Sebagai gambaran, pada awal pandemi Covid-19 tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Kota Kediri terkontraksi 6,25 persen. Namun dapat tumbuh kembali di tahun 2021 sebesar 2,50 persen. Walau belum kembali ke laju pertumbuhan sebelum pandemi yang tumbuh 5,47 persen (2019), tahunini ekonomi Kediri diperkirakan dapat tumbuh lebih tinggi. Di tengah ketidakpastian global yang memengaruhi kinerja ekonomi nasional.
Perekonomian global pada tahun 2023 diperkirakan belum cukup kuat, disertai dengan ketidakpastian yang masih tinggi. Serta dipengaruhi oleh fragmentasi ekonomi, perdagangan dan investasi akibat ketegangan politik yang berlanjut. Hingga dampak pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara maju. Sementara itu, tekanan inflasi masih tinggi, meski mulai melandai. Hal tersebut dipengaruhi berlanjutnya gangguan rantai pasokan dan ketatnya pasar tenaga kerja terutama di AS dan Eropa.
Pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2022 tetap baik. Permintaan domestik tetap berdaya tahan dipengaruhi oleh daya beli masyarakat dan keyakinan pelaku ekonomi yang tetap terjaga. Sekaligus didukung berbagai kebijakan yang ditempuh Pemerintah. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2023 tetap kuat, meski sedikit melambat sejalan dengan perlambatan ekonomi global.
Pertumbuhan ekonomi Kediri tahun 2022 dari sisi penggunaan didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga. Hasil Survei Konsumen (SK) Bank Indonesia Kota Kediri pada triwulan IV 2022 menunjukkan keyakinan rumah tangga terhadap kondisi ekonomi masih berada di level optimistis. Yaitu, dengan nilai Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 134,39. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) jenis tabungan menurun 0,01 persen (November 2022), dibandingkan 2021 yang tumbuh 18 persen. Hal ini menunjukkan masyarakat cenderung menggunakan dana dari tabungan untuk belanja dibandingkan tahun lalu.
Belanja pemerintah tetap kuat, didorong oleh pemulihan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, serta optimalisasi pengelolaan APBD melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Secara sektoral, sektor industri pengolahan diperkirakan tetap tumbuh positif. Namun belum cukup kuat sebagaimana sebelum pandemi.
Sektor perdagangan besar dan eceran diperkirakan tumbuh positif, didorong oleh peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat Kota Kediri pada tahun 2022. Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) BI Kediri pada November 2022, Indeks Penjualan Retail (IPR) menunjukkan peningkatan 17,03 persen. Dibandingkan tahun lalu, terlihat pula pada peningkatan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan.
Beberapa indikator lainnya, seperti total kredit pada November 2022 telah tumbuh 30,58, tetap positif dibandingkan tahun 2021 sebesar 49,01 persen. Hal positif lainnya, kredit UMKM tetap tumbuh meningkat 19,56 persen (November 2022) dibandingkan tahun 2021 sebesar 17,87 persen. Didorong oleh kebijakan pemerintah dan otoritas untuk memperluas penyaluran kredit ultra mikro. Rasio Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet juga tetap rendah pada kisaran 1,63 persen (November 2022), dari NPL tahun 2021 sebesar 1,04 persen. Angka ini masih aman dari batas 5 persen.
Sejalan dengan perkembangan nasional, perekonomian Kota Kediri tahun 2023 diperkirakan tetap kuat. Meskipun tidak setinggi pertumbuhan pada tahun 2022. Penyelesaian bandara Internasional Dhoho Kediri yang ditargetkan Oktober 2023 nanti, akan memiliki multiplier effect terhadap ekonomi masyarakat daerah sekitarnya.
Ditambah dengan dukungan infrastruktur berupa jalan tol, rest area, akomodasi, dan lain-lain yang akan turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kota Kediri. Pelonggaran mobilitas dan transisi pascapandemi diperkirakan juga turut mendorong konsumsi rumah tangga.
Ke depan, sektor jasa-jasa di Kediri dapat dioptimalkan sebagai langkah reformasi struktural dan diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi. Khususnya di sekitar wilayah pembangunan bandara, tol, dan tempat wisata. Di antaranya, penyediaan makan minum, serta transportasi dan pergudangan.
Sektor transportasi dan pergudangan menjadi potensi pertumbuhan baru seiring kembali pulihnya aktivitas perekonomian dan daya beli masyarakat. Serta gencarnya pembangunan infrastruktur untuk membangun konektivitas antar daerah. Mendorong aktivitas perdagangan dan industri pengolahan yang akan meningkatkan permintaan jasa kelogistikan di Kediri.
Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia mendorong digitalisasi, khususnya kepada UMKM. Pertama, digitalisasi telah memungkinkan kita untuk memiliki kegiatan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Manfaatnya bersifat luas bagi semua orang, bagi masyarakat umum dan mampu mengurangi ketimpangan.
Kedua, sinergi dan kolaborasi antara otoritas dan industri menjadi kunci dalam memetik manfaat dari ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Instrumen sistem pembayaran digital seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), BI-FAST, serta pemanfaatan marketplace dan e-commerce oleh UMKM perlu terus diperluas. Didukung oleh pelatihan-pelatihan dan dukungan pembiayaan yang dapat difasilitasi oleh pemerintah dan perbankan.
Untuk menjaga stabilitas harga, BI Kediri akan memperkuat sinergi dan inovasi pengendalian inflasi bersama pemda melalui strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif). Mendorong kerja sama antardaerah (KAD), GNPIP, dan pengembangan klaster pangan.
Inflasi Kota Kediri pada 2023 diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan dengan 2022. Hal ini didukung sinergi dan harmoni kebijakan yang erat antara pemerintah (pusat dan daerah), Bank Indonesia, dan para mitra strategis melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID). Serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Menuju tahun 2023, tetap harus optimis dan waspada. Melalui berbagai kebijakan dan inovasi, mari kita perkuat sinergi dan harmoni. Memanfaatkan peluang pembangunan bandara, jalan tol, dan digitalisasi untuk membangkitkan ekonomi Kediri. sebagaimana semboyan Kediri tadi, “Djojo ing Boyo”, mengalahkan marabahaya. (Penulis adalah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri) Editor : Anwar Bahar Basalamah