Fuad Irwanto, 44, pedagang jajanan leker, tidak bisa berjualan ketika hujan. Terlebih saat disertai angin. Pasalnya, alat masak untuk membuat leker terkena air. Di sisi lain, akibat angin kencang dia harus tiga kali berganti payung. Itu dalam enam bulan. “Nggak bisa jualan. Kalau ada angin kanketampuair,” beber pria yang didampingi istrinya saat berjualan tersebut.
Yeni Fibriani, 40, pedagang GOR lainnya, mengaku, banyak yang lapaknya rusak saatangin kencang. Tak terkecuali tenda rakitan dari aluminium pun terseret sapuan angin. Mengantisipasi hal tersebut, Yeni memilih tidak berjualan. “Lak hujan angin, nggak buka Mbak,” ungkap penjual pisang cokelat ini.
Apabila cuaca cerah, Yeni mengungkapkan, hasil penjualannya bisa sampai Rp 300 ribu. Namun saat hujan hanya Rp 100 ribu. “Kalau mendung, adonan nggak buat banyak-banyak,” tutur warga Kecamatan Semen tersebut.
Apabila cuaca cerah, Yeni mengungkapkan, hasil penjualannya bisa sampai Rp 300 ribu. Namun saat hujan hanya Rp 100 ribu. “Kalau mendung, adonan nggak buat banyak-banyak,” tutur warga Kecamatan Semen tersebut.
Menurut Yeni, banyak pedagang baru bermunculan saat Ramadan. Dia sendiri berencana menambah stok dagangannya. Apalagi, ketikabantuan modal UMKM yang didapatkannya cair, dia ingin menambah varian rasa. Fuad pun berniat menambah jualannya. “Rencananya nambah es wawan dan es gabus,” kata pria yang saat itu mengenakan masker hitam.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah