Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sehari Ribuan Orang Meninggalkan Kediri melalui Kereta Api

M
Penulis: Mahfud❯

 

Suasana Stasiun Kereta Api Kota Kediri. Lonjakan penumpang masih terjadi.
Suasana Stasiun Kereta Api Kota Kediri. Lonjakan penumpang masih terjadi.


Advertisement

JP Radar Kediri- Arus balik Lebaran 2026 jalur transportasi kereta api melalui Stasiun Kediri mulai menunjukkan lonjakan signifikan. Peningkatan pergerakan penumpang selama arus mudik itu sudah terjadi sejak Minggu (22/3) lalu. PT KAI memprediksi pergerakan penumpang masih relatif tinggi hingga Rabu (25/3) ini.

Kepala Stasiun Kediri Sifion Aris Wibowo mengatakan, lonjakan penumpang selama arus balik angkutan Lebaran sudah mulai terjadi sejak H+1 Idul Fitri. Sedangkan untuk puncak arus balik via Stasiun Kediri jatuh pada Senin (23/3) lalu. Dengan jumlah penumpang naik dari Stasiun Kediri mencapai 1.485 orang untuk kereta jarak jauh.

Advertisement

“Dan di hari ini (24/3) masih terpantau 1.470 penumpang untuk jarak jauh. Jadi masih cukup tinggi,” ujar pria yang akrab disapa Aris itu.

Tak hanya kereta jarak jauh saja yang mengalami lonjakan. Kereta lokal juga mengalami peningkatan jumlah penumpang yang cukup tinggi. Pada 22 Maret tercatat sekitar 1.500 penumpang. Kemudian 1.400 penumpang pada 23 Maret, dan hingga pagi kemarin (24/3) masih berada di angka 1.470 penumpang yang berangkat dari Stasiun Kediri menggunakan kereta lokal.

“Yang penumpang turun juga hari ini masih cukup tinggi, di angka 1.600 untuk kereta lokal,” bebernya sembari menyebut, okupansi penumpang masih berada di atas seribu orang per hari.

Advertisement

Tingginya permintaan juga terlihat pada rute jarak jauh, khususnya tujuan Jakarta. Tiket kereta api untuk keberangkatan hingga 25 Maret menurutnya sudah hampir terjual habis. Kondisi ini seiring dengan jadwal masuk pekerja kantoran yang mayoritas dimulai pada tanggal tersebut.

Untuk mengantisipasi lonjakan, PT KAI—lanjut Aris— menambah sejumlah perjalanan kereta. Di antaranya kereta tambahan relasi Blitar–Pasar Senen, serta kereta tambahan dari Malang menuju Gambir yang melintas di Kediri. Tambahan kereta itu tercatat menambah kuota kursi hingga sekitar 968 kursi.

“Tujuan Jakarta Pasar Senen keberangkatan dari Blitar kami ada Brantas Tambahan. Terus tujuan Jakarta Gambir keberangkatan dari Malang ada Gajayana Tambahan yang terdiri dari 8 kereta eksekutif dan 1 priority. Semuanya melintas di Kediri,” urainya sembari menyebut, untuk seluruh tiket kereta tambahan tersebut juga telah terjual habis.

Secara umum, Aris mengungkapkan peningkatan penumpang pada masa angkutan Lebaran tahun ini mencapai 50 hingga 60 persen dibanding hari biasa.

Meski demikian, tren pergerakan penumpang diperkirakan mulai menurun setelah 25 Maret.

Sementara itu, mobilitas masyarakat yang meningkat selama arus balik juga nampak dari peningkatan arus lalu lintas. Seperti di Simpang Empat Branggahan yang kemarin masih diwarnai kepadatan volume kendaraan.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, antrean kendaraan memanjang hingga 1,4 kilometer di sisi utara dan selatan persimpangan. Antrean didominasi kendaraan pribadi roda empat dengan plat luar kota. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Tarif Tiket KA Daop 8 Surabaya Naik Hingga Rp 60 Ribu, Cek Rute Perjalanannya

Tarif Tiket KA Daop 8 Surabaya Naik Hingga Rp 60 Ribu, Cek Rute Perjalanannya

Tiket kereta api dengan tarif khusus di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengalami penyesuaian. Kenaikan tarif tersebut berkisar

Palang Perlintasan di Manisrenggo Tak Tertutup saat Kereta Melintas, Ini Kata Dishub Kota Kediri!

Palang Perlintasan di Manisrenggo Tak Tertutup saat Kereta Melintas, Ini Kata Dishub Kota Kediri!

Palang pintu perlintasan kereta api di wilayah Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri, diduga tidak tertutup saat kereta api melintas, Minggu lalu (27/9).

Palang Perlintasan Mengkreng Tak Menutup Saat KA Melintas, KAI Benarkan Kelalaian Petugas, Langsung Lakukan Pembinaan

Palang Perlintasan Mengkreng Tak Menutup Saat KA Melintas, KAI Benarkan Kelalaian Petugas, Langsung Lakukan Pembinaan

Kejadian itu sempat menjadi perhatian publik setelah beredar video di media sosial yang menyebut penjaga palang diduga tertidur sehingga palang tidak ditutup

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer