23.5 C
Kediri
Sunday, July 3, 2022

Santri Siaga Jiwa Raga

Oleh: Dr M. Ali Anwar

Hari Santri, kita peringati setiap tanggal 22 Oktober. Hari di mana para santri diajak untuk mengenang bagaimana saat itu, para santri melakukan perlawanan kepada penjajah di Surabaya. Peringatan sejak penetapan Hari Santri oleh Presiden RI melalui Kepres No 22/2015. Tahun ini adalah tahun keenam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dengan tema ‘Santri Siaga Jiwa Raga’.

Arti Santri Siaga Jiwa Raga, sebagaimana pidato Menteri Agama RI, adalah sebagai bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Santri Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri untuk membela tanah air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren.

Baca Juga :  Perbaiki Plafon dengan Dana BOS

Masih sebagaimana pidato Menteri Agama RI, Siaga jiwa bermakna pula bahwa santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin, serta tradisi luhur bangsa Indonesia. Karenanya, santri tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia. Siaga raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Karenanya, santri tidak pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia.

Jadi, siaga jiwa raga menjadi sangat penting di era pandemi Covid-19 sekarang ini. Dimana santri tetap disiplin dan tidak boleh lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan Doa) demi kepentingan bersama.

Baca Juga :  Orang Miskin Dilarang Sakit

Mari sebagai santri, untuk terus mengenang para pejuang kemerdekaan, terutama para santri yang telah ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan melalui seruan resolusi jihad yang dipimpin oleh Hadratussyekh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari. Semua santri dari berbagai penjuru, terutama Jawa, telah ikut andil dan berkontribusi dalam mempertahankan kemerdekaan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari penjajahan.

Dalam perjalannya, santri selalu ikut merawat keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai bentuk komitmen menjaga nasionalisme, menuju kedamaian dan kesejahteraan hidup bersama dalam wadah Negara kesatuan Negara republik Indonesia (NKRI). Selamat Hari Santri Nasional. Santri selalu berada di garda depan dalam menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara. (Penulis adalah Sekretaris PCNU Kabupaten Nganjuk).

- Advertisement -

Oleh: Dr M. Ali Anwar

Hari Santri, kita peringati setiap tanggal 22 Oktober. Hari di mana para santri diajak untuk mengenang bagaimana saat itu, para santri melakukan perlawanan kepada penjajah di Surabaya. Peringatan sejak penetapan Hari Santri oleh Presiden RI melalui Kepres No 22/2015. Tahun ini adalah tahun keenam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dengan tema ‘Santri Siaga Jiwa Raga’.

Arti Santri Siaga Jiwa Raga, sebagaimana pidato Menteri Agama RI, adalah sebagai bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Santri Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri untuk membela tanah air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren.

Baca Juga :  Rekonsiliasi

Masih sebagaimana pidato Menteri Agama RI, Siaga jiwa bermakna pula bahwa santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin, serta tradisi luhur bangsa Indonesia. Karenanya, santri tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia. Siaga raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Karenanya, santri tidak pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia.

Jadi, siaga jiwa raga menjadi sangat penting di era pandemi Covid-19 sekarang ini. Dimana santri tetap disiplin dan tidak boleh lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan Doa) demi kepentingan bersama.

Baca Juga :  Jurus Sekali Pukul Raup Untung Berlipat

Mari sebagai santri, untuk terus mengenang para pejuang kemerdekaan, terutama para santri yang telah ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan melalui seruan resolusi jihad yang dipimpin oleh Hadratussyekh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari. Semua santri dari berbagai penjuru, terutama Jawa, telah ikut andil dan berkontribusi dalam mempertahankan kemerdekaan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari penjajahan.

Dalam perjalannya, santri selalu ikut merawat keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai bentuk komitmen menjaga nasionalisme, menuju kedamaian dan kesejahteraan hidup bersama dalam wadah Negara kesatuan Negara republik Indonesia (NKRI). Selamat Hari Santri Nasional. Santri selalu berada di garda depan dalam menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara. (Penulis adalah Sekretaris PCNU Kabupaten Nganjuk).

Artikel Terkait

UAS dan Stigma

Kepala Daerah dan Donokrasi

Awal Ramadan Beda, Ikut Yang Mana?

Most Read


Artikel Terbaru

/