Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Portal Kampus Lifestyle Khazanah Opini RK Institute Internasional

Pesantren Jampes

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 28 Juni 2023 - 03:40 WIB

Photo
Photo

Mungkin inilah Jumatan tercepat di dunia. Khotib menyampaikan khutbah tak lebih dari lima menit. Meliputi khutbah pertama dan kedua. Full bahasa Arab.


Begitu masuk waktu Dhuhur, muazin langsung melantunkan azan pertama. Dilanjut salat Qobliyah Jumat. Lalu Bilal menyampaikan lafaz-lafaz Bilal, Khotib naik mimbar, dan dilanjut dengan azan kedua. Total waktu untuk keseluruhan ritual Salat Jumat tak sampai 15 menit.

Ini terjadi di masjid kompleks Pondok Pesantren Al Ihsan Jampes, Kabupaten Kediri. Saya paling suka Jumatan di masjid itu. Salah satu alasannya, karena pelaksanaannya yang singkat dan padat itu.

Baca Juga: Tragedi Ngadiluwih

Ternyata, Jumatan dalam waktu yang cepat di Masjid Pondok Pesantren Al Ihsan Jampes itu sudah dilaksanakan sejak puluhan tahun lalu. Konon, itu karena menjalankan pesan dari Almaghfurullah KH Ihsan Muhammad Dahlan, pengasuh dari pesantren tersebut. "Ibadah yang melibatkan banyak orang, jangan lama-lama," demikian, konon pesan dari KH Ihsan. Karena itu, di masjid itu, pelaksanaan salat tarawih saat Ramadan pun termasuk cepat.

Pondok Pesantren Al Ihsan di Jampes, adalah salah satu jejak kebesaran seorang ulama sufi dengan karya berkaliber internasional. Dialah KH Ihsan Muhammad Dahlan, atau yang dikenal dengan sebutan Syekh Ihsan Al Jampesi. Salah satu kitabnya yang mendunia adalah Siraj Al Thalibin. Hingga kini, kitab tersebut masih menjadi bidang ilmu yang dipelajari hingga perguruan tinggi, seperti di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Kitab Siraj Al Thalibin selesai ditulis pada 1933 dan diterbitkan pertama kali pada 1936. Kitab ini terdiri atas dua juz (jilid). Juz pertama berisi 419 halaman dan juz kedua 400 halaman.
Kitab Siraj Al Thalibin tidak hanya beredar di Indonesia dan negara-negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Tetapi juga di negara-negara non-Islam, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, di mana terdapat jurusan filsafat, theosofi, dan Islamologi dalam perguruan tinggi tertentu.

Baca Juga: Treatment TPA, Kota Kediri Ketinggalan?

Jadi, pesantren Al Ihsan Jampes termasuk pesantren bersejarah. Ada jejak ulamak besar di sana. Sayangnya, keberadaan pesantren tersebut, terkesan kurang maksimal dirawat dan dikembangkan.

Khutbah Jumat di masjid di lingkungan pesantren itu, jika boleh usul, dalam sebulan, diselingi dengan materi khutbah berbahasa Indonesia. Dan isi khutbahnya, menukil kandungan dari Kitab Siraj Al Thalibin. Ini bagian dari upaya membumikan isi dari kitab tersebut. Sekaligus menjadi ciri khas dari Pesantren Al Ihsan.

Sekarang ini, materi khutbahnya selalu menggunakan bahasa Arab. Ini sebenarnya bagus. Tapi, ada baiknya usulan saya (di hari Jumat tertentu khutbahnya menggunakan materi bahasa Indonesia) dipertimbangkan. Bagaimana menurut Anda? 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Pondok Pesantrean #pesantren jampes #ponpes jampes #pesantren