25.6 C
Kediri
Saturday, July 2, 2022

Dialog Jumat

Ikut Investasi tanpa Mengetahui Produknya

Assalamualaikum wr wb. Kami ingin menanyakan bagaimana hukumnya mengikuti bisnis investasi secara online. Peserta cukup setor uang. Lalu, menerima bagi hasil cukup banyak lewat transfer bank. Namun nasabah (investor) tidak mengetahui produk yang diperdagangkan. Terima kasih.

 

(Rahmalia, 081335803xxx)

 

Jawaban:

Waalaikumsalam wr wb. Investasi adalah aktivitas menempatkan modal baik berupa uang atau aset berharga lainnya kepada suatu lembaga atau suatu pihak. Dengan harapan pemodal atau investor kelak akan mendapatkan keuntungan setelah kurun waktu tertentu.

Investasi merupakan kegiatan usaha yang mengandung risiko karena memiliki unsur ketidakpastian. Bagi umat Islam, memilih investasi harus dilakukan secara berhati-hati. Dan, harus mengenal macam-macam investasi yang bertentangan dengan syariat Islam. Investasi dilarang dalam Islam apabila mengandung riba, berkaitan dengan zat haram, mengandung gharar, ada unsur kecurangan, dan dilakukan dengan penuh spekulasi.

Baca Juga :  Jangan Pilih Jalan Pintas Jemput Ajal

Investasi mengandung unsur riba apabila sejak awal sudah dibuat perjanjian imbalan bunga berupa persentase dari dana yang diinvestasikan. Investasi berkaitan dengan zat haram apabila investasi dilakukan untuk bisnis atau jasa seperti minuman keras, daging babi, narkoba, dan barang haram lainnya. Investasi mengandung gharar apabila tidak diketahui secara jelas jenis barang yang diperdagangkan dalam investasi tersebut. Investasi mengandung unsur kecurangan apabila dilakukan secara zhalim, ada penipuan, merugikan, membahayakan, atau ada suap-menyuap di dalamnya. Investasi dilakukan penuh spekulasi apabila di dalamnya terdapat paraktik perjudian, salah satu cirinya adalah memiliki skema menanam modal sedikit untuk mendapatkan imbalan yang banyak.

Dengan demikian, apabila seseorang berinvestasi tanpa mengetahui produknya atau mendapat imbalan besar dengan modal investasi yang sedikit seperti dalam pertanyaan di atas termasuk salah satu jenis investasi yang terlarang. Hal ini karena dalam investasi tersebut mengandung unsur gharar dan spekulasi yang dilarang dalam Islam. Bahkan bisa saja investasi tersebut termasuk investasi bodong yang berarti mengandung unsur kecurangan atau penipuan.

Baca Juga :  KPM 433: Kontroversi

Penipuan dalam bentuk investasi bodong sekarang ini marak dilakukan, baik secra online maupun offline. Sehingga seseorang harus selalu cermat dan waspada sebelum melakukan investasi. Wallahu A’lam. (Dr H Imam Annas Mushlihin MHI, dosen fikih dan ushul fikih IAIN Kediri)

- Advertisement -

Assalamualaikum wr wb. Kami ingin menanyakan bagaimana hukumnya mengikuti bisnis investasi secara online. Peserta cukup setor uang. Lalu, menerima bagi hasil cukup banyak lewat transfer bank. Namun nasabah (investor) tidak mengetahui produk yang diperdagangkan. Terima kasih.

 

(Rahmalia, 081335803xxx)

 

Jawaban:

Waalaikumsalam wr wb. Investasi adalah aktivitas menempatkan modal baik berupa uang atau aset berharga lainnya kepada suatu lembaga atau suatu pihak. Dengan harapan pemodal atau investor kelak akan mendapatkan keuntungan setelah kurun waktu tertentu.

Investasi merupakan kegiatan usaha yang mengandung risiko karena memiliki unsur ketidakpastian. Bagi umat Islam, memilih investasi harus dilakukan secara berhati-hati. Dan, harus mengenal macam-macam investasi yang bertentangan dengan syariat Islam. Investasi dilarang dalam Islam apabila mengandung riba, berkaitan dengan zat haram, mengandung gharar, ada unsur kecurangan, dan dilakukan dengan penuh spekulasi.

Baca Juga :  Kerinduan Bersorak Lagi di Stadion

Investasi mengandung unsur riba apabila sejak awal sudah dibuat perjanjian imbalan bunga berupa persentase dari dana yang diinvestasikan. Investasi berkaitan dengan zat haram apabila investasi dilakukan untuk bisnis atau jasa seperti minuman keras, daging babi, narkoba, dan barang haram lainnya. Investasi mengandung gharar apabila tidak diketahui secara jelas jenis barang yang diperdagangkan dalam investasi tersebut. Investasi mengandung unsur kecurangan apabila dilakukan secara zhalim, ada penipuan, merugikan, membahayakan, atau ada suap-menyuap di dalamnya. Investasi dilakukan penuh spekulasi apabila di dalamnya terdapat paraktik perjudian, salah satu cirinya adalah memiliki skema menanam modal sedikit untuk mendapatkan imbalan yang banyak.

Dengan demikian, apabila seseorang berinvestasi tanpa mengetahui produknya atau mendapat imbalan besar dengan modal investasi yang sedikit seperti dalam pertanyaan di atas termasuk salah satu jenis investasi yang terlarang. Hal ini karena dalam investasi tersebut mengandung unsur gharar dan spekulasi yang dilarang dalam Islam. Bahkan bisa saja investasi tersebut termasuk investasi bodong yang berarti mengandung unsur kecurangan atau penipuan.

Baca Juga :  Kediri dan Aerotropolis

Penipuan dalam bentuk investasi bodong sekarang ini marak dilakukan, baik secra online maupun offline. Sehingga seseorang harus selalu cermat dan waspada sebelum melakukan investasi. Wallahu A’lam. (Dr H Imam Annas Mushlihin MHI, dosen fikih dan ushul fikih IAIN Kediri)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/