28.2 C
Kediri
Saturday, January 28, 2023

Marketing On Wednesday #75

Bebek Sinjay

- Advertisement -

Rupanya saya sudah agak lama tidak ke Madura. Sampai saya tidak tahu, bahwa Warung Bebek Sinjay di pusatnya di Bangkalan, sekarang ada dua. Pertama, warung lama di Jl Raya Ketengan, Bangkalan, yang saya sering kesulitan parkir di sana, karena tempat parkirnya yang terbatas. Kedua, di tempat yang baru, yang lebih luas tempatnya, lebih luas areal parkirnya, dan jauh lebih nyaman. Tempat ini ternyata sudah dibuka sejak awal Desember 2020.

Berarti, sudah dua tahunan lebih saya tidak ke Madura. Baru Minggu lalu (22/1/2023) saya ke Madura lagi. Dan saya sempatkan mampir ke Bebek Sinjay, di tempatnya yang baru yang lebih dekat dengan lokasi Jembatan Suramadu.

Setiap kali ke Madura, saya hampir selalu mampir ke Bebek Sinjay. Tak lengkap rasanya, ke Madura tanpa merasakan makan Bebek Sinjay di tempat asalnya. Meski saat ini warung Bebek Sinjay sudah ada di beberapa kota, di Surabaya, Malang, dan kota-kota lain, tapi menurut saya, rasanya tetap beda ketika makan Bebek Sinjay di tempat asalnya (Bangkalan).

Apa yang membuat Bebek Sinjay tetap disukai konsumen, bahkan semakin disukai konsumen, di tengah persaingan para penjual bebek goreng yang jumlahnya semakin banyak? Jika Anda pergi ke Madura, begitu keluar dari Jembatan Suramadu, ada banyak sekali warung, depot atau pun resto yang menjual menu bebek goreng dengan nama yang bermacam-macam. Tapi, mengapa konsumen tetap jujugannya banyak yang ke Bebek Sinjay?

Ketika Minggu lalu saya ke Bangkalan, dan akan makan siang, dua tempat Bebek Sinjay sama-sama penuh. Bahkan, di tempat yang baru yang lebih luas itu, parkirnya penuh, dan suasana di dalam juga penuh. Di tempat ini, kita harus antre tiga kali. Pertama, antre memesan dan membayar di kasir, lalu dapat nomor antrian. Kedua, antre untuk mengambil makanan, dan menunggu nomor antrean kita dipanggil. Dan ketiga, antre ambil minuman, jika kita memesan minuman di luar paket air mineral yang diberikan.

Baca Juga :  Holywings
- Advertisement -

Barangkali, ini satu-satunya warung bebek goreng yang antreannya begitu banyaknya. Warung ini buka pukul 07.00 dan tutup pukul 21.00. Saya yakin, pembelinya mencapai ribuan dalam sehari itu.

Sebagai pelanggan dan penggemar Bebek Sinjay sejak 2010, saya menyaksikan warungnya yang ada di Bangkalan itu hampir selalu ramai didatangi pembeli. Cabangnya yang ada di Malang, yakni di kawasan Karang Ploso, juga hampir selalu ramai. Apalagi saat weekend, atau pun liburan.

Apa yang membuat Bebek Sinjay semakin disukai konsumen?
Saya pernah membaca buku yang menceritakan tentang strategi perang Sun Tzu. Di dalam buku itu disebutkan, bahwa strategi perang Sun Tzu itu ditulis dalam 13 langkah sederhana. Mulai dari perencanaan perang, hingga intelijen. Dari 13 langkah itu, sesungguhnya inti sarinya hanya ada tiga langkah. Yakni: mengenal diri Anda dengan baik, mengenal musuh Anda, dan mengenal tempat di mana Anda bertarung.

Tiga langkah tersebut, sebenarnya bisa disamakan atau bisa disebut sebangun dengan teori positioning dalam marketing.

Begini penjelasannya. Langkah pertama: mengenal diri Anda dengan baik. Ini artinya, jika kita menjual produk, harus mengenali betul produk yang kita jual itu apa. Kelebihannya apa, dan kelemahannya apa. Selanjutnya, terus menerus meningkatkan kelebihannya, dan terus memperbaiki serta menyempurnakan kelemahannya.

Sebagai sebuah produk, Bebek Sinjay punya kelebihan dibandingkan dengan bebek-bebek goreng yang lain. Kemasan dalam sajiannya khas. Selain bebek goreng, ada sambel pencit (mangga muda) yang segar dan pedas. Ada yang bilang, pedasnya sambel pencit sampai ke ubun-ubun. Saking pedasnya. Juga ada daun kemangi-nya.

Daging bebeknya Sinjay, menurut saya, belum ada duanya. Selain tidak berbau amis, dagingnya empuk, namun tetap bertekstur. Bumbunya gurih dan sedap. Ada terasa kandungan rempah-rempah yang meresap di dalam dagingnya. Kesedapan dan kegurihan daging bebek, plus sambel pencitnya yang segar dan pedas, masih ditambah lagi dengan sajian nasinya yang punel. Ini yang menurut saya kelebihan Bebek Sinjay yang sampai saat ini belum bisa ditandingi oleh yang lainnya. Dan kelebihan ini masih bisa dipertahankan hingga kini, sejak Bebek Sinjay mengawali jualan pada 2001.

Baca Juga :  Belajar dari “Brand” Polri

Langkah kedua: mengenal musuh Anda. Jika produk Anda banyak kompetitornya, maka menurut Sun Tzu, Anda harus tekun mempelajari perilaku musuh atau kompetitor. Dan ini rupanya dijalankan oleh Bebek Sinjay. Mereka sadar, tempat jualannya yang lama di Bangkalan, suasananya kurang nyaman. Selain tempat makannya sering berdesak-desakan, areal parkirnya juga sangat terbatas. Seringkali mobil kesulitan masuk dan keluar. Di sisi lain, para pesaing Bebek Sinjay berlomba-lomba bikin tempat yang lebih luas, dan lebih nyaman. Bahkan, para pesaing Bebek Sinjay sengaja bikin tempat di sepanjang jalan di sekitar Bebek Sinjay.

Makanya, sejak Desember 2020, Bebek Sinjay bikin tempat baru yang lebih luas, lebih nyaman dan lebih dekat dengan Jembatan Suramadu. Dengan cara ini, Bebek Sinjay ingin mengatakan kepada para pesaingnya dan juga kepada para konsumennya, bahwa mereka terus berbenah. Dan mereka lebih unggul dari para pesaingnya. Ini adalah penerapan dari strategi mengenali musuh atau kompetitor.

Langkah ketiga: mengenal tempat dimana kita bertarung. Dalam dunia bisnis, terdapat dua macam area (tempat berjualan atau bertarung): tempat yang banyak sekali kompetitornya (red ocean) dan tempat yang sangat sedikit kompetitornya (blue ocean). Bagi yang berjualan produk di red ocean, maka tidak ada cara lain, jika ingin produknya disukai, maka produk itu harus punya kelebihan dibandingkan dengan produk lain.

Bebek Sinjay sadar betul, bahwa mereka bertarung di red ocean. Makanya, mereka terus mempertahankan kelebihan produknya, dengan tetap menjaga kualitas dan cita rasa produknya, yang menurut saya belum ada duanya. Dan ini membuat Bebek Sinjay masih tetap disukai dan digemari. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

- Advertisement -

Rupanya saya sudah agak lama tidak ke Madura. Sampai saya tidak tahu, bahwa Warung Bebek Sinjay di pusatnya di Bangkalan, sekarang ada dua. Pertama, warung lama di Jl Raya Ketengan, Bangkalan, yang saya sering kesulitan parkir di sana, karena tempat parkirnya yang terbatas. Kedua, di tempat yang baru, yang lebih luas tempatnya, lebih luas areal parkirnya, dan jauh lebih nyaman. Tempat ini ternyata sudah dibuka sejak awal Desember 2020.

Berarti, sudah dua tahunan lebih saya tidak ke Madura. Baru Minggu lalu (22/1/2023) saya ke Madura lagi. Dan saya sempatkan mampir ke Bebek Sinjay, di tempatnya yang baru yang lebih dekat dengan lokasi Jembatan Suramadu.

Setiap kali ke Madura, saya hampir selalu mampir ke Bebek Sinjay. Tak lengkap rasanya, ke Madura tanpa merasakan makan Bebek Sinjay di tempat asalnya. Meski saat ini warung Bebek Sinjay sudah ada di beberapa kota, di Surabaya, Malang, dan kota-kota lain, tapi menurut saya, rasanya tetap beda ketika makan Bebek Sinjay di tempat asalnya (Bangkalan).

Apa yang membuat Bebek Sinjay tetap disukai konsumen, bahkan semakin disukai konsumen, di tengah persaingan para penjual bebek goreng yang jumlahnya semakin banyak? Jika Anda pergi ke Madura, begitu keluar dari Jembatan Suramadu, ada banyak sekali warung, depot atau pun resto yang menjual menu bebek goreng dengan nama yang bermacam-macam. Tapi, mengapa konsumen tetap jujugannya banyak yang ke Bebek Sinjay?

Ketika Minggu lalu saya ke Bangkalan, dan akan makan siang, dua tempat Bebek Sinjay sama-sama penuh. Bahkan, di tempat yang baru yang lebih luas itu, parkirnya penuh, dan suasana di dalam juga penuh. Di tempat ini, kita harus antre tiga kali. Pertama, antre memesan dan membayar di kasir, lalu dapat nomor antrian. Kedua, antre untuk mengambil makanan, dan menunggu nomor antrean kita dipanggil. Dan ketiga, antre ambil minuman, jika kita memesan minuman di luar paket air mineral yang diberikan.

Baca Juga :  Anomali Kepuasan Pelanggan 

Barangkali, ini satu-satunya warung bebek goreng yang antreannya begitu banyaknya. Warung ini buka pukul 07.00 dan tutup pukul 21.00. Saya yakin, pembelinya mencapai ribuan dalam sehari itu.

Sebagai pelanggan dan penggemar Bebek Sinjay sejak 2010, saya menyaksikan warungnya yang ada di Bangkalan itu hampir selalu ramai didatangi pembeli. Cabangnya yang ada di Malang, yakni di kawasan Karang Ploso, juga hampir selalu ramai. Apalagi saat weekend, atau pun liburan.

Apa yang membuat Bebek Sinjay semakin disukai konsumen?
Saya pernah membaca buku yang menceritakan tentang strategi perang Sun Tzu. Di dalam buku itu disebutkan, bahwa strategi perang Sun Tzu itu ditulis dalam 13 langkah sederhana. Mulai dari perencanaan perang, hingga intelijen. Dari 13 langkah itu, sesungguhnya inti sarinya hanya ada tiga langkah. Yakni: mengenal diri Anda dengan baik, mengenal musuh Anda, dan mengenal tempat di mana Anda bertarung.

Tiga langkah tersebut, sebenarnya bisa disamakan atau bisa disebut sebangun dengan teori positioning dalam marketing.

Begini penjelasannya. Langkah pertama: mengenal diri Anda dengan baik. Ini artinya, jika kita menjual produk, harus mengenali betul produk yang kita jual itu apa. Kelebihannya apa, dan kelemahannya apa. Selanjutnya, terus menerus meningkatkan kelebihannya, dan terus memperbaiki serta menyempurnakan kelemahannya.

Sebagai sebuah produk, Bebek Sinjay punya kelebihan dibandingkan dengan bebek-bebek goreng yang lain. Kemasan dalam sajiannya khas. Selain bebek goreng, ada sambel pencit (mangga muda) yang segar dan pedas. Ada yang bilang, pedasnya sambel pencit sampai ke ubun-ubun. Saking pedasnya. Juga ada daun kemangi-nya.

Daging bebeknya Sinjay, menurut saya, belum ada duanya. Selain tidak berbau amis, dagingnya empuk, namun tetap bertekstur. Bumbunya gurih dan sedap. Ada terasa kandungan rempah-rempah yang meresap di dalam dagingnya. Kesedapan dan kegurihan daging bebek, plus sambel pencitnya yang segar dan pedas, masih ditambah lagi dengan sajian nasinya yang punel. Ini yang menurut saya kelebihan Bebek Sinjay yang sampai saat ini belum bisa ditandingi oleh yang lainnya. Dan kelebihan ini masih bisa dipertahankan hingga kini, sejak Bebek Sinjay mengawali jualan pada 2001.

Baca Juga :  Makan di Tempat atau Dibawa Pulang Tetap Enak

Langkah kedua: mengenal musuh Anda. Jika produk Anda banyak kompetitornya, maka menurut Sun Tzu, Anda harus tekun mempelajari perilaku musuh atau kompetitor. Dan ini rupanya dijalankan oleh Bebek Sinjay. Mereka sadar, tempat jualannya yang lama di Bangkalan, suasananya kurang nyaman. Selain tempat makannya sering berdesak-desakan, areal parkirnya juga sangat terbatas. Seringkali mobil kesulitan masuk dan keluar. Di sisi lain, para pesaing Bebek Sinjay berlomba-lomba bikin tempat yang lebih luas, dan lebih nyaman. Bahkan, para pesaing Bebek Sinjay sengaja bikin tempat di sepanjang jalan di sekitar Bebek Sinjay.

Makanya, sejak Desember 2020, Bebek Sinjay bikin tempat baru yang lebih luas, lebih nyaman dan lebih dekat dengan Jembatan Suramadu. Dengan cara ini, Bebek Sinjay ingin mengatakan kepada para pesaingnya dan juga kepada para konsumennya, bahwa mereka terus berbenah. Dan mereka lebih unggul dari para pesaingnya. Ini adalah penerapan dari strategi mengenali musuh atau kompetitor.

Langkah ketiga: mengenal tempat dimana kita bertarung. Dalam dunia bisnis, terdapat dua macam area (tempat berjualan atau bertarung): tempat yang banyak sekali kompetitornya (red ocean) dan tempat yang sangat sedikit kompetitornya (blue ocean). Bagi yang berjualan produk di red ocean, maka tidak ada cara lain, jika ingin produknya disukai, maka produk itu harus punya kelebihan dibandingkan dengan produk lain.

Bebek Sinjay sadar betul, bahwa mereka bertarung di red ocean. Makanya, mereka terus mempertahankan kelebihan produknya, dengan tetap menjaga kualitas dan cita rasa produknya, yang menurut saya belum ada duanya. Dan ini membuat Bebek Sinjay masih tetap disukai dan digemari. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Artikel Terkait

Hotel Tentrem Semarang

Oreo (Blackpink)

Lion Air

Strategi Penasaran

Lionel Messi

Most Read


Artikel Terbaru

/