang banner larangan lewat bagi truk bermuatan di jalan Desa Margourip, Ngancar. Kemarin pagi warga memaksa puluhan unit truk pengangkut pasir untuk putar balik.
GERAM: Warga memasang banner larangan lewat bagi truk bermuatan di jalan Desa Margourip, Ngancar. Kemarin pagi warga memaksa puluhan unit truk pengangkut pasir untuk putar balik.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Warga Desa Margourip, Ngancar nekat menghadang truk pasir yang lewat di jalan desa mereka kemarin. Truk bermuatan berat dan mayoritas melampaui tonase itu dituding jadi biang kerusakan infrastruktur di sana. Karena itu, warga sepakat menghalau dan melarang truk pasir melintas.

Pemblokiran jalan yang dilakukan kemarin merupakan tindak lanjut perjanjian antara warga dengan perwakilan sopir pada Rabu (24/1) lalu. Dalam pertemuan itu disepakati jika truk dam bermuatan dilarang melewati jalur yang ditentukan. Rupanya, truk bermuatan pasir tetap saja melintas hingga warga geram.

Aksi penghadangan truk pasir dilakukan sekitar pukul 08.00 hingga pukul 12.00. Puluhan warga berkumpul di jalur yang biasa dilalui truk pengangkut pasir. Setiap ada yang truk dari arah Blitar yang lewat di sana, langsung dihentikan.

“Kemarin lusa (24/1)  sudah dimediasi, ada pernyataan (antara warga dengan perwakilan sopir). Namun perwakilan dari sopir tidak diakui kanca-kancane. Akhirnya hari ini (kemarin, Red) warga memblokir jalan meminta truk dam tidak melintas,” kata Kapolsek Ngancar AKP Chardi Kukuh Wicaksono.

Untuk diketahui, jalan Desa Margourip, Ngancar selama ini memang jadi jalur alternatif truk dam pengangkut pasir dari arah Blitar ke arah Kediri. Alhasil, selama hampir 24 jam truk dengan muatan overload itu melewati jalan desa. Akibatnya, aspal jalan rusak. Saat siang juga banyak debu beterbangan.

“Kalau hujan jadi banyak genangan, pas panas debunya banyak. Jadi kami mau buka pintu rumah itu nggak berani karena debu itu masuk rumah,” aku Anik, 48, warga setempat yang ikut menghentikan truk kemarin.

Kerusakan jalan, jelas Anik, juga sering memicu terjadinya kecelakaan di Desa Margourip. Beberapa kondisi itulah yang membuat warga berkumpul dan melarang truk dam bermuatan pasir melintas di jalan desa mereka.

Sesuai kesepakatan pada Rabu (24/1) lalu, hanya truk dam kosong yang diperbolehkan melintas di sana. Truk juga hanya boleh melaju dengan kecepatan 30 kilometer per jam. “Kami juga masih baik membolehkan lewat. Tapi ya harusnya mereka juga mengerti. Kalau jalan rusak kan yang menanggung desa. Kalau desa nggak ada anggaran, yang nambeli kan warga,” paparnya geram.

Sementara itu, aksi penghadangan truk bermuatan pasir di Desa Margourip kemarin sempat membuat truk berhenti mengular. Setelah dimediasi oleh pejabat musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), para sopir yang sempat bersitegang dengan warga itu akhirnya bersedia untuk putar balik. 

“Disaksikan Pak Camat dan Muspika Ngancar, disepakati truk muatan tidak boleh melintas. Dan tadi (kemarin) truk langsung kembali. Akhirnya dilewatkan Blitar semua,” sambung Chardi lagi. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#warga #pasir #hadang #demo #truk