KEDIRI, JP Radar Kediri- Nasib Riyan Tri Widodo, 33, pencari burung yang hilang di lereng Gunung Kelud masih tanda tanya. Pria asal Desa Kebonrojo, Kepung ini belum ditemukan hingga kemarin. Namun, ada hal mencurigakan yang ditemukan petugas. Anggota tim SAR gabungan mencium adanya bau bangkai.
Berdasarkan data yang dihimpun, tim yang lakukan penyisiran menemukan bau bangkai tersebut sekitar pukul 09.40 WIB. Bau itu tercium di bawah area pintu masuk jalur pendakian Gunung Gede. Mendapati hal tersebut, petugas langsung melakukan penyisiran.
Tim SAR gabungan berusaha memanfaatkan bau tersebut menjadi sebuah petunjuk. Namun sayang, hingga pencarian ditutup, sumber bau belum dapat ditemukan. Diperkirakan bau itu berasal dari bawah tebing. Kondisinya susah dijangkau. Harus menggunakan perlengkapan panjat.
“Sempat ditemukan alat pemikat (burung) juga. Tapi setelah ditelusuri ternyata bukan jenis itu yang biasa digunakan korban,” ujar Koordinator Pos SAR Trenggalek Dyan Susetyo Wibowo.
Dyan menegaskan, proses pencarian kemarin lebih menekankan mapping area. Tim juga menandai area yang dilewati. Caranya dengan mengikatkan tali rafia berjarak sepuluh meter. “Agar saat lakukan pencarian, tidak mencari ditempat yang sama. Jadi bisa lebih efektif,” terangnya.
Selain itu, tim juga melakukan pendataan tebing yang dilewati. Tujuannya untuk perencanaan di hari berikutnya. Masyarakat juga turut lakukan pencarian. Tidak hanya warga Desa Kebonrejo. Tetapi juga warga desa tetangga.
“Untuk yang kordinasi ke posko dada sekitar 50 orang, tapi yang langsung berangkat ada lebih, dari desa sebelah juga,” terang Kepala Desa Kebonrejo Yoni Widarto.
Untuk diketahui, Riyan pamit pada ibunya pergi mencari burung di lereng Kelud pada Kamis pagi (23/11). Namun, hingga keesokan harinya dia tak kunjung pulang. Keluarga mencari tapi hanya menemukan motornya yang berada tidak jauh dari pintu masuk pendakian Gunung Gede. Baru pada Sabtu pagi (25/11) kejadian itu dilaporkan pada Polsek Kepung.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah