Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Seneng Dolan, Berujung Pegatan

Hilda Nurmala Risani • Minggu, 16 November 2025 - 13:22 WIB

Ilustrasi: Afrizal Syaiful M/JPRK
Ilustrasi: Afrizal Syaiful M/JPRK
Kang Dalbo memang memiliki hobi utama. Mulai dari daratan hingga lautan pun telah dijelajahi. Iku sakjane sah-sah wae yen dilakoni nalika masih muda. Sebab ora nduwe tanggungan neng anak lan bojo.

Kami ngeti yen hobi dolan bukan menikah dengan perempuan yang memiliki kebiasaan yang sama. Justru deweke milih bojo sing luwih seneng neng omah.

"Nalika diajak rabi aku ya bingung. Iku merga latar belakangku karo Kang Dalbo beda. Deweke seneng ngluyur, sementara aku luwih seneng neng omah," ujar Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Pesantren, Kota Kediri itu.

Baca Juga: Waleh Ngalah, Milih PisahTetapi

Kang Dalbo meyakinkan yen kuwi ora jadi masalah. Yu Minthul pun mempercayainya. Dia mencoba berpikir positif bahwa pernikahan itu tidak harus sefrekuensi, bisa saja saling melengkapi satu sama lain.

Berpacaran satu tahun pun, Yu Minthul yakin bahwa Kang Dalbo bisa menjadi imam yang baik. Tak heran deweke mantap untuk menikah. Termasuk jaminan orang tua untuk merestorasi keseluruhan.

“Setelah menikah aku melu neng omahe bojoku, di situ juga ada mertua dan adik iparku,” terang Yu Minthul.

Awal pernikahan semuanya berjalan dengan baik. Mertua dan adik ipar begitu ramah dan pengertian. Begitupun bojone sing selalu menemani.

Sayangnya kedamaian itu tak bertahan lama. Memasuki usia pernikahan 3 tahun mulai banyak prahara rumah tangga yang muncul.

"Bojoku sering dolan karo kancane. Awal-awal aku selalu diajak. Tapi saiki jarang merga ketika diajak nongkrong aku gampang ora betah. Satu jam selalu ngajak muleh," gerutu Yu Minthul.

Ya, Yu Minthul merasa energinya cepat habis ketika bertemu banyak orang. Tentu kuwi berbeda dengan bojone sing merasa semangat ketika bertemu kanca-kancane.

Baca Juga: Ngakune Kerja Ternyata Mendua

Nalika di tinggal neng omah tentu Yu Minthul bersama mertua dan iparnya. Namun, ada yang berbeda. Mertua dan ipar kuwi memperhatikan perhatian neng Yu Minthul nalika enek Kang Dalbo wae.

"Aku dicuekne, mencoba mengajak ngobrol ora ditanggapi. Mereka jajan aku ya ora diwenehi. Nelangsa," omel Yu Minthul.

Sebenarnya Yu Minthul tidak menjadikan itu masalah besar. Hanya dengan kondisinya yang sedang mengandung sang anak membuatnya lebih terasa.

Kang Dalbo nalika diwaduli bukannya membela sang bojo. Justru menyalahkan karena dianggap tidak bisa akrab dengan mertua. Omongan-omongan menyakitkan pun mulai keluar dari mulut Kang Dalbo.

"Wes aku diuneni terlalu cuek, ora bisa bergaul, cupu, dan banyak lainnya. Kalau diingat lara rasane. Aku pun kepikiran njaluk pegat wae," paparnya.

Ya, benar saja Yu Minthul setelah melahirkan langsung mengurus surat perceraian. Deweke ora sanggup yen dikongkon pengertian karo kelakuan sang bojo.

"Wes seneng dolan, bojo ora diurusi. Jane niat urip bareng opo ngejomblo," diakhiri dengan nada kesal.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #kediri #jawa #bahasa jawa #peh #kota kediri