Muhammad Hasyim, keponakan Bu Nyai Addiniyah menuturkan, perempuan yang sudah merawatnya sejak kecil itu sempat dirawat di RS Persada Malang selama 12 hari, bulan lalu. “Sebenarnya Bu Nyai sudah merasakan gejala sakit sejak lama tapi beliau tidak mau check up ke dokter, baru periksa setelah dirasa sakitnya makin parah,” akunya.
Saat periksa itulah, diketahui terjadi penyumbatan empedu dan sudah komplikasi. Usai menjalani perawatan di rumah sakit, Bu Nyai Addiniyah yang pulang makin drop. Hingga akhirnya wafat Senin malam.
Kepulangan Bu Nyai Addiniyah meninggalkan duka mendalam bagi Ponpes Lirboyo. Terutama bagi penghuni pondok induk. Keluarga, santri, dan para pengurus merasakan kehilangan yang mendalam.
Bagi mereka, Bu Nyai Addiniyah adalah sosok yang disiplin dalam beribadah. Tetapi sangat perhatian dengan orang-orang di sekitarnya. Dalam kondisi lelah pun Bu Nyai Addiniyah tetap mengajar mengaji mulai pagi, siang, dan malam. “Ya disiplin banget atas rutinitasnya sebagai pengajar. Selain itu juga disiplin ibadah,” lanjut Hasyim.
Di luar itu, perhatian Bu Nyai Addiniyah terutama terlihat saat Ponpes Lirboyo memiliki acara besar. Misalnya saat Haul Ponpes Lirboyo. Untuk menghormati tamu yang hadir, perempuan yang berpulang di usia 67 tahun itu selalu berada paling depan untuk mengecek hidangan bagi para tamu.
Memastikan tamu-tamunya dijamu dengan sebaik-baiknya. “Benar-benar tandang sendiri istilahnya. Mulai dari menata nasi, makanan dan minuman, Bu Nyai lakukan sendiri untuk memastikan semua sudah sesuai standarnya,” papar Hasyim.
Setelah acara, bukan berarti Bu Nyai Addiniyah beristirahat. Saat itu giliran dia memastikan ratusan santri yang menjadi panitia bisa mendapat hidangan semua. “Setelah semua santri dipastikan mendapat hidangan, baru Bu Nyai istirahat meski selesainya dini hari,” kenang Hasyim tentang sosok perempuan yang juga dikenal pekerja keras itu.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, jenazah Bu Nyai Addiniyah dimakamkan sekitar pukul 09.00 kemarin di kompleks makam keluarga Ponpes Lirboyo. Sebelum jenazah tiba di makam yang berada di tengah masjid induk Ponpes Lirboyo tersebut, para peziarah sudah berada di lokasi untuk bersiap berdoa. Editor : Anwar Bahar Basalamah