JP Radar Kediri-Senin (14/7) lusa puluhan ribu siswa baru jenjang TK, SD, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri serta Dinas Pendidikan Kota dan Kabupaten Kediri menegaskan agar tidak ada bullying atau perundungan dalam kegiatan orientasi siswa itu.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Achmad Wartjiantono mengatakan, MPLS untuk jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP) akan digelar selama lima hari. Yakni, mulai 14–18 Juli pekan depan.
Dalam kegiatan pengenalan lingkungan sekolah itu, ada beberapa rambu-rambu yang ditekankan oleh dinas pendidikan. Khususnya terkait pembentukan karakter siswa.
“Untuk jenjang kecil seperti SD ini kami ingin lebih mendekatkan anak dengan orang tua. Sehingga ada sedikit edaran kalau bisa anak diantarkan ke sekolah,” ujar pria yang akrab disapa Anton itu.
Sedangkan untuk jenjang SMP, disdik lebih menekankan pada semangat anti-bullying. Meski belum ada laporan resmi, namun beberapa aduan terkait dugaan perundungan pernah diterima disdik.
“Khususnya yang SMP ini kami penekanan pada sisi terkait bullying. Sehingga menekankan pada kebersamaan anak. Jangan sampai ada bullying di sekolah,” lanjutnya mewanti-wanti.
Selebihnya, menurut Anton disdik juga menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memberi pembekalan. Melibatkan petugas dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (DP3AP2KB). Salah satunya terkait isu kesehatan reproduksi dan kesehatan mental kepada siswa baru.
Edukasi itu, menurutnya tak lepas dari siswa baru SMP yang sudah memasuki usia remaja. Sehingga, penting bagi anak untuk mengenal fungsi organ reproduksi. Termasuk untuk mencegah potensi kekerasan seksual pada anak.
“Kalau untuk perundungan, meski tidak secara kasat mata ada laporan, tetapi ada beberapa laporan secara lisan. Ada laporan ke kami, Pak, anak saya di-bully. Makanya ini juga masih menjadi penekanan,” tegas Anton.
Sisanya, sekolah diarahkan untuk memberi materi terkait pengenalan lingkungan sekolah. Yang mana Teknisnya akan diserahkan kepada lembaga masing-masing.
Khusus untuk pengenalan lingkungan sekolah jenjang SD, dinas pendidikan juga menekankan agar sekolah mempertimbangkan aspek peralihan dari TK menuju SD. Karena itu, sekolah diminta menghadirkan aktivitas yang menyenangkan untuk siswa baru di jenjang SD.
“Jadi jangan langsung dijejali dengan pelajaran kognitif. Tetapi harus diisi dengan aktivitas yang menyenangkan,” imbuhnya sembari menyebut MPLS di tingkat SD dan SMP akan diawasi oleh para guru dan petugas untuk memastikan semua sesuai petunjuk teknis (juknis) disdik.
Senada dengan Kota Kediri, di Kabupaten Kediri juga ditegaskan agar MPLS berlangsung ramah alias tidak ada perundungan. “Kami sudah menegaskan ke sekolah agar melaksanakan MPLS dengan ramah. Dilaksanakan dengan memuliakan murid dan menghormati hak anak,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin.
Selebihnya, kegiatan MPLS harus bisa memberi pengalaman belajar yang bermakna dan menggembirakan. “Kami mengimbau para orang tua untuk mempersiapkan semua kebutuhan anak. Khusus para ayah agar bisa mengantarkan anak di hari pertama sekolah,” pintanya.
Terpisah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri menegaskan untuk menghindari perundungan atau praktik kekerasan di MPLS. Baik kekerasan verbal maupun fisik. “Segala bentuk pemberian hukuman juga kami hindari. Jangan sampai ada kekerasan,” tandas Kepala Kemenag Kota Kediri Ahmad Zamroni.
Menurutnya, pengenalan lingkungan madrasah salah satunya menekankan aspek penanaman nilai akhlak baik pada anak. Ada empat poin rambu-rambu yang harus dipatuhi madrasah selama melaksanakan MPLS.
Yakni, menghindari tugas yang tidak masuk akal dan tidak memiliki nilai edukasi. Kemudian, pelaksanaan MPLS juga harus tetap didampingi guru. “Juga menghindari atribut-atribut yang tidak mendidik,” jelasnya.
Sementara itu, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri juga tegas melarang perundungan atau perpeloncoan selama MPLS. Sama seperti jenjang pendidikan dasar, MPLS untuk jenjang SMA dan SMK juga akan digelar selama lima hari mulai 14 – 18 Juli.
“Anak-anak pada saat MPLS harus dibuat menyenangkan. Tidak tertekan. Sama sekali tidak boleh ada perpeloncoan, bullying, dan sebagainya,” tandas Kasi SMK Cabdindik Jatim Wilayah Kediri Sidik Purnomo sembari menyebut cabdindik juga mengawasi pelaksanaan MPLS agar tidak kecolongan.(*)
Editor : Mahfud