25.3 C
Kediri
Saturday, January 28, 2023

Tiada Suami Teman pun Jadi

- Advertisement -

Yen dipikir-pikir, kurang apa sebenarnya Yu Minthul ini. Punya suami yang nyaris ideal. Lengkap syarat-syarat untuk disebut suami idaman. Kang Paijo, suaminya itu, adalah sosok yang tampan dengan ekonomi mapan. Awake yahut dengan perut, yen basa saiki, sixpack.

Kang Paijo juga pacar Yu Minthul sejak kuliah. Kala semana Kang Paijo sudah jadi idola bocah-bocah wadon nang kampus. Ya amarga gantenge kuwi. Nanging, tetap saja dia memilih Yu Minthul sebagai tambatan hati.

Selepas lulus kuliah, Kang Paijo pun diterima dadi pamonge negara, jadi ASN. Kemudian, pasangan ini mengikat janji suci. Menjadi pasangan suami istri.

Setelah menikah, hidup keduanya terasa sempurna. Hubungan terjalin dengan mesra. Semua kebutuhan pun terpenuhi. Baik kebutuhan materi maupun biologis. Meskipun sibuk sebagai ASN Kang Paijo toh masih menyempatkan waktu untuk Yu Minthul.

Tapi, semua itu tidak langgeng. Bermula ketika Kang Paijo pindah tugas ke luar kota. Tak membawa serta Yu Minthul. Akibatnya pasutri ini mulai jarang ketemu. Dari sinilah masalah itu bermula. Meskipun secara materi terpenuhi, toh Yu Minthul mulai gelisah karena kebutuhan biologisnya tersendat.

Baca Juga :  Pagere Mangan Adik Ipare
- Advertisement -

Ben wengi krasa sepa, mung dikancani bantal ambek guling tok,” gerutu Yu Minthul sambil matane kedap-kedip menatap langit-langit kamar.

Hingga suatu ketika, berkenalanlah dia dengan rekan kerja Kang Paijo. Sebut saja namanya Kang Dalbo. Ternyata, Kang Dalbo ini ganjen juga. Masiyo wis duwe anak bojo masih juga menggoda Yu  Minthul.

Ruwete, godaan Kang Dalbo ditanggapi oleh Yu Minthul. Bahkan dengan hasrat menggebu. Mungkin karena lama tak disiram kenikmatan malam, Yu Minthul langsung klepek-klepek ketika mendapat balutan kehangatan dari Kang Dalbo. Ibaratnya, tiada rotan akar pun jadi. Tidak ada suami, teman pun tak apa-apa, peh!

Kehadiran pebinor-perebut bini orang-itu  membuat keharmonisan keluarga Kang Paijo rusak. Keduanya sering bertengkar. Yu Minthul selalu uring-uringan. Masalah sepele dadi sepala. Dia juga seneng keluyuran. Pulang ke rumah selalu larut malam. Ini yang membuat Kang Paijo jadi tersulut emosinya.

Baca Juga :  Witing Tresna Jalaran Ngglibet 

Bojo mulih ora diurus, eh malah kelayapan bengi,” geram Kang Paijo.

Suatu ketika, Kang Paijo ngonangi perbuatan bejat bojone dan kancane kuwi. Dia memergoki Yu Minthul memadu kasih dengan Kang Dalbo. Lokasinya di salah satu tempat wisata di Kediri. Sontak, Kang Paijo marah ora ketulungan. Dia langsung memberi talak kepada sang istri.

Edan tenan, lha  kok ditelikung kanca dewe. Aku kerja mbanting lulang, eh bojoku malah enak-enak ambek kancaku,” gerutunya ketika berada di pengadilan agama.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

Yen dipikir-pikir, kurang apa sebenarnya Yu Minthul ini. Punya suami yang nyaris ideal. Lengkap syarat-syarat untuk disebut suami idaman. Kang Paijo, suaminya itu, adalah sosok yang tampan dengan ekonomi mapan. Awake yahut dengan perut, yen basa saiki, sixpack.

Kang Paijo juga pacar Yu Minthul sejak kuliah. Kala semana Kang Paijo sudah jadi idola bocah-bocah wadon nang kampus. Ya amarga gantenge kuwi. Nanging, tetap saja dia memilih Yu Minthul sebagai tambatan hati.

Selepas lulus kuliah, Kang Paijo pun diterima dadi pamonge negara, jadi ASN. Kemudian, pasangan ini mengikat janji suci. Menjadi pasangan suami istri.

Setelah menikah, hidup keduanya terasa sempurna. Hubungan terjalin dengan mesra. Semua kebutuhan pun terpenuhi. Baik kebutuhan materi maupun biologis. Meskipun sibuk sebagai ASN Kang Paijo toh masih menyempatkan waktu untuk Yu Minthul.

Tapi, semua itu tidak langgeng. Bermula ketika Kang Paijo pindah tugas ke luar kota. Tak membawa serta Yu Minthul. Akibatnya pasutri ini mulai jarang ketemu. Dari sinilah masalah itu bermula. Meskipun secara materi terpenuhi, toh Yu Minthul mulai gelisah karena kebutuhan biologisnya tersendat.

Baca Juga :  Milih-Milih Tebu, Olehe Bojo Bongkeng

Ben wengi krasa sepa, mung dikancani bantal ambek guling tok,” gerutu Yu Minthul sambil matane kedap-kedip menatap langit-langit kamar.

Hingga suatu ketika, berkenalanlah dia dengan rekan kerja Kang Paijo. Sebut saja namanya Kang Dalbo. Ternyata, Kang Dalbo ini ganjen juga. Masiyo wis duwe anak bojo masih juga menggoda Yu  Minthul.

Ruwete, godaan Kang Dalbo ditanggapi oleh Yu Minthul. Bahkan dengan hasrat menggebu. Mungkin karena lama tak disiram kenikmatan malam, Yu Minthul langsung klepek-klepek ketika mendapat balutan kehangatan dari Kang Dalbo. Ibaratnya, tiada rotan akar pun jadi. Tidak ada suami, teman pun tak apa-apa, peh!

Kehadiran pebinor-perebut bini orang-itu  membuat keharmonisan keluarga Kang Paijo rusak. Keduanya sering bertengkar. Yu Minthul selalu uring-uringan. Masalah sepele dadi sepala. Dia juga seneng keluyuran. Pulang ke rumah selalu larut malam. Ini yang membuat Kang Paijo jadi tersulut emosinya.

Baca Juga :  Teganya Suami Siaga

Bojo mulih ora diurus, eh malah kelayapan bengi,” geram Kang Paijo.

Suatu ketika, Kang Paijo ngonangi perbuatan bejat bojone dan kancane kuwi. Dia memergoki Yu Minthul memadu kasih dengan Kang Dalbo. Lokasinya di salah satu tempat wisata di Kediri. Sontak, Kang Paijo marah ora ketulungan. Dia langsung memberi talak kepada sang istri.

Edan tenan, lha  kok ditelikung kanca dewe. Aku kerja mbanting lulang, eh bojoku malah enak-enak ambek kancaku,” gerutunya ketika berada di pengadilan agama.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/