“Sebagai anak aku ingin berbakti. Nurut sama Abah. Yakin kalau akan dipilihkan suami yang baik,” ujar Mbok Ndewor menceritakan awal pertemuannya dengan Sudrun.
Dengan keyakinan itu, dia menurut saya dijodohkan dengan Sudrun yang tak lain merupakan anak dari teman ayahnya. Mbok Ndewor dan Sudrun pun tinggal satu rumah seperti pasangan suami istri lainnya.
Sepintas, rumah tangga pasutri di Plemahan ini terlihat adem ayem. Keluarga Sudrun dan Mbok Ndewor pun bahagia melihat perjodohan mereka berhasil. Faktanya, perempuan berusia 25 tahun itu harus menahan sikap dingin suaminya. “Sebagai istri saya nggak pernah digubris,” keluhnya.
Sudrun selalu bersikap acuh tak acuh. Jangankan menyentuh atau memberi nafkah batin layaknya suami istri, melihat Mbok Ndewor saat sedang berada di rumah pun tak pernah. Peh!
Ingin mempertahankan rumah tangga yang sudah dibangun, Mbok Ndewor berusaha bersabar. Dia hanya bisa menunggu Sudrun luluh. Di saat yang sama dia juga berdoa, memohon agar rumah tangga yang dibina bersama pria berusia 29 tahun itu bisa diliputi kebahagiaan.
Tetapi, keinginan Mbok Ndewor itu tak pernah terwujud. Meski tidak pernah bersikap kasar terhadap istrinya, Sudrun tidak pernah mengajak ngomong. Dia hanya menjalankan kewajiban dengan memberi uang belanja tiap bulan.
Di saat yang sama, Mbok Ndewor berusaha menjalankan kewajibannya sebagai istri. Yaitu, dengan memasak dan menyiapkan keperluan suaminya. Tetapi, tetap saja tidak diperhatikan oleh Sudrun. “Aku serasa dianggap patung. Tinggal satu atap tapi tak pernah bertegur sapa,” beber Mbok Ndewor tentang perilaku suaminya yang berangkat pagi dan pulang larut malam itu.
Setelah berjalan sekitar dua tahun, Mbok Ndewor akhirnya mengetahui penyebab dinginnya sikap Sudrun. Rupanya, dia memiliki wanita idaman lain (WIL). Keduanya telah menjalin hubungan sebelum menikah dengan Mbok Ndewor.
Mengetahui hal tersebut, hati Mbok Ndewor pun bak disayat-sayat sembilu. Dia merasa nelangsa mengetahui kasih sayang suaminya diberikan kepada wanita lain. Sedangkan istrinya tak pernah dipedulikan.
Setelah lama memendam, Mbok Ndewor akhirnya memberanikan diri bertanya kepada Sudrun. Tak dinyana, dia dengan enteng mengakui. Sekaligus berterus terang tak mau meninggalkan kekasihnya.
Saat itu, Mbok Ndewor langsung meneguhkan niatnya untuk bercerai. Dia langsung mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Kediri. Dia tak masalah menyandang status janda meski masih perawan. “Mau malam pertama gimana, diajak ngomong saja tidak pernah,” paparnya.
Editor : Anwar Bahar Basalamah