Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sekolah dan Cuaca Panas: Apakah Suhu Kelas Bisa Mengganggu Belajar?

I
ilustrasi suhu panas (freepik)
ilustrasi suhu panas (freepik)

Advertisement

JP Radar Kediri – Musim kemarau tidak hanya membuat udara di luar ruangan terasa lebih panas. Suhu ruang kelas juga dapat memengaruhi kenyamanan siswa selama mengikuti pembelajaran. Ketika ruangan terlalu panas, konsentrasi dan kemampuan menerima materi berpotensi ikut terganggu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Pada Agustus 2026, kondisi El Niño juga berada pada kategori sangat kuat, sementara puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada periode Juli-September.

Kondisi tersebut membuat kenyamanan termal di ruang belajar menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sebab, suhu yang terlalu tinggi bukan hanya persoalan rasa gerah.

Suhu Panas Bisa Mengganggu Konsentrasi

Sejumlah penelitian menunjukkan kondisi termal ruang kelas berkaitan dengan kenyamanan dan performa kognitif siswa.

Advertisement

Studi yang diterbitkan dalam Building and Environment pada 2024 terhadap siswa sekolah menengah di Singapura menemukan bahwa kecepatan udara berpengaruh terhadap kinerja kognitif.

Ketika kondisi ruang terasa semakin hangat, performa kognitif siswa cenderung menurun. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa peningkatan sirkulasi udara melalui kipas dapat membantu menjaga kenyamanan termal.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kondisi ruang belajar dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung atau menghambat proses belajar.

Ketika siswa merasa terlalu panas, perhatian mereka dapat terbagi antara mengikuti pelajaran dan berusaha mengatasi rasa tidak nyaman.

Kenyamanan Anak Tidak Selalu Sama dengan Orang Dewasa

Persoalan suhu ruang kelas juga perlu dilihat dari karakteristik siswa. Anak-anak tidak selalu memiliki preferensi suhu yang sama dengan orang dewasa.

Kajian mengenai kenyamanan termal di ruang kelas menunjukkan bahwa kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara dapat memengaruhi kenyamanan siswa selama belajar.

Advertisement

Artikel Terkait

Dukung Transformasi Digital Sekolah, Zetta Hadirkan Solusi Konektivitas Terintegrasi Zetta-Edu

Dukung Transformasi Digital Sekolah, Zetta Hadirkan Solusi Konektivitas Terintegrasi Zetta-Edu

Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan terus berkembang. Aktivitas belajar mengajar kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas, tetapi semakin terhubung

Disdik Kabupaten Kediri Sukses Gelar Lomba Kreasi Website SMP 2026, Dorong Upaya Literasi Digital

Disdik Kabupaten Kediri Sukses Gelar Lomba Kreasi Website SMP 2026, Dorong Upaya Literasi Digital

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., mengungkapkan lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi. Melainkan langkah percepatan.

Panduan Daftar PIP 2026, Ini 5 Hal yang Perlu Jadi Perhatian

Panduan Daftar PIP 2026, Ini 5 Hal yang Perlu Jadi Perhatian

Penentuan calon penerima Program Indonesia Pintar (PIP) 2026 perlu dilakukan melalui pemeriksaan data dan penilaian terhadap kebutuhan siswa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer