24.4 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

– Talk Show –

Acara talk show apa di televisi Indonesia yang paling Anda sukai? Kalau saya, dulu ada dua: ILC (Indonesia Lawyers Club)-nya Karni Ilyas, dan Mata Najwa-nya Najwa Shihab. Menonton dua talk show itu, meski berjam-jam, sering tidak terasa. Asyik menontonnya.

Dan ternyata, dua talk show itu tergolong paling banyak diminati. Rating-nya, menurut survei-nya Nielsen, juga lumayan tinggi. 

Berdasarkan data Nielsen, selama periode 1 Januari – 30 November 2020, ILC menempati urutan pertama untuk kategori program talk show. Ratingnya 8,0. Sedangkan program “Mata Najwa” dengan ikon Najwa Shihab yang tayang di Trans7, menempel ketat di posisi kedua dengan rating 7,4. 

Apa yang menarik dari sebuah talk show? Pernah ada artikel di Majalah Fast Company, salah satu majalah yang terbit bulanan di Amerika,  yang menjelaskan bahwa strategi komunikasi untuk memajukan karier dan perusahaan itu bisa mencontek keberhasilan acara-acara talk show di televisi. Ada beberapa acara talk show yang top di Amerika  dianalisa dan dibedah di artikel tersebut. Di antaranya talk show yang diasuh Larry King, David Letterman, Jay Leno, dan Oprah Winfrey. 

Hasil dari analisa tersebut, terdapat setidaknya 8 point yang layak untuk disimak. Pertama, semua talk show itu bisa sukses karena satu hal, yaitu “berbicara” dan “berkomunikasi”. Ketika sebuah talk show mampu menghadirkan orang-orang yang piawai dalam berbicara dan berbobot materi yang dibicarakan, maka talk show itu bakal disukai. Materi disebut berbobot dan disukai, ketika memenuhi unsur “penting” atau “menarik”, atau memenuhi unsur keduanya. 

Baca Juga :  Mantan Marketing Kena 20 Bulan Penjara, Ini Kasusnya

Kedua, talk show yang berhasil, mirip curhat (curahan hati). Kadar emosinya tinggi. Ketiga, komunikasi yang baik perlu proses, waktu dan pendalaman. Hanya dengan itu, akan tercipta keintiman. Larry King selalu memulai ngobrol dengan para tamunya di acara talk show dengan topik-topik ringan. Jika para tamunya sudah merasa aman dan nyaman, baru lah masuk ke pertanyaan yang lebih tajam dan lebih sensitif. 

Keempat, gunakan lah ritual dongeng. Penonton dan pendengar selalu merindukan dongeng. Di dalam dongeng, ada sense romantisme yang kental. Sejarah perusahaan dan keberhasilan perusahaan, punya peluang menjadi dongeng yang hebat. 

Kelima, komunikasi yang sukses sering sekali bisa mengejutkan, karena yang mengajak berkomunikasi bisa masuk dalam sekali. Di acara talk show seperti Oprah Winfrey dan Larry King, tak jarang tamu-tamunya begitu terhanyutnya, sehingga lepas kontrol, hingga menceritakan rahasia hidup mereka di depan televisi. 

 

Keenam, komunikasi ala talk show yang berhasil sering sekali digandrungi karena faktor edutainment. Yakni menghibur dan mendidik sekaligus. Ketujuh, komunikasi yang berhasil adalah terciptanya dialog. Bukan monolog. Para host talk show yang terkenal di Amerika itu berhasil menghidupkan dialog karena kemahiran mereka dalam menyimak dan mendengarkan lawan bicaranya. 

Kedelapan, komunikasi itu perlu strategi. Perlu pula perencanaan dan program yang berkualitas. Begitu pula dengan talk show. Sebuah acara talk show bisa bertahan lama, bertahun-tahun tetap disukai pemirsa, itu karena tim kreatifnya punya strategi jitu sehingga tidak membosankan dan selalu ditunggu. 

Baca Juga :  Layangan Putus

Delapan point yang diulas di artikel Majalah Fast Company  itu lah yang membuat sebuah acara talk show berhasil menarik perhatian dan disukai pemirsa. Jika ILC dan “Mata Najwa” sukses menjadi acara talk show yang paling disukai, jika jeli diamati, tak lepas dari delapan point tadi.  

Dalam menjalin hubungan dengan klien atau relasi bisnis, seorang marketer 

bisa menerapkan dan memodifikasi kedelapan point tersebut. 

Pertama, ketika ngobrol dengan klien, apa yang kita bicarakan harus lah yang mengandung unsur penting dan menarik. Dengan cara ini, klien atau relasi bisnis akan suka setiap kali bertemu dengan kita. 

Kedua, tak jarang ketika bertemu dengan klien atau relasi bisnis, mereka curhat kepada kita. Tentang persoalan apa pun.  Jika ini terjadi, berarti klien atau relasi bisnis itu mulai mempercayai kita dan mulai dekat dengan kita. Maka, kita harus bisa menjadi teman curhat yang baik. Dengan cara ini, akan tercipta keintiman dalam membangun relasi.  

Ketiga, seorang marketer harus punya kemampuan mendongeng. Dongeng adalah sebuah cerita yang disampaikan dengan cara yang menarik. Bahan yang digunakan adalah kisah-kisah sukses yang  menginspirasi.  

Keempat, marketer yang baik harus mampu menggiring dan bikin klien terhanyut dalam topik pembicaraan yang dibuat. Jika ini bisa dilakukan, maka seorang marketer akan lebih mudah mempengaruhi klien. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

- Advertisement -

Acara talk show apa di televisi Indonesia yang paling Anda sukai? Kalau saya, dulu ada dua: ILC (Indonesia Lawyers Club)-nya Karni Ilyas, dan Mata Najwa-nya Najwa Shihab. Menonton dua talk show itu, meski berjam-jam, sering tidak terasa. Asyik menontonnya.

Dan ternyata, dua talk show itu tergolong paling banyak diminati. Rating-nya, menurut survei-nya Nielsen, juga lumayan tinggi. 

Berdasarkan data Nielsen, selama periode 1 Januari – 30 November 2020, ILC menempati urutan pertama untuk kategori program talk show. Ratingnya 8,0. Sedangkan program “Mata Najwa” dengan ikon Najwa Shihab yang tayang di Trans7, menempel ketat di posisi kedua dengan rating 7,4. 

Apa yang menarik dari sebuah talk show? Pernah ada artikel di Majalah Fast Company, salah satu majalah yang terbit bulanan di Amerika,  yang menjelaskan bahwa strategi komunikasi untuk memajukan karier dan perusahaan itu bisa mencontek keberhasilan acara-acara talk show di televisi. Ada beberapa acara talk show yang top di Amerika  dianalisa dan dibedah di artikel tersebut. Di antaranya talk show yang diasuh Larry King, David Letterman, Jay Leno, dan Oprah Winfrey. 

Hasil dari analisa tersebut, terdapat setidaknya 8 point yang layak untuk disimak. Pertama, semua talk show itu bisa sukses karena satu hal, yaitu “berbicara” dan “berkomunikasi”. Ketika sebuah talk show mampu menghadirkan orang-orang yang piawai dalam berbicara dan berbobot materi yang dibicarakan, maka talk show itu bakal disukai. Materi disebut berbobot dan disukai, ketika memenuhi unsur “penting” atau “menarik”, atau memenuhi unsur keduanya. 

Baca Juga :  Customer Intimacy

Kedua, talk show yang berhasil, mirip curhat (curahan hati). Kadar emosinya tinggi. Ketiga, komunikasi yang baik perlu proses, waktu dan pendalaman. Hanya dengan itu, akan tercipta keintiman. Larry King selalu memulai ngobrol dengan para tamunya di acara talk show dengan topik-topik ringan. Jika para tamunya sudah merasa aman dan nyaman, baru lah masuk ke pertanyaan yang lebih tajam dan lebih sensitif. 

Keempat, gunakan lah ritual dongeng. Penonton dan pendengar selalu merindukan dongeng. Di dalam dongeng, ada sense romantisme yang kental. Sejarah perusahaan dan keberhasilan perusahaan, punya peluang menjadi dongeng yang hebat. 

Kelima, komunikasi yang sukses sering sekali bisa mengejutkan, karena yang mengajak berkomunikasi bisa masuk dalam sekali. Di acara talk show seperti Oprah Winfrey dan Larry King, tak jarang tamu-tamunya begitu terhanyutnya, sehingga lepas kontrol, hingga menceritakan rahasia hidup mereka di depan televisi. 

 

Keenam, komunikasi ala talk show yang berhasil sering sekali digandrungi karena faktor edutainment. Yakni menghibur dan mendidik sekaligus. Ketujuh, komunikasi yang berhasil adalah terciptanya dialog. Bukan monolog. Para host talk show yang terkenal di Amerika itu berhasil menghidupkan dialog karena kemahiran mereka dalam menyimak dan mendengarkan lawan bicaranya. 

Kedelapan, komunikasi itu perlu strategi. Perlu pula perencanaan dan program yang berkualitas. Begitu pula dengan talk show. Sebuah acara talk show bisa bertahan lama, bertahun-tahun tetap disukai pemirsa, itu karena tim kreatifnya punya strategi jitu sehingga tidak membosankan dan selalu ditunggu. 

Baca Juga :  Marketingnya Pegawai Pemerintah, Mulainya Harus Sekarang

Delapan point yang diulas di artikel Majalah Fast Company  itu lah yang membuat sebuah acara talk show berhasil menarik perhatian dan disukai pemirsa. Jika ILC dan “Mata Najwa” sukses menjadi acara talk show yang paling disukai, jika jeli diamati, tak lepas dari delapan point tadi.  

Dalam menjalin hubungan dengan klien atau relasi bisnis, seorang marketer 

bisa menerapkan dan memodifikasi kedelapan point tersebut. 

Pertama, ketika ngobrol dengan klien, apa yang kita bicarakan harus lah yang mengandung unsur penting dan menarik. Dengan cara ini, klien atau relasi bisnis akan suka setiap kali bertemu dengan kita. 

Kedua, tak jarang ketika bertemu dengan klien atau relasi bisnis, mereka curhat kepada kita. Tentang persoalan apa pun.  Jika ini terjadi, berarti klien atau relasi bisnis itu mulai mempercayai kita dan mulai dekat dengan kita. Maka, kita harus bisa menjadi teman curhat yang baik. Dengan cara ini, akan tercipta keintiman dalam membangun relasi.  

Ketiga, seorang marketer harus punya kemampuan mendongeng. Dongeng adalah sebuah cerita yang disampaikan dengan cara yang menarik. Bahan yang digunakan adalah kisah-kisah sukses yang  menginspirasi.  

Keempat, marketer yang baik harus mampu menggiring dan bikin klien terhanyut dalam topik pembicaraan yang dibuat. Jika ini bisa dilakukan, maka seorang marketer akan lebih mudah mempengaruhi klien. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Artikel Terkait

Momentum

Top Gun dan Srimulat 

Gen Z 

Social Marketing

—Jumud—

Most Read


Artikel Terbaru

/