29 C
Kediri
Saturday, December 3, 2022

Marketing On Wednesday #65

Super Air Jet

- Advertisement -

Maskapai penerbangan ini paling muda usianya: Super Air Jet. Berdiri pada Maret 2021, ketika kondisi masih dikepung Covid-19. Sudah setahun lebih beroperasi, baru sekitar dua bulan lalu saya terbang dengan Super Air Jet.

Yang menarik dari Super Air Jet (SAJ) adalah positioning dan segmen pasar yang mereka bidik. Mereka memposisikan dirinya sebagai maskapai penerbangan yang membidik pasar anak muda alias generasi milenial. Dan ini ditunjukkan dengan busana yang dikenakan para crew-nya yang berpenampilan casual (santai), khas busana ala milenial. Warna yang dipilih juga khas. Jika warna crew kebanyakan maskapai penerbangan biasanya berwarna cerah, crew SAJ lebih memilih warna natural, “khaki” (warna kuning kecoklatan, lebih mengarah ke warna muda). Warna khaki mempunyai warna seperti tanah. Keren sih. Anak muda banget.

Selain dari sisi busana crew yang berbeda, SAJ juga menghadirkan terobosan untuk mengakomodasi kebutuhan para “millenials travelers” (pelancong anak muda) yang ingin pengalaman berbeda saat menikmati penerbangan. Yakni, selama berada di pesawat, mereka bisa menikmati berbagai hiburan melalui handphone-nya atau gadget-nya masing-masing. Mulai dari menonton film, vlog (video blog), bermain games, membaca majalah digital, dan hiburan lainnya. Semuanya bisa diakses secara gratis.

Bagaimana caranya? Download dulu dari AppStore atau Google Play Store dengan memilih “Tripper” SUPER Entertainment. Selanjutnya, untuk bisa menggunakan fasilitas hiburan yang disediakan SAJ selama penerbangan (on board), handphone atau gadget diset “airplane mode”. Lalu sambungkan koneksi WIFI Tripper. Kemudian buka aplikasi Tripper. Maka, akan bisa menikmati beragam konten Super Entertainment di dalamnya. Mulai dari film Indonesia, Hollywood, Korea, Mandarin, hingga Bollywood, dengan berbagai macam genre, seperti drama, action, komedi dan lain-lain. Ini yang membuat SAJ berbeda dengan maskapai penerbangan lain. Sesuai dengan konsepnya: “inspired to be difference”.

Baca Juga :  ---Jumud---

Pengalaman saya ketika terbang dengan SAJ, meski rutenya pendek (Surabaya-Jakarta), menjadi tidak terasa dengan berbagai fasilitas hiburan tersebut, yang bisa dinikmati melalui handphone.

- Advertisement -

Sebagai maskapai penerbangan baru, SAJ tergolong agresif. Saat pertama kali beroperasi Tahun lalu, SAJ hanya memiliki tiga armada, yaitu pesawat tipe Airbus 320 yang beroperasi di rute Sumatera, yakni Jakarta – Kualanamu, Jakarta – Batam, dan Jakarta – Padang.

Saat ini, SAJ telah memiliki sedikitnya 31 unit armada. Dan telah menjelajahi 19 kota di Indonesia dengan rata-rata 114 frekwensi penerbangan setiap hari. Target mereka, hingga akhir tahun 2022 akan menambah 30 armada lagi diikuti dengan penambahan rute baru. Rupanya, SAJ ingin menyesuaikan dengan tagline-nya: “Reaching the New Heights”.

Semoga saja, keagresifan SAJ membuat umurnya panjang. Dan semoga SAJ bisa belajar dari beberapa maskapai penerbangan lain yang sebelumnya sudah ada, dan akhirnya bertumbangan. Di antara penyebab matinya beberapa maskapai penerbangan pada masa lalu adalah: masalah keuangan, terjerat utang, salah manajemen, kalah bersaing, kecelakaan pesawat, dan dicabut izinnya oleh pemerintah.

Baca Juga :  Madu Hitam

Secara konsep, yang dilakukan SAJ sudah tepat. Mereka memposisikan dirinya sebagai maskapai penerbangan dengan segmen pasar para anak muda atau millenials. Konsep tersebut selain berbeda, karena belum ada maskapai penerbangan lain yang seperti ini, juga dianggap membidik segmen yang tepat. Ini adalah segmen masa depan dengan jumlah paling besar.

Yang disebut dengan anak muda atau milenial adalah generasi Y dan generasi Z. Generasi Y adalah mereka yang lahir antara 1981-1996. Dan generasi Z adalah mereka yang lahir antara 1997 – 2012.

Hasil sensus penduduk 2020 menunjukkan penduduk Indonesia didominasi generasi Z. Totalnya terdapat 74,93 juta atau 27,94 persen dari total penduduk Indonesia. Generasi Z saat ini diperkirakan berumur 10 hingga 25 tahun. Memang, belum semua usia generasi Z produktif. Tapi, sekitar tujuh tahun lagi seluruh generasi Z akan masuk usia produktif.

Komposisi penduduk terbesar selanjutnya berada di usia produktif, yaitu generasi Y atau milenial. Jumlah mereka, merujuk pada sensus penduduk 2020, sebanyak 69,38 juta. Atau ekivalen dengan 25,87 persen. Pasar ini lah yang agaknya dibidik oleh SAJ. Terutama mereka yang suka bepergian.

Wal hasil, kita lihat saja kiprah SAJ di masa-masa mendatang. Apakah bakal bisa menjadi maskapai penerbangan seperti yang ditargetkan? Yakni menjadi maskapai penerbangan yang menyasar segmen anak muda dan milenial? Kita lihat saja. (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

- Advertisement -

Maskapai penerbangan ini paling muda usianya: Super Air Jet. Berdiri pada Maret 2021, ketika kondisi masih dikepung Covid-19. Sudah setahun lebih beroperasi, baru sekitar dua bulan lalu saya terbang dengan Super Air Jet.

Yang menarik dari Super Air Jet (SAJ) adalah positioning dan segmen pasar yang mereka bidik. Mereka memposisikan dirinya sebagai maskapai penerbangan yang membidik pasar anak muda alias generasi milenial. Dan ini ditunjukkan dengan busana yang dikenakan para crew-nya yang berpenampilan casual (santai), khas busana ala milenial. Warna yang dipilih juga khas. Jika warna crew kebanyakan maskapai penerbangan biasanya berwarna cerah, crew SAJ lebih memilih warna natural, “khaki” (warna kuning kecoklatan, lebih mengarah ke warna muda). Warna khaki mempunyai warna seperti tanah. Keren sih. Anak muda banget.

Selain dari sisi busana crew yang berbeda, SAJ juga menghadirkan terobosan untuk mengakomodasi kebutuhan para “millenials travelers” (pelancong anak muda) yang ingin pengalaman berbeda saat menikmati penerbangan. Yakni, selama berada di pesawat, mereka bisa menikmati berbagai hiburan melalui handphone-nya atau gadget-nya masing-masing. Mulai dari menonton film, vlog (video blog), bermain games, membaca majalah digital, dan hiburan lainnya. Semuanya bisa diakses secara gratis.

Bagaimana caranya? Download dulu dari AppStore atau Google Play Store dengan memilih “Tripper” SUPER Entertainment. Selanjutnya, untuk bisa menggunakan fasilitas hiburan yang disediakan SAJ selama penerbangan (on board), handphone atau gadget diset “airplane mode”. Lalu sambungkan koneksi WIFI Tripper. Kemudian buka aplikasi Tripper. Maka, akan bisa menikmati beragam konten Super Entertainment di dalamnya. Mulai dari film Indonesia, Hollywood, Korea, Mandarin, hingga Bollywood, dengan berbagai macam genre, seperti drama, action, komedi dan lain-lain. Ini yang membuat SAJ berbeda dengan maskapai penerbangan lain. Sesuai dengan konsepnya: “inspired to be difference”.

Baca Juga :  10 Hari Beroperasi di Jalan, INCAR Berhasil Potret 992 Pelanggar Lalin

Pengalaman saya ketika terbang dengan SAJ, meski rutenya pendek (Surabaya-Jakarta), menjadi tidak terasa dengan berbagai fasilitas hiburan tersebut, yang bisa dinikmati melalui handphone.

Sebagai maskapai penerbangan baru, SAJ tergolong agresif. Saat pertama kali beroperasi Tahun lalu, SAJ hanya memiliki tiga armada, yaitu pesawat tipe Airbus 320 yang beroperasi di rute Sumatera, yakni Jakarta – Kualanamu, Jakarta – Batam, dan Jakarta – Padang.

Saat ini, SAJ telah memiliki sedikitnya 31 unit armada. Dan telah menjelajahi 19 kota di Indonesia dengan rata-rata 114 frekwensi penerbangan setiap hari. Target mereka, hingga akhir tahun 2022 akan menambah 30 armada lagi diikuti dengan penambahan rute baru. Rupanya, SAJ ingin menyesuaikan dengan tagline-nya: “Reaching the New Heights”.

Semoga saja, keagresifan SAJ membuat umurnya panjang. Dan semoga SAJ bisa belajar dari beberapa maskapai penerbangan lain yang sebelumnya sudah ada, dan akhirnya bertumbangan. Di antara penyebab matinya beberapa maskapai penerbangan pada masa lalu adalah: masalah keuangan, terjerat utang, salah manajemen, kalah bersaing, kecelakaan pesawat, dan dicabut izinnya oleh pemerintah.

Baca Juga :  Kejar Target, Buka Akses Jalan Baru

Secara konsep, yang dilakukan SAJ sudah tepat. Mereka memposisikan dirinya sebagai maskapai penerbangan dengan segmen pasar para anak muda atau millenials. Konsep tersebut selain berbeda, karena belum ada maskapai penerbangan lain yang seperti ini, juga dianggap membidik segmen yang tepat. Ini adalah segmen masa depan dengan jumlah paling besar.

Yang disebut dengan anak muda atau milenial adalah generasi Y dan generasi Z. Generasi Y adalah mereka yang lahir antara 1981-1996. Dan generasi Z adalah mereka yang lahir antara 1997 – 2012.

Hasil sensus penduduk 2020 menunjukkan penduduk Indonesia didominasi generasi Z. Totalnya terdapat 74,93 juta atau 27,94 persen dari total penduduk Indonesia. Generasi Z saat ini diperkirakan berumur 10 hingga 25 tahun. Memang, belum semua usia generasi Z produktif. Tapi, sekitar tujuh tahun lagi seluruh generasi Z akan masuk usia produktif.

Komposisi penduduk terbesar selanjutnya berada di usia produktif, yaitu generasi Y atau milenial. Jumlah mereka, merujuk pada sensus penduduk 2020, sebanyak 69,38 juta. Atau ekivalen dengan 25,87 persen. Pasar ini lah yang agaknya dibidik oleh SAJ. Terutama mereka yang suka bepergian.

Wal hasil, kita lihat saja kiprah SAJ di masa-masa mendatang. Apakah bakal bisa menjadi maskapai penerbangan seperti yang ditargetkan? Yakni menjadi maskapai penerbangan yang menyasar segmen anak muda dan milenial? Kita lihat saja. (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Artikel Terkait

Jurus Nasdem

Sawit

Ekosistem Digital dan Kolaborasi

Jokowi dan IKN

Most Read


Artikel Terbaru

/