JP Radar Kediri - Ban merupakan komponen penting dalam kendaraan yang berperan langsung terhadap kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi berkendara. Seiring dengan penggunaan, ban bisa mengalami kebocoran atau kerusakan.
Dua metode yang umum digunakan untuk memperbaiki ban adalah tambal vulkanisir dan tambal ban tubeless.
Masing-masing metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya. Berikut ulasan lengkapnya.
Pertama, tambal ban vulkanisir. Vulkanisir adalah proses perbaikan ban dengan cara melapisi atau mengganti lapisan tapak ban yang aus atau rusak menggunakan karet baru, lalu diproses dengan pemanasan agar menyatu kembali dengan struktur ban lama.
Kelebihan tambal vulkanisir antara lain jelas ekonomis. Dalam artian biaya vulkanisir jauh lebih murah dibandingkan membeli ban baru.
Kemudian, ramah lingkungan karena mengurangi limbah ban karena ban yang rusak bisa digunakan kembali.
Juga memperpanjang usia ban. Sebab, ban yang telah aus bisa digunakan kembali setelah divulkanisir. Dan cocok untuk kendaraan berat. Umumnya digunakan pada truk dan bus yang menggunakan ban dalam (tube-type). Namun juga memiliki beberapa ekurangan tambal vulkanisir. Diantaranya tidak sekuat ban baru. Daya tahan dan performa ban vulkanisir biasanya lebih rendah dibandingkan ban baru.
Jelas berisiko pada kecepatan tinggi. Sehingga kurang cocok untuk kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi karena risiko delaminasi (lapisan terlepas).
Proses lebih rumit dan lama. Dibanding tambal biasa, proses vulkanisir memerlukan alat khusus dan waktu lebih panjang. Dan tidak semua ban bisa divulkanisir. Ban yang terlalu rusak atau aus tidak layak untuk divulkanisir.
Kedua, tambal ban tubeless. Ban tubeless adalah jenis ban tanpa ban dalam.
Jika terjadi kebocoran, tambalan dilakukan langsung pada permukaan ban menggunakan metode seperti plug (penambal luar) atau patch dari dalam. Tambal Ban Tubeless memiliki kelebihan. Mulai dari perbaikan cepat dan mudah.
Tambal ban tubeless bisa dilakukan dengan cepat tanpa melepas ban dari velg.
Lalu, lebih aman. Jika tertusuk benda tajam, tekanan angin berkurang secara perlahan, memberi waktu bagi pengendara untuk mengendalikan kendaraan.
Kemudian, lebih ringan dan efisien. Tidak menggunakan ban dalam, sehingga mengurangi bobot dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Dan tidak mudah bocor tiba-tiba. Cocok untuk kendaraan berkecepatan tinggi seperti motor sport atau mobil pribadi. Akan tetapi, juga memiliki kekurangan untuk tambal ban tubeless. Diantaranya tidak bisa ditambal jika robekan terlalu besar atau di sisi ban. Ban harus diganti jika kerusakan terjadi di area yang tidak bisa ditambal.
Harga lebih mahal.
Harga ban tubeless dan komponennya lebih tinggi dibanding ban konvensional.
Membutuhkan velg khusus.
Tidak semua velg cocok dengan ban tubeless. Dan tambalan tidak sekuat vulkanisir untuk kerusakan besar. Untuk kerusakan luas, tambalan biasa tidak cukup kuat.
Jadi, mana yang lebih bagus. Jawabannya adalah tergantung pilih sesuai kebutuhan.
Gunakan tambal vulkanisir jika memiliki kendaraan niaga dan ingin menghemat biaya operasional. Gunakan ban tubeless untuk kendaraan pribadi agar lebih praktis dan aman dalam berkendara harian.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah