KEDIRI, JP Radar Kediri - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun lalu masih rendah.
Beberapa mata pelajaran bahkan menunjukkan hasil di bawah rata-rata nilai se-Jawa Timur.
Kondisi tersebut membuat beberapa siswa kelas 12 ketar-ketir. Sebab, nilai TKA akan menjadi verifikator nilai rapor untuk masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Sandrina, 18, salah satu peserta TKA 2025 mengatakan, saat ini dia memang belum bisa mengakses detail hasil TKA-nya. Namun, kabar tentang hasil nilai rata-rata nasional yang relatif rendah sudah diketahui.
Baca Juga: Ini Penyebab Peserta TKA Berkali-kali Logout saat Kerjakan Soal, Penyebabnya di Sistem
"Deg-degan, sih . Tapi yang penting kemarin sudah berusaha. Tinggal menunggu hasilnya saja," kata Sandrina.
Terpisah, Kasi SMA PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi menyebut, rata-rata nilai TKA secara nasional memang menunjukkan hasil yang relatif masih rendah.
Contohnya, rata-rata nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia secara nasional untuk jenjang SMA hanya 57,03.
Kemudian, matematika 37,03. Serta bahasa Inggris yang hanya 26,33.
“Secara nasional memang hampir menyeluruh. Mungkin karena TKA ini baru pertama. Kemudian bentuk soalnya juga bervariasi sehingga mungkin siswa belum terbiasa dan bapak ibu guru juga mungkin belum terbiasa memberikan latihan bentuk soal seperti itu,” terang Chairul.
Baca Juga: Saat TKA Pengawas Pun Diawasi, Mencegah Hal Ini Terjadi
Di Kediri, lanjut Chairul, hasil TKA tidak jauh berbeda dari rata-rata nasional. Namun, ada beberapa mata pelajaran yang rata-rata nilai di Kediri lebih tinggi dari rata-rata nasional. Meski begitu, beberapa juga masih di bawah rata-rata Jawa Timur.
Chairul mencontohkan, tiga mata pelajaran utama meliputi bahasa Indonesia, Matematika, dan bahasa Inggris, semuanya berada sedikit di atas rata-rata nasional.
Di Kediri Raya, rata-rata hasil TKA mapel bahasa Indonesia jenjang SMA adalah 57,32.
Kemudian mapel matematika 38,23. Dan untuk bahasa Inggris rata-ratanya 38,23.
Meski demikian, untuk mapel bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, rata-rata nilai di Kediri masih di bawah rata-rata Jawa Timur.
“Setiap mapel memang tidak sama. Tapi kalau saya lihat untuk Kediri, ada mapel-mapel yang sudah di atas rata-rata nasional dan provinsi,” jelas Chairul sambil menyebut yang sudah di atas rata-rata nasional itu seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika lebih lanjut. Kemudian, bahasa Indonesia lebih lanjut, bahasa Inggris lebih lanjut, dan beberapa lainnya.
Sedangkan untuk beberapa mata pelajaran yang masih ketinggalan dari rata-rata nasional maupun provinsi, di antaranya kimia dan bahasa Jerman.
Karena hasil yang masih belum memuaskan, Cabdindik Jatim Wilayah Kediri bersama sekolah akan melakukan evaluasi. Sehingga tahun ini bisa lebih baik dari hasil tahun sebelumnya.
Baca Juga: Apakah TKA Wajib Diikuti? Ini Kata Mendikdasmen dan Pentingnya TKA untuk Jenjang Selanjutnya
“Cabang dinas dan sekolah akan mengambil langkah-langkah dan strategi untuk bisa lebih berupaya agar tahun ini hasilnya bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu,” tandas Chairul.
Sebelumnya, hasil TKA itu digadang-gadang akan menjadi bahan verifikator nilai rapor untuk SNBP.
Terkait itu, hingga kemarin cabdindik juga masih menunggu kebijakan lanjutan. Sebab, ada beberapa perguruan tinggi negeri yang dikabarkan tidak akan menggunakan nilai TKA sebagai metode seleksi mahasiswa baru.
“Kami juga masih menunggu bagaimana kelanjutannya.Tetapi apapun yang terjadi, yang penting TKA sudah dilaksanakan dan hasilnya juga sudah ada,” tegasnya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian