25.3 C
Kediri
Saturday, January 28, 2023

Marketing On Wednesday #73

Oreo (Blackpink)

- Advertisement -

Suatu ketika puteri saya yang berumur 12 tahun nitip, minta dibelikan “Oreo Blackpink”. Kata dia, bisa beli di Indomaret. Saya saat itu baru mendengar ada varian baru biskuit Oreo yang diembel-embeli nama girl group asal Korea Selatan tersebut. Yang membuat saya agak kaget, ternyata agak sulit membeli “Oreo Blackpink” seperti pesanan putri saya. Dia pesan yang bentuk kemasannya kotak, warna kemasannya pink, warna oreo-nya juga pink, dan di dalamnya ada photocard bergambar para personel Blackpink.

Ternyata tak mudah membeli “Oreo Blackpink” di Indomaret dengan kemasan seperti permintaan putri saya itu. Kebanyakan persediaannya habis. Saya baru dapat di Indomaret yang ada di rest area jalan tol.

Puteri saya memang penggemar Blackpink. Sampai model rambutnya dibikin menyerupai Lisa, salah satu personel Blackpink. Jika saja dia tidak minta dibelikan “Oreo Blackpink”, mungkin saya tidak tahu jika ada produk khusus dari Oreo yang berembel-embel Blackpink itu.

Dari sinilah saya baru tahu, bahwa “Oreo Blackpink” ternyata mulai beredar di pasaran sejak 5 Desember 2022. Terdapat enam varian kemasan kolaborasi itu. Dan semua kemasan tersebut terdapat tanda tangan para personel Blackpink. Yang paling laris dan agak sulit dicari adalah “Oreo Blackpink” kotak, dengan biscuit warna pink, dan krim rasa coklat berwarna hitam. Ini yang disukai putri saya. Rupanya, varian ini yang paling banyak diburu, karena di dalamnya terdapat photocard eksklusif para personel Blackpink secara acak mulai dari: Lisa, Rose, Jisoo, dan Jennie. Putri saya senang bukan main, ketika saya bisa membelikan dia kemasan ini, dan bisa mendapatkan photocard untuk dia koleksi. Karena paling banyak diburu, kemasan varian pertama ini agak sulit dicari di pasaran.

Baca Juga :  -- Madu Hitam --

Begitu beredar di pasar Desember tahun lalu (2022), produk “Oreo Blackpink” ini langsung diserbu para konsumen, terutama penggemar Blackpink. Produk ini pun sempat viral di media sosial, karena diperbincangkan secara luas oleh netizen. Padahal, produk ini baru dilaunching secara resmi pada Jumat pekan lalu (6 Januari 2023) di Jakarta.

- Advertisement -

Rupanya, ini memang strategi marketing yang sengaja dibikin Oreo. Diedarkan dulu produknya. Dan produk kolaborasi dengan Blackpink ini saat pertama kali diluncurkan ke pasar, nyaris tanpa ada promosi yang besar-besaran. Tapi, karena produk itu sangat “eye-catching”, yakni ada nama besar “Blackpink”, warna kemasannya berwarna pink, lalu ada simbol mahkota ala album studio milik Blackpink berjudul “The Album”, maka produk itu pun langsung diserbu konsumen, wabil khusus para BLINK (sebutan untuk penggemar Blackpink), meski tanpa promosi besar-besaran.

Apalagi, Indonesia disebut-sebut berada di urutan pertama dalam daftar fans K-Pop terbanyak di dunia. Sehingga tak bisa dipungkiri, bahwa pengaruh Blackpink sangat signifikan. Sehingga, apa pun yang berkaitan dengan Blackpink, pastinya akan mencuri perhatian besar masyarakat dan menjadi trending. Ini yang berhasil dimanfaatkan oleh Oreo. Sekaligus Oreo sudah membuktikan betapa signifikannya jika produknya ditempeli dengan Blackpink.

Ini lah yang disebut dengan “strategi menempel”. Pemasar dimana pun, selalu mencari tempelan terkini untuk memasarkan produk-produk mereka. Tempelan yang paling menarik, adalah tempelan yang paling menyentuh secara emosional.

Baca Juga :  Yakin = Optimis = Pede

Chip Heath dan Dan Heath, dua peneliti dari Amerika, bertahun-tahun melakukan riset tentang “apa yang menempel” di kepala pelanggan. Dari penelitiannya itu hasilnya kemudian dibukukan, sehingga jadi lah buku yang sangat kontroversial saat itu berjudul “Made to Stick- Why Some Ideas Take Hold and Others Come Unstuck?”. Menurut Chip dan Dan Heath, biasanya yang nempel itu cerita. Dan, cerita itu tidak hanya harus nempel. Tetapi, yang paling penting adalah bagaimana membuat yang mendengar tergugah untuk ikut menyebarkannya. Ini lah kunci sukses komunikasi getok-tular.

Saya sempat bertanya kepada putri saya, darimana dia tahu tentang produk “Oreo Blackpink” itu. Dia mendapatkannya dari cerita teman-temannya di sekolah. Teman-temannya cerita, di kemasan Oreo itu ada tanda tangan para personel Blackpink. Juga ada foto-foto-nya. Ini lah cerita yang akhirnya menjalar dari mulut ke mulut. Ditambah lagi banyaknya netizen yang membagi ceritanya ke media sosial, tentang betapa susahnya berburu produk “Oreo Blackpink”. Dan begitu dapat produknya, betapa senang dan bahagianya. Cerita-cerita yang disampaikan secara ekspresif di media sosial ini lantas membuat perbincangan tentang “Oreo Blackpink” menjadi viral dan trending.

Jadi, jika ingin produk Anda sukses di pasar, dan diburu konsumen, tempeli produk Anda dengan sesuatu yang bisa merangsang orang yang membelinya untuk bercerita, dan yang mendengar cerita itu, mau menyebarkannya ke orang lainnya. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

- Advertisement -

Suatu ketika puteri saya yang berumur 12 tahun nitip, minta dibelikan “Oreo Blackpink”. Kata dia, bisa beli di Indomaret. Saya saat itu baru mendengar ada varian baru biskuit Oreo yang diembel-embeli nama girl group asal Korea Selatan tersebut. Yang membuat saya agak kaget, ternyata agak sulit membeli “Oreo Blackpink” seperti pesanan putri saya. Dia pesan yang bentuk kemasannya kotak, warna kemasannya pink, warna oreo-nya juga pink, dan di dalamnya ada photocard bergambar para personel Blackpink.

Ternyata tak mudah membeli “Oreo Blackpink” di Indomaret dengan kemasan seperti permintaan putri saya itu. Kebanyakan persediaannya habis. Saya baru dapat di Indomaret yang ada di rest area jalan tol.

Puteri saya memang penggemar Blackpink. Sampai model rambutnya dibikin menyerupai Lisa, salah satu personel Blackpink. Jika saja dia tidak minta dibelikan “Oreo Blackpink”, mungkin saya tidak tahu jika ada produk khusus dari Oreo yang berembel-embel Blackpink itu.

Dari sinilah saya baru tahu, bahwa “Oreo Blackpink” ternyata mulai beredar di pasaran sejak 5 Desember 2022. Terdapat enam varian kemasan kolaborasi itu. Dan semua kemasan tersebut terdapat tanda tangan para personel Blackpink. Yang paling laris dan agak sulit dicari adalah “Oreo Blackpink” kotak, dengan biscuit warna pink, dan krim rasa coklat berwarna hitam. Ini yang disukai putri saya. Rupanya, varian ini yang paling banyak diburu, karena di dalamnya terdapat photocard eksklusif para personel Blackpink secara acak mulai dari: Lisa, Rose, Jisoo, dan Jennie. Putri saya senang bukan main, ketika saya bisa membelikan dia kemasan ini, dan bisa mendapatkan photocard untuk dia koleksi. Karena paling banyak diburu, kemasan varian pertama ini agak sulit dicari di pasaran.

Baca Juga :  Macan Putih Antisipasi Strategi Sappe Kerrab yang Sulit Ditebak

Begitu beredar di pasar Desember tahun lalu (2022), produk “Oreo Blackpink” ini langsung diserbu para konsumen, terutama penggemar Blackpink. Produk ini pun sempat viral di media sosial, karena diperbincangkan secara luas oleh netizen. Padahal, produk ini baru dilaunching secara resmi pada Jumat pekan lalu (6 Januari 2023) di Jakarta.

Rupanya, ini memang strategi marketing yang sengaja dibikin Oreo. Diedarkan dulu produknya. Dan produk kolaborasi dengan Blackpink ini saat pertama kali diluncurkan ke pasar, nyaris tanpa ada promosi yang besar-besaran. Tapi, karena produk itu sangat “eye-catching”, yakni ada nama besar “Blackpink”, warna kemasannya berwarna pink, lalu ada simbol mahkota ala album studio milik Blackpink berjudul “The Album”, maka produk itu pun langsung diserbu konsumen, wabil khusus para BLINK (sebutan untuk penggemar Blackpink), meski tanpa promosi besar-besaran.

Apalagi, Indonesia disebut-sebut berada di urutan pertama dalam daftar fans K-Pop terbanyak di dunia. Sehingga tak bisa dipungkiri, bahwa pengaruh Blackpink sangat signifikan. Sehingga, apa pun yang berkaitan dengan Blackpink, pastinya akan mencuri perhatian besar masyarakat dan menjadi trending. Ini yang berhasil dimanfaatkan oleh Oreo. Sekaligus Oreo sudah membuktikan betapa signifikannya jika produknya ditempeli dengan Blackpink.

Ini lah yang disebut dengan “strategi menempel”. Pemasar dimana pun, selalu mencari tempelan terkini untuk memasarkan produk-produk mereka. Tempelan yang paling menarik, adalah tempelan yang paling menyentuh secara emosional.

Baca Juga :  Ternyata Triyono Kutut Membagikan Uang Korupsi Kepada Staf Dinsos

Chip Heath dan Dan Heath, dua peneliti dari Amerika, bertahun-tahun melakukan riset tentang “apa yang menempel” di kepala pelanggan. Dari penelitiannya itu hasilnya kemudian dibukukan, sehingga jadi lah buku yang sangat kontroversial saat itu berjudul “Made to Stick- Why Some Ideas Take Hold and Others Come Unstuck?”. Menurut Chip dan Dan Heath, biasanya yang nempel itu cerita. Dan, cerita itu tidak hanya harus nempel. Tetapi, yang paling penting adalah bagaimana membuat yang mendengar tergugah untuk ikut menyebarkannya. Ini lah kunci sukses komunikasi getok-tular.

Saya sempat bertanya kepada putri saya, darimana dia tahu tentang produk “Oreo Blackpink” itu. Dia mendapatkannya dari cerita teman-temannya di sekolah. Teman-temannya cerita, di kemasan Oreo itu ada tanda tangan para personel Blackpink. Juga ada foto-foto-nya. Ini lah cerita yang akhirnya menjalar dari mulut ke mulut. Ditambah lagi banyaknya netizen yang membagi ceritanya ke media sosial, tentang betapa susahnya berburu produk “Oreo Blackpink”. Dan begitu dapat produknya, betapa senang dan bahagianya. Cerita-cerita yang disampaikan secara ekspresif di media sosial ini lantas membuat perbincangan tentang “Oreo Blackpink” menjadi viral dan trending.

Jadi, jika ingin produk Anda sukses di pasar, dan diburu konsumen, tempeli produk Anda dengan sesuatu yang bisa merangsang orang yang membelinya untuk bercerita, dan yang mendengar cerita itu, mau menyebarkannya ke orang lainnya. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Artikel Terkait

Bebek Sinjay

Hotel Tentrem Semarang

Lion Air

Strategi Penasaran

Lionel Messi

Most Read


Artikel Terbaru

/