JP Radar Kediri – Mobil transmisi otomatis (matic) kini semakin populer di kalangan pengendara karena kemudahan dalam pengoperasiannya.
Salah satu fitur utama dalam mobil matic adalah tuas transmisi yang memiliki berbagai pilihan mode berkendara, seperti P (Parkir), R (Reverse), N (Netral), D (Drive), dan S (Sport).
Masing-masing kode ini memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Dalam artikel ini, kita akan membahas arti dari kode D dan S pada mobil matic.
Kode D (Drive). Kode D pada mobil matic adalah posisi transmisi yang digunakan untuk berkendara dalam kondisi normal, baik di jalan raya maupun di jalan perkotaan.
Ketika tuas transmisi berada di posisi D, mobil akan secara otomatis memilih gigi yang sesuai dengan kecepatan dan kondisi jalan.
Ini berarti mobil akan bergerak maju dengan pemilihan gigi yang disesuaikan untuk memberikan keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi bahan bakar.
Pada posisi D, mobil akan mengubah gigi sesuai dengan kecepatan kendaraan dan tuntutan beban mesin. Pengemudi tidak perlu khawatir tentang pemilihan gigi karena sistem transmisi otomatis akan menyesuaikan dirinya dengan kondisi berkendara.
Pengemudi hanya fokus pada akselerasi dan rem, sementara sistem transmisi yang bekerja.
Kemudia, kode S (Sport). Kode S pada mobil matic adalah posisi transmisi yang digunakan ketika pengemudi menginginkan performa lebih dari mobil, terutama untuk kecepatan tinggi atau saat melalui jalanan yang menantang, seperti jalan berkelok atau mendaki.
Ketika tuas transmisi berada di posisi S, sistem transmisi akan membuat perubahan gigi dengan lebih cepat dan pada putaran mesin yang lebih tinggi. Ini membuat kendaraan memiliki akselerasi yang lebih responsif dan tenaga lebih besar.
Mode S sangat berguna ketika pengemudi membutuhkan kontrol lebih terhadap tenaga mobil, seperti saat melaju di jalan menanjak atau saat ingin mendapatkan akselerasi yang lebih cepat.
Selain itu, mode S biasanya memberikan pengalaman berkendara yang lebih sporty karena mobil akan mempertahankan putaran mesin di level yang lebih tinggi, meningkatkan performa mobil secara keseluruhan.
Ini perbedaan utama antara D dan S. Mode D adalah untuk berkendara biasa dengan efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan kenyamanan yang lebih tinggi. Gigi berubah secara otomatis sesuai dengan kecepatan mobil dan kondisi jalan.
Kalua mode S adalah untuk berkendara yang membutuhkan performa lebih tinggi, seperti akselerasi cepat atau mengemudi di jalanan yang menantang. Transmisi bekerja pada putaran mesin yang lebih tinggi dan respons yang lebih cepat.
Lalu, kapan harus menggunakan mode D dan S. untuk mode D digunakan untuk perjalanan sehari-hari dalam kondisi jalan normal, seperti di jalan raya atau perkotaan. Mode ini memberikan kenyamanan dalam berkendara dan efisiensi bahan bakar yang optimal.
Sedangkan mode S digunakan saat membutuhkan tenaga ekstra, seperti ketika melaju di jalan menanjak, berkendara di jalan yang berkelok, atau saat ingin berakselerasi cepat. Mode ini cocok digunakan saat pengemudi menginginkan respons yang lebih cepat dari mobil.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah