JP Radar Kediri – Hand rem (rem tangan), atau parking brake, merupakan komponen penting dalam sistem pengereman kendaraan yang berfungsi utama untuk menahan mobil agar tidak bergerak saat diparkir.
Namun, tidak jarang pengemudi lupa menurunkan tuas hand rem dan tetap menjalankan mobil. Kebiasaan ini bisa menimbulkan berbagai dampak buruk, baik bagi sistem kendaraan maupun keselamatan pengemudi.
Apa yang terjadi jika hand rem aktif saat mobil berjalan? Saat hand rem aktif baik sebagian maupun penuh dan mobil tetap dijalankan, sistem pengereman akan memberikan tahanan gesek pada roda belakang (pada sebagian besar mobil), sehingga menciptakan efek menahan laju.
Ini dampak buruk akibat hand rem aktif Ketika mobil berjalan. Pertama, kampas rem cepat habis. Sebab, gesekan yang terjadi secara terus-menerus saat hand rem aktif membuat kampas rem cepat aus. Kampas yang seharusnya bisa bertahan ribuan kilometer akan menipis dalam waktu singkat.
Kedua, piringan atau tromol rem rusak. Piringan (disc) atau tromol (drum) rem yang bergesekan dengan kampas rem dalam kondisi panas dapat melengkung (warp), retak, atau bahkan terbakar. Ini membuat rem tidak bekerja optimal bahkan saat hand rem sudah dilepas.
Ketiga, overheating pada sistem rem. Gesekan terus-menerus menyebabkan suhu pada sistem rem meningkat drastis. Hal ini bisa menyebabkan brake fade, yaitu kondisi ketika rem menjadi kurang responsif atau bahkan tidak bekerja sama sekali karena panas berlebih.
Keempat, konsumsi BBM cepat habis dan lebih boros. Ketika hand rem aktif, mesin perlu bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan. Akibatnya, konsumsi bahan bakar akan meningkat secara signifikan.
Kelima, kerusakan komponen transmisi dan roda. Dalam jangka panjang, terutama pada mobil bertransmisi otomatis, gesekan dan beban yang tidak semestinya bisa berdampak buruk pada transmisi. Selain itu, ban juga bisa aus tidak merata akibat putaran yang tertahan.
Keenam, risiko kecelakaan. Jika hand rem aktif namun kendaraan dipaksa berjalan, kestabilan mobil bisa terganggu, terutama saat menikung atau di jalan licin. Ini bisa meningkatkan risiko kecelakaan.
Kalau sudah tahu bahaya dan dampak, kalian harus tahu pula tanda-tanda
hand rem masih aktif saat mobil berjalan. Antara lain ada tanda-tanda hand rem aktif saat mobil sudah jalan. Lalu, mobil terasa berat atau tidak responsif saat mulai berjalan. Kemudian, ada suara gesekan atau derit dari roda belakang. Juga tercium bau hangus (seperti karet terbakar). Dan indikator rem tangan di dashboard menyala.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah